"Aku nggak bisa nginep ya," lirih Jinyoung begitu makanan yang ada di piring mereka masing-masing udah tinggal sesuap.
Sedari tadi mereka makan dalam keheningan, gak ada yang ngebuka suara.
Jinyoung masih sibuk sama pikirannya sendiri, berusaha nyari jalan keluar.
Sedangkan Jinkyung masih kalut sama pikirannya sendiri—yang emang gak ada habisnya.
"...iya gapapa," sahut Jinkyung akhirnya. "Udah belum kamu makannya?"
"Udah," jawab Jinyoung dan Jinkyung langsung ngeangkat piring kosongnya.
"Kamu mau minum apa gitu nggak?"
"Kamu ke sini dulu deh, Kyung," Jinyoung yang milih buat nggak ngejawab pertanyaan cewek itu.
Begitu Jinkyung udah di sampingnya, dia langsung narik tangan cewek itu sampai duduk di pangkuannya dan langsung dia peluk erat-erat, "jangan mikir buat kita udahan, please."
Jinkyung yang sibuk ngusap rambut cowok itu awalnya nggak nyahutin, tapi akhirnya yang keluar dari mulutnya adalah, "cepat atau lambat kita juga bakalan udahan."
Jinyoung ngegeleng dalam pelukannya, "nggak mau."
"Kalau nggak mau, Nahee gimana?"
Jinyoung diem, dia gak bisa ngejawab.
"Kamu udah nikah sama dia, Jinyoung. Gak boleh kaya gitu."
Jinyoung ngelonggarin pelukannya. Sekarang dia nempatin dagunya di pundak Jinkyung. "...aku bakalan ikutin apa kata Bang Daniel. Kamu sabar dulu, ya?"
"Jinyoung," panggil Jinkyung. "Percuma kamu cerai sama dia juga ujungnya kita masih tetep gak bisa sama-sama. Kita gak setar—"
"Jangan ngomongin kesetaraan, Jinkyung. Kamu kira aku beneran gak punya apa-apa selain yang dikasih orang tua aku? Aku bisa pergi dari rumah tanpa bawa apapun."
"Jinyoung—"
"Tolong, kamu sabar dulu," lirih Jinyoung. "Sebentar aja."
***
"Loh? Jinyoung nggak di sini?" Nyonya Kang tiba-tiba dateng ke ruang rawat Nahee dalam keadaan Nahee yang sendirian dan lagi sibuk natap jendela besar ruangan itu.
"...hm? Iya, Ma?"
"Jinyoung kemana? Kok kamu sendiri?"
"...pulang dulu bentar katanya," jawab Nahee bohong padahal dia juga gak tahu Jinyoung kemana.
Setelah jawab kaya gitu, Nahee sibuk natap jendela besar itu lagi sampai dia kesentak kaget waktu Mamanya ngelus kepalanya. "Kenapa kamu?"
Nahee nunduk sambil ngulas senyumnya tipis terus dia ngegeleng pelan, "aku cuma bingung aja, Ma. Aku lupa apa yang aku lakuin sampai aku bisa bangun dalam keadaan kaya gini."
"..."
"...tiba-tiba aku bangun dalam keadaan aku cuma gak inget Jinyoung yang statusnya suami aku. Aku pikir itu aneh."
"Jangan dipaksa, Nahee. Pelan-pelan aja."
"Mama," panggil Nahee pelan. "Gimana aku bisa gak mikir kalau tiap aku natap matanya Jinyoung, matanya kelihatan kosong?"
"..."
"Perlakuannya tetep manis walaupun matanya kosong. Bener-bener aneh menurut aku, Ma."
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Hate - Bae Jinyoung
Fanfiction-you make me fall in love, but you hate me too. ©slrmoon - Januari, 2020
