"Kak Jihoon," lirih Nahee waktu ngelihat Jihoon masuk sambil megangin Jisoo yang semakin hari perutnya semakin membesar.
"Ih! Yang dipanggil cuma Jihoon," rajuk Jisoo yang entah kenapa hari ini sensitif banget. Mungkin bawaan bayi.
Nahee cuma ketawa kecil, "ponakan gue pengen apa lagi?"
"Hati-hati, Soo," kata Jihoon setelah ngambil kursi dan nempatin di samping brangkar Nahee. Dia sendiri langsung duduk di ujung brangkar setelah mastiin Jisoo duduk dengan baik. "Gimana? Mendingan?" Tanyanya ke Nahee.
"Sedikit," jawab Nahee. "Cuma butuh suami gue nelepon balik."
Denger itu, raut wajah Jihoon langsung menegas kaya lagi nahan emosi. "Masih gak bisa dihubungi?"
"Bentar lagi katanya mau nelepon," lirih Nahee yang ujungnya malah nangis gitu aja karna mungkin sedikit tahu kenapa Jinyoung kaya gini. "Gue kasihan banget sih?"
"Na, jangan nangis," lirih Jisoo ngusap-ngusap lengan Nahee. "Gapapa. Jangan ditangisin, jangan nangisin Jinyoung."
"Tapi dia udah jadi suami gue, kenapa masih aja jahat?" Gumamnya yang masih kedengeran jelas.
"Jinyoung 'kan kerja, Na," sahut Jisoo lagi. "Mungkin penting banget sampai gak bisa diganggu."
"Apa sih kamu malah ngebelain Jinyoung?" Sela Jihoon. "Mau sepenting apapun urusan kerjaan kalau istri sakit tuh ya malah pentingan istri. Ini malah dihubungin gak bisa, udah disampaiin ke asistennya kalau Nahee sakit juga dia masih gak ngambil tindakan apapun."
"Kamu kenapa marahin aku coba?" Sahut Jisoo terus malah cemberut. Kesel banget dia. Niatnya 'kan nenangin Nahee, dia mau ngebuat Nahee gak mikir aneh-aneh dan jadinya bisa cepet sembuh.
Di tengah perdebatan Jihoon-Jisoo, hape Nahee malah bunyi dan layarnya nampilin id caller Jinyoung.
Nahee sendiri langsung natap Jisoo dan Jihoon bergantian. "Angkat aja, nyalain speakernya, gue mau denger si brengsek satu ini mau ngomong apa," kata Jihoon.
"Anak kamu denger, Ji!!" Jisoo mukul Jihoon kesel.
Nahee nurut, dia langsung ngambil hapenya yang kebetulan ada di samping bantalnya dan langsung neken tombol warna hijau. "Hallo?"
"Nahee, maaf," lirih Jinyoung. "Aku baru bisa ngabarin kamu."
"Kenapa?" Tanya Nahee lirih banget. Seakan menuntut tapi terlalu sakit juga buat tau apa jawabannya.
"Kerjaannya banyak banget, Hee," jawabnya bohong. "Aku pulang hari ini. Hm?"
Hening beberapa saat.
"...aku sakit, sekarang lagi di rumah sakit," lirih Nahee. "...udah 2 hari aku tidur, kenapa nggak pulang dari kemarin-kamarin?"
Jinyoung langsung mejemin matanya. Ngerasa bodoh banget karna kemarin bersikap keras kepala banget dan bener-bener gak mau dengerin apa yang Pak Lee mau omongin. "...a—aku minta maaf. Aku pulang sekarang, Hee," sahutnya gak membela diri sama sekali. "Maaf."
"...yaudah, hati-hati," balas Nahee yang bener-bener gak Jinyoung duga. Dia kira Nahee bakalan marah atau minimal ngomong sarkas ke dia, tapi malah ngomong kaya gitu.
Setelahnya kedengeran suara grasak-grusuk dan kedengeran juga suara Jinyoung yang merintah beberapa orang yang ikut sama dia ke Makau.
Nahee masih nunggu, dia kira Jinyoung bakalan ngomong sesuatu lagi. Lama banget dia nunggu sampai dia mikir Jinyoung cuma lupa ngematiin. Tapi pas dia mau matiin, malah kedengeran suara Jinyoung lagi, "Nahee?"
"Hm?" Sahut Nahee kedengeran sedikit serak di telinga Jinyoung.
"Aku matiin, ya? Aku jalan ke bandara sekarang."
"...iya, hati-hati," dan setelahnya sambungannya mati begitu aja. Ngebuat Nahee cuma mandang kosong layar hapenya yang sekarang udah mati lagi.
"Mendingan?" Tanya Jisoo nyadarin Nahee dari lamunannya.
Nahee langsung natap Jisoo dan Jihoon bergantian, "kenapa hati gue sakit, ya? Apa gue terlanjur jatuh cinta sama dia sendirian?"
***
"Pak," panggil Jinyoung sesaat sebelum mobil berhenti di tempat pemberhentian kendaraan di bandara. "Tolong urus semua kebutuhan Jinkyung. Saya gak mau dia lebih lama di sini. Paling lambat besok dia harus pulang."
"Baik, Tuan."
"Saya bisa pulang sendiri. Bapak di sini, tolong jaga Jinkyung dan besok tolong bawa dia pulang."
"Baik, Tuan," sahut Pak Lee sekali lagi bertepatan dengan mobil yang mereka tumpangi berhenti.
"Pak Lee pasti mendapat banyak pesan dari kaluarga Nahee, saya minta maaf," kata Jinyoung tepat setelah dia turun dari mobil. "Masalah Nahee biar saya urus sendiri untuk sekarang."
Kebetulan Pak Lee yang emang lagi nunggu perintah lagi dari majikannya itu langsung nyahutin, "tidak masalah, Tuan. Hati-hati di jalan."
***
Mo nyeritain gimana Jinyoung izin minta restu tapi ga ada ide, mager banget bikin dia melas wkwkwkwkwk
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Hate - Bae Jinyoung
Fiksyen Peminat-you make me fall in love, but you hate me too. ©slrmoon - Januari, 2020
