"Nahee," panggil Jinyoung yang langsung ngebuat fokus Nahee berpindah dari Yonghee ke cowok itu.
"Hai?"
"Maaf telat," kata Jinyoung seraya nempatin tangannya di punggung Nahee dan ngedaratin satu kecupan tipis di pelipis kanannya. "Ayo anterin ke Mama, Papa, Oma lo. Gue gak bisa lama," bisiknya.
Nahee ngernyitin dahinya sekilas sebelum senyum lebar buat mainin perannya. "Yaudah, ayo."
Jinyoung ngebuka telapak tangannya dan dia sodorin ke Nahee. Minta cewek itu buat nautin tangan mereka. "Yonghee, bentar ya. Nanti gue balik lagi."
Yonghee yang dari tadi merhatin gerak-gerik kedua orang itu langsung ngangguk, "take your time."
"Kim Yonghee?" Tanya Jinyoung begitu mereka berdua udah jalan buat nyari tempat dimana orang tuanya berada. "Gue gak pernah tahu kalau lo kenal sama dia."
"Barusan lo tahu."
"Jawaban macem apa yang kaya gitu, Kang Nahee?"
"Terus lo ngarepnya jawaban kaya apa, Bae Jinyoung?" Sahut Nahee.
"Hee?" Jinyoung udah mau protes lagi.
"Tante Nahee!"
Nahee yang dipanggil langsung nengok ke sumber suara, "hallo, cantik..."
"Hana, jangan lari-lari," Daniel meringatin anak semata wayangnya itu yang udah langsung lari-larian begitu udah dia turunin dari gendongannya.
"Udah gapapa, Dan. Biarin," Minji, istrinya, nahan Daniel biar gak ngejar anaknya.
"Tante!" Hana udah meluk kaki Nahee.
"Hai," Nahee udah ngebungkuk dan mau ngegendong Hana tapi langsung diserobot sama Jinyoung.
"Inget sepatu sama gaunnya kenapa sih?" Omel cowok itu.
Nahee jadi meringis juga
"Mau peluk, Tante!" Hana tetep ngulurin tangannya ke arah Nahee.
Akhirnya Nahee maju, nurutin keponakannya itu. Ngebuat Hana ada ditengah-tengah dia sama Jinyoung.
Dan yang ngelihat udah pasti mikir mereka udah pantes jadi keluarga bahagia.
Padahal?
"Kenapa gemesin banget sih? Hmm?" Nahee gak berhenti nyiumin pipi Hana sampai Hana cekikikan sendiri.
"Tante! Stop it..." seru Hana nyembunyiin mukanya di pundak Jinyoung.
"So adorable..." sekarang Nahee malah nyubitin pipi tembemnya Hana.
"Nanti kalau udah nikah buat sendiri, Na," Minji ngelempar senyum ngeledeknya ke Jinyoung.
Jinyoung yang digituin pura-pura gak paham aja. Sedangkan Nahee cuma diem aja.
"Kak Minji kenapa baru dateng?" Tanya Nahee ke Minji buat ngalihin fokus.
"Nih, kakak ipar kamu ada aja yang diminta," sahut Daniel.
"Apaan?"
"Duh, sumpah gak usah dengerin Daniel, Na," kata Minji sambil nyubit Daniel sekilas.
"Adik baru buat Hana?" Nahee nyipitin matanya ke arah Minji.
"Enggak, Na. Jangan dengerin Daniel."
"Hana mau ikut sama Om Jinyoung?" Tanya Jinyoung ke Hana.
"Kemana?"
"Your great-grandma, kiddo."
"Itu Mama," kata Nahee tiba-tiba. "Jadi?"
"Yaudah, ayo," kata Jinyoung ngegandeng Nahee pakai tangan kirinya. Tangan yang kanan masih ngegendong Hana yang sekarang malah nidurin kepalanya di pundak Jinyoung.
"Ma," panggil Nahee. "Jinyoung udah dateng."
"Loh? Hana?"
"Biarin sama aku aja, Ma," kata Jinyoung. "Kalau nggak aku gendong dia mintanya digendong Nahee."
Nyonya Kang langsung ngembangin senyum lebarnya ngelihat calon menantunya yang persis banget sama apa yang dia mau.
Sayang dan perhatian ke anaknya.
"Hana, jangan nakal sama Om Jinyoung."
"Yes, grandma."
"Good, Kang Hana," Nyonya Kang nepuk punggung Hana pelan.
"Jinyoung baru sampai?" Giliran Tuan Kang yang bersuara.
"Iya, Pa. Maaf aku telat."
"It's oke, asal kamu dateng."
Nahee ngeringis tipis lagi. "Oma mana?"
"Di meja," kata Nyonya Kang. "Kamu samperin dulu sana."
"Allright," Nahee ngangguk dan langsung nengok ke Jinyoung. "Sekarang?"
"Boleh."
Akhirnya yang Jinyoung nanti-nanti bisa dia lakuin juga dan setelah itu dia bisa diem-diem pergi dari sana.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Hate - Bae Jinyoung
Fanfiction-you make me fall in love, but you hate me too. ©slrmoon - Januari, 2020
