"Selamat pagi Nona. Miss Han belum selesai cuti?"
Nahee ngelihat sekilas Pak Jung yang udah jadi supir pribadinya dari dia masih tk, sebelum dia balik fokus sama hapenya sendiri. "Belum, Pak. Lusa 'kan baru balik kerja?"
"Baik," sahut Pak Jung. "Hari ini saya harus antarkan kemana?"
"Saya harus ketemu Jisoo."
"Tempat biasanya?" Tanya Pak Jung sambil ngebuka pintu mobil buat Nyonya Mudanya itu.
"Yap," sahut Nahee. "Makasih, Pak."
***
"Jisoo!" Seru Nahee tertahan waktu dia udah masuk ke ruangan private yang sengaja mereka pesan buat makan siang hari itu. "Eh—Kak Jihoon, ngapain di sini?"
"Lo lama banget, gak ngerti apa Jisoo lagi hamil muda? Gue serem mau ninggalin dia," Jihoon ngomel-ngomel gak jelas.
Nahee nyinyir, "punya sepupu gini amat."
"Ji, udah deh. Aku gak kenapa-napa. Anak kamu lagi gak pengen deket-deket kamu lagian. Aku enek sama bau kamu."
Jihoon melototin matanya, "gimana sih, yang? Tadi pengen meluk terus..."
"Sekarang enek," Jisoo ngeluh.
"Iya-iya, aku jauh-jauh ini sekarang," Jihoon langsung pindah ke kursi paling ujung di meja panjang itu.
"Kamu makan dulu baru boleh balik kerja," Jisoo mulai bawel lagi.
"Iya, ini makan," Jihoon langsung nyondongin badannya buat ngelihat isi meja di depannya itu.
"Gak ngebayangin besok gue kalau udah nikah gimana," lirih Nahee ke dirinya sendiri. Setelahnya dia langsung gelengin kepalanya dan ngegedikin bahunya secara bersamaan buat ngilangin pikiran gilanya yang barusan.
Jisoo yang gak sengaja denger langsung ngeringis kecil. "Na, semuanya bisa aja dateng karna kebiasa. Udah, jangan kaya gitu."
"Tapi Jinyoung tuh beda sama Kak Jihoon—"
"Iya gue tahu," sela Jisoo. "Tapi dia manusia. Manusia masih bisa berubah-ubah hatinya."
"Gue gak yakin Jinyoung bisa kaya gitu," gumam Nahee lagi terus mulai mainin sendok yang ada di depannya. "Tadi aja dia bilang gak mungkin buat bertahan sampai maut sama orang yang nggak pernah kita suka. Gue setuju sih. Gak bisa kayanya gue harus sama dia sampai maut gue dateng."
Jisoo cuma bisa diem ngedengerin sahabatnya yang udah jadi keluarganya juga semenjak 3 bulan yang lalu itu. "Gue ada pertanyaan."
"Apa?"
Jisoo diem dulu. Merhatiin Nahee yang udah sibuk sama makanan yang berjejer rapi di meja itu . "Lo sebenernya suka sama Jinyoung?"
Nahee diem. Lumayan lama sampai Jisoo mikir kalau cewek itu gak mau ngejawab, "enggak."
"Tapi kalau lo disuruh nyoba buat ngejalin hubungan yang beneran pakai hati, lo mau?" Tanyanya lagi ngebuat Nahee yang awalnya udah ngulurin sumpit ke depan jadi ketahan.
"...ya gimana ya, Soo? Gue sama dia tuh sebuah keharusan karna aturan di keluarga kita, sama kaya aturan keluarga lo yang mengharuskan lo sama Kak Jihoon. Seenggaknya kalau dia juga setuju buat nyoba, kaya lo sama Kak Jihoon, gue pasti coba..."
"..."
"Karna bener kata dia, gak mungkin gue bertahan hidup sampai maut sama orang yang nggak pernah gue suka."
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Hate - Bae Jinyoung
Fanfic-you make me fall in love, but you hate me too. ©slrmoon - Januari, 2020
