"Lupa ingatan?" Lirih Yonghee waktu Miss Han ngejelasin kalau Nahee lupa ingatan dan nggak tahu pasti apa aja yang dia dilupain. Matanya dengan senantiasa ngelihat Nahee yang sekarang lagi nenangin diri ditemenin Jisoo di salah satu meja restoran hotel itu.
"Iya, Tuan. Tolong jangan dipaksa dulu," sambung Miss Han.
Yonghee ngehela napasnya. "Gimana bisa? Gimana bisa dia kecelakaan?" Lirihnya pelan.
"Tidak ada yang tahu selain Nyonya dan Tuan Jinyoung. Tuan Jinyoung juga tidak mengatakan apapun."
"Mereka beneran udah nikah? Dia nikahin Nahee dalam keadaan Nahee nggak sadar?" Cecar Yonghee yang sebenarnya nggak terima. Menurutnya terlalu nggak masuk akal.
Mengingat Keluarga Kang yang amat sangat kaya raya, masa iya ngebiarin anak perempuan satu-satunya mereka menikah dalam keadaan nggak sadar kaya gitu? Konyol menurut dia.
"Iya, Tuan," sahut Miss Han. "Tuan Jinyoung menikahi Nyonya Nahee waktu Nyonya masih koma."
Yonghee langsung mejemin matanya rapat-rapat. Kepalanya mendadak pusing. Kenapa sih keluarganya gak temenan deket juga sama Keluarga Kang? Kenapa bukan dia aja yang dijodohin sama Nahee?
Kenapa harus Jinyoung? Kenapa harus rivalnya yang satu itu?
Merasa gak bisa ngelakuin apapun, Yonghee ngehela napasnya. "Miss, nanti kalau saya menghubungi tolong dijawab, ya? Saya akan tanya kontak Miss ke Paman Choi."
"...Iya, Tuan Yonghee," jawab Miss Han. "Tapi—"
"Nggak. Saya cuma mau mantau Nahee. Miss Han tahu sendiri 'kan kalau Jinyoung nggak pernah nyimpen perasaan ke Nahee? Inget kejadian yang di Singapur?"
"...Baik, Tuan."
"Saya pamit. Tolong jaga Nahee, ya."
***
"Sumpah, gue masih kaget," Nahee ngegumam sambil natap satu titik kosong di depannya.
"Tenangin diri lo dulu," Jisoo ngusap pelan lengan Nahee.
Nahee ngehela napasnya. "Tapi emang beneran gue pernah deket ya sama dia?" Tanyanya terus natap Jisoo penasaran.
"Lo ngajakin dia ke Singapur buat kabur dari Jinyoung."
"Sumpah?" Seru Nahee nggak percaya. Dia bahkan sampai ngebelalakin matanya lebar-lebar. "Gue? Kim Yonghee?"
"Iya," kata Jisoo mengiyakan.
"Wah," Nahee sedikit ngebuka mulutnya tanda dia gak percaya sama apa yang dia denger. "Kenapa gue gak dijodohin sama dia aja sih?"
Jisoo mincingin matanya ke arah Nahee. "Gue curiga lo nggak lupa ingatan. Omongan lo hampir sama kaya lo yang sehat-sehat aja."
Nahee ngegedikin bahunya. "Gue cuma berusaha memuji kalau dia ganteng."
Jisoo malah terkekeh kecil, "emang Jinyoung nggak ganteng?"
Yang ditanya malah ngegigit kecil bibirnya, kemudian keluar suara cicitan pelan, "bukan gitu. Jinyoung—percuma, matanya selalu kosong tiap kali ngelihat gue. Nggak kaya Yonghee tadi."
Sekarang Jisoo malah diem. Dia nggak tahu harus nyahutin kaya gimana karna nggak mungkin dia jujur masalah yang satu itu bukan?
"Soo," panggil Nahee berusaha nggak mikirin itu lagi. "Rasanya hamil gimana sih?"
"Seneng, nggak seneng, Na. Tapi banyak senengnya sih. Jihoon jadi lebih nunjukin kalau dia beneran sayang sama gue," jawab Jisoo dengan raut wajah yang sumringah banget.
Nahee diem cukup lama. Jemarinya sibuk mainin bibir gelas yang ada di depannya. "Gue takut. Gue takut kalau semisal gue hamil tapi Jinyoung kaya gini."
Jisoo menganga denger penuturan Nahee. Gila! Bae Jinyoung gila!
"Kenapa?" Tanya Nahee yang sadar sama reaksi aneh Jisoo.
Jisoo buru-buru ngegeleng, "ng—nggak."
"Kayanya beneran ada yang aneh ya diantara gue sama Jinyoung?" Nahee natap Jisoo menuntut jawaban.
"Nggak, Na," sanggah Jisoo cepet. "Mungkin Jinyoung lagi banyak kerjaan sama pikiran aja karna 'kan dia bener-bener ninggal kerjaan selama lo sakit. Jadi kelihatannya dia kaya yang lo omongin tadi."
"...gitu ya?" Suara Nahee kedengeran nggak yakin.
"Hmm. Udah jangan dipikirin," hibur Jisoo. "Cepat atau lambat semoga dia enggak kaya gitu lagi."
"Semoga." Semoga, kalau semisal beneran nggak ada yang aneh, gue mau Jinyoung ngelihat gue sama kaya cara Yonghee ngelihat gue tadi.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Hate - Bae Jinyoung
Fanfiction-you make me fall in love, but you hate me too. ©slrmoon - Januari, 2020
