45

208 55 24
                                        

"Nyonya, mari saya antar ke kamar rawat lagi," kata salah satu suster yang tiba-tiba muncul di sebelah Nahee waktu Nahee masih nungguin Jinyoung yang lukanya masih diobatin sama dokter jaga UGD. Ada Miss Han juga disampingnya. Minji tadi izin pulang duluan karna dia mau nenangin Daniel yang pasti masih emosi.

"Saya mau tunggu suami saya dulu," sahut Nahee.

"Tapi—ini permintaan dari suami Nyonya," balas suster itu lagi.

"Saya gak mau. Jangan didengerin permintaan dia," sahut Nahee agak marah. Suster itu langsung bener-bener diem.

"Suster, maaf," kali ini Miss Han yang berusaha mengalihkan perhatian suster itu tadi. "Tapi—tidak apa-apa 'kan?"

Suster itu ngebales dengan senyuman kecil, "iya, saya permisi kalau begitu."

Beberapa lama kemudian, Nahee bisa ngelihat Jinyoung keluar dari UGD. Tentu saja dengan baju kotor dan wajah babak belur. "Miss Han, tolong minta pengawal ambil baju ganti buat Jinyoung," kata Nahee ke Miss Han yang langsung disanggupi gitu aja.

"Kenapa masih di sini?" Tanya Jinyoung. "Kenapa gak balik ke kamar rawat kamu?"

Nahee ngegeleng, "kamu masih di sini."

Jinyoung ngehela napasnya. "Ayo balik ke kamar," katanya sambil ngulurin tangannya ke Nahee.

Nahee langsung nerima uluran tangan itu, dia langsung nautin jemarinya ke sela-sela jemari Jinyoung dan ngerapatin tubuhnya ke Jinyoung. Rasanya dia gak mau Jinyoung pergi.

Mereka jalan berdua beriringan ke arah kamar rawat, tanpa ada yang ngebuka suara lagi.

"Jinyoung, maaf," lirih Nahee waktu Jinyoung ngebantu naikin kakinya ke atas brangkar. "Maafin Bang Daniel."

"Tidur," sahut Jinyoung. "Udah malem."

"Jinyoung..." rengek Nahee yang gak terima kalau obrolan mereka dialihin gitu aja.

"Kang Nahee, dengerin. Yang diomongin Bang Daniel tadi itu beneran. Kenapa kamu kaya gini? Kenapa kamu gak marah?"

"..."

"Aku ke Makau buat nemuin perempuan lain dan selama di sana aku gak mau diganggu padahal kamu sakit. Kenapa kamu gak marah?"

"..."

"...kenapa?" Lirihnya lagi.

"Jinyoung," panggil Nahee. "...kamu mau aku marah?"

"..."

"Aku tanya dulu," kata Nahee. "Tujuan kamu nikahin aku waktu aku masih koma apa? Alasan dan janji yang kamu bilang ke Papa tentang kamu yang mau tanggung jawab atas apa yang kamu lakuin dengan cara ngejagain aku, bikin aku seneng, selalu ada buat aku, itu bener?"

Nahee natap Jinyoung. Mencoba meminta jawaban dari suaminya itu. Jawaban yang pasti dan bukan jawaban semu lagi.

Sedangkan Jinyoung bener-bener bungkam. Lidahnya serasa keluh dan gak bisa ngebantu dia buat ngomong. Kenapa rasanya susah banget buat bilang kalau dia bakalan selesaiin semuanya kalau Nahee udah sembuh? Kenapa hatinya nggak bisa dan nggak ikhlas?

Tapi...Jinkyung gimana?

"Bohong? Kamu gak serius? Kamu cuma mau ngehindarin amukan keluarga aku?" Lanjut Nahee dengan suara yang lirih banget.

Jawab enggak, aku mohon, Jinyoung...

"Jinyoung," panggil Nahee sekali lagi. Tangannya ngeraih kedua tangan Jinyoung, kemudian narik suaminya itu buat mendekat. "Jawab enggak, aku mohon..."

"..."

"...kamu mau ini semua selesai gitu aja? Kamu mau ninggalin aku? Hm?" Cecar Nahee. "Jawab, aku mohon. Tolong jawab kamu gak akan ninggalin aku. Tolong jawab kamu gak akan pergi sama perempuan lain itu..."

Jinyoung tetep bungkam. Dia cuma natap Nahee yang udah nangis lagi sekilas. "Tidur, biar kamu cepet sembuh."

"...dan apa setelah aku sembuh? Kamu ninggalin aku?" Tanyanya sambil natap Jinyoung yang gak berani natap dia balik.

Jinyoung masih tetep aja nggak ngomong apapun. Gak ada satupun pertanyaan Nahee yang berhasil dia jawab.

Nahee jadi nyimpulin sendiri kalau jawabannya iya. Dia udah gak tahu harus ngomong apa lagi, jadi sekarang dia cuma senyum tipis ke arah Jinyoung. "Aku mau minta sesuatu," katanya tiba-tiba. "Tapi kamu harus turutin."

Jinyoung lagi-lagi nggak nyahutin, dia cuma mandang Nahee dengan tatapan bertanya. Seakan-akan dia nyuruh Nahee ngomong apa permintaannya pakai tatapan mata.

Nahee langsung ngegeser duduknya. Ngasih ruang buat Jinyoung duduk di sampingnya, "peluk aku waktu tidur. Malem ini aja," karna aku nggak tahu kamu bakalan pergi ninggalin aku atau enggak. Bisa aja besok pagi waktu aku ngebuka mata, kamu udah pergi dan gak bakalan  balik lagi.

"Nggak mau juga?" Lagi-lagi Nahee bertanya karna Jinyoung sama sekali gak bergerak dari posisinya.

Lagi-lagi Nahee bisa nyimpulin sendiri jawabannya. "Yaudah kalau gak mau."

"Baju aku kotor," kata Jinyoung akhirnya.

Nahee ngulas senyumnya, "nanti Miss Han dateng bawain kamu baju ganti."

Akhirnya Jinyoung mendekat, dia langsung duduk di samping Nahee dan ngebuat Nahee langsung ngembangin senyum lebar. "Makasih."

***

Love Hate - Bae JinyoungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang