"Jinyoung hari ini dateng 'kan, Miss?" Tanya Nahee ke Miss Han yang sekarang ini lagi berdiri di deket pintu kamar cewek itu.
Nungguin dia yang lagi siap-siap. Ribet mondar-mandir kesana-kesini.
"Pak Lee tidak ada menghubungi saya, Nona."
Akhirnya buat mastiin dan gak buang-buang waktunya lagi secara percuma, Nahee ngeraih ponselnya sendiri dan langsung nyari nomor Jinyoung.
Butuh beberapa saat sampai sambungan telepon itu bener-bener kesambung sama yang punya. "Lo dateng 'kan, Jinyoung?" Serbu Nahee begitu sambungannya kesambung.
"..."
"Hallo?"
"Ini...siapa?" Nahee bisa denger suara cewek yang nyahut.
Kaget. Dia langsung ngejauhin ponselnya dari telinga, buat mastiin dia ngehubungin nomor yang salah atau enggak.
"Oh, lo Choi Jinkyung, ya?" Tanya Nahee akhirnya. "Bisa kasihin ke Jinyoung nggak? Gue ada perlu sama di—LAH MATI DONG?!"
Sambungannya diputus sepihak. Nahee rasanya bener-bener mau marah.
"Miss," panggil Nahee. "Gak usah dateng," lanjutnya.
"Tapi, Nona—"
"Denger sendiri 'kan, Jinyoung sama siapa barusan?" Serbu Nahee ngebela dirinya sendiri. "Aku harus buang-buang waktu aku lagi, gitu?"
"Nanti Nyonya Besar marah, Nona Nahee," jelas Miss Han. "Setidaknya kalau Tuan Jinyoung tidak datang, Nona saja yang datang. 2 minggu itu sebentar lagi, Nona."
Nahee langsung dudukin dirinya di kursi meja riasnya dan pundaknya langsung kelihatan lemes gitu, "Miss, bisa bayangin nggak nanti kalau aku udah nikah, nasib aku bakalan kaya gimana?"
"..."
"Jahat banget jadi cowok," dumelnya. "Ngeselin."
"..."
"Aku tuh gak cinta sama dia, aku gak suka. Tapi ngebayangin aku bakalan hidup sama dia udah bikin kepala aku rasanya mau pecah. Capek...."
"..."
"Jahat..."
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Hate - Bae Jinyoung
Fanfiction-you make me fall in love, but you hate me too. ©slrmoon - Januari, 2020
