Gimana rasanya kalo punya pacar yang sering ngulang kesalahannya itu? Padahal dia bilang "aku ga akan mengulanginya lagi"
Haha bahkan kata itu sudah basi guys. Dan pasti ada kalimat *kesempatan kedua.
Hadehh udah dikasih kesempatan, eh ngulang kesal...
"Kalo lo anak Ipa, lo pasti tau Apa itu oksigen. Bagi gua lo itu oksigen dalam Diri gua.. Jadi kalo lo pergi, sudah dipastikan gue mati tanpa adanya lo..."
***
"Apaansih lo, bucin najis"
Rafen tersenyum lalu menarik lengan Rahel untuk keluar dari toko itu.
"Hel, mau kemana?"
Rahel sempat berfikir terlebih dahulu lalu matanya menangkap sosok yang selalu menemani hidupnya...
Es krim!
Yah, Rahel sangat menyukai es krim vanila.
"Gue mau beli es krim Fen "ujarnya dengan wajah berbinar.
Rafen tersenyum jahil, sepertinya mengerjai Rahel sangat sangat seru.
"Ga "balas Rafen dingin.
Rahel lantas cemberut kearah Rafen, dan dengan cepat Rafen membalas wajah cemberut itu.
Rahel sangat menggemaskan ditambah tangannya yang berkacak pinggang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lo lucu banget sih "
Rahel hanya mengangkat dagu nya tinggi tinggi, seolah menyombongkan dirinya.
"Yee baru dipuji dikit langsung melayang"nyinyir Rafen.
"Fen, mending nonton kuy lah"girang Rahel.
Rafen yang juga sangat ingin nonton menganggukan kepalanya semangat.
Lantas keduanya berjalan menuju bioskop yang ada di mall ini.
"Mau nonton apa nih?"
"Hmm, horor deh kebetulan gua pengen"ujar Rahel.
"Horor apa?"
"ALAS PATI"pekik Rahel kegirangan.
Setelah memesan tiket keduanya memutuskan untuk masuk ke ruangan seperti layaknya teater.
Film pun sudah dimulai, Rafen memasang kedua aerphone dikupingnya lalu memejamkan mata.
Bukannya takut, tapi ia sangat mengantuk.
"Fen, serem banget gilak "dengkur Rahel.
Namun berasa kalau omongannya tak disahuti, Rahel menoleh.
Lah si kambing tidur.
Rahel memandangi wajah Rafen tenang. Kekasihnya ini ternyata sangat tampan yah.
"Mau gue cium?"
Rahel mendadak terkejut lalu menjauhkan wajahnya dari wajah Rafen. Yakali dirinya mau di ituin sama si Rafen.
"Apaansih, gajelas lo"sinis Rahel.
"Gue tau lo terpesona kan dengan ketampanan gua?"
"Ge'er banget sih lo"
"Eh mas mba kalau mau pacaran diluar dong, berisik!"ucap salah satu anak pelajar yang tengah nonton sambil pacaran.
"Jihh situ yang berisik nyalahin gue"gertak Rahel merasa tak terima.
Rafen menggeleng lalu menarik kepala Rahel kebahunya.
"Dari pada lo ngoceh,mending tidur disini"ujar Rafen tersenyum.
Gadis cantik itu merasa pipinya panas, tak nyangka kalau Rafen bisa romantis.
Ia memposisikan kepalanya agar nyaman dibahu Rafen.
***
"Hel, wajah lo kenapa pucet banget?"tanya Rafen khawatir melihat wajah Raya yang sangat pucat.
"Engga, gua gapapa elah"
Raya berusaha tersenyum meski kepalanya sangat berat dan dadanya sesak.
Ya allah jangan sampai aku pingsan dihadapan Rafen. Batin Raya.
Rahel mengeratkan pegangan tangannya pada pohon sambil memejamkan matanya.
Astagfirullah gua pusing banget.
Brukk
Rafen menoleh, terkejut melihat Rahel sudah terkapar lemas diatas tanah.
"RAHEEELL"
"Hel, bangun Hel. Lo kenapa?"tanya Rafen khawatir sambil terus menepuki pipi Rahel.
"Plies lo kenapa sih, gue tau lo sakit. Kenapa lo ga bilang sama gua dari tadi"ujar Rafen menyesal.
Dengan cepat ia menggendong tubuh Raya menuju taksi yang lewat membawa nya ke Rumah Sakit.
Sekitar 15 menit, Rafen segera membawa Rahel kedalam ruangan icu.
"Ya allah, kenapa lo sampai ke icu sih? Gua ga mau lo kehilangan lo"gumam Rafen gemetar.
Dokter itu pun keluar membuat Rafen menghampiri nya segera.
"Dok gimana keadaan pacar saya?"
"Sepertinya kanker hati yang ada ditubuh Rahel semakin menyebar. Sekarang sudah memasuki stadium 2"
Rafen mematung ditempat, bibirnya sangat kelu untuk bicara. Badannya bergemetar takut, apa yang terjadi?
"Ka-nker ha-ti?"
"Iya, kalau begitu saya pergi dulu"
Tubuh pria itu jatuh dilantai rumah sakit, matanya memandang depan kosong. Plies bilang ini semua bohong!
"Kenapa lo ga cerita sama gue Hel?"
"Gua terlalu cinta sama lo hingga gua gatau apa aja penderitaan yang lo alami"
♥♥♥♥♥
Assalamualaikum..
Kepada seluruh pembaca give up, sekali lagi aku minta maaf yah karena updatenya terlalu lama... Sekali lagi aku ucapkan maaf banget, soalnya dari kemaren ada kesibukan di sekolah..