"Mencoba bertahan dengan berjuang, adalah hal yang terbaik. Tapi mencoba merelakan dengan cara kehilangan, sangat melelahkan.... "
***
Sudah dua hari ini Rafen benar benar menjauh. Bahkan hanya untuk menyapa saja rasanya enggan.
Pernah saat itu Rahel dan Bianca berkelahi, karena hal sepeleh. Disana ada Rafen, pria itu terus menatap Rahel datar tanpa ada niatan untuk membantu.
Yang membuat gadis itu sedikit terkejut, adalah saat Rafen membela Bianca lalu membentak Rahel.
Saat itu Rahel benar benar hancur.
Tapi setelah kejadian itu, Rahel mencoba untuk mengikhlaskan Rafen yang memang sudah tidak lagi ada rasa padanya.
Rahel pun harus mencoba menghilangkan perasaan ini pada Rafen.
Namun, ada satu pria yang membuat Rahel kagum.
Dia Andra...
Andra selalu menemani Rahel saat dirinya sedih, bahkan saat Rahel terpuruk pun Andra dengan senang hati meminjamkan bahunya sebagai tempat keluh kesah.
Trengg
Suara bel istirahat sudah berbunyi, membuat hampir seluruh sma citra keluar kelas menuju kantin.
Rahel menghela nafas panjang, ia tak punya tujuan untuk saat ini.
Keadaan nya kacau. Tak tau ingin kemana, sampai akhirnya ia tertabrak tubuh lelaki.
"Shh... "ringis Rahel seraya menatap lelaki yang ada dihadapannya kini.
"Vano?"
Rahel tersenyum hangat, ia ingin sekali memeluk lelaki yang ada dihadapannya. Ia ingin mengeluarkan keluh kesahnya kepada lelaki ini.
"Lo kemana? Gue kangen sama lo Van... "lirih Rahel hendak memeluk Vano.
Tapi pria itu malah menghidarinya.
"Jangan sentuh gue?"
"Kenapa?"
"Lo masih tanya kenapa?!"bentak Vano tepat didepan wajah Rahel.
Rahel diam mematung, Vano membentaknya? Haha ayolah ini hanya dramakah? Kenapa sangat menyakitkan?
"Lo kenapa Van? "
"Gue bilang sama lo, gue emang cinta sama lo. Gue emang pengecut, gue ga berani mengungkapkan perasaan gue sama lo! Tapi bisahkan lo sedikit dewasa! Apa lo ga bisa jaga nama baik gue?! Lo bahkan lebih dari kata murahan!!"bentak Vano.
Gadis itu diam membisu, lidahnya seakan kelu untuk berbicara meski hanya satu kata.
Ucapan Vano mampu membuat Rahel seakan jatuh pingsan saat ini juga. Vano mencintainya? Bahkan Rahel sama sekali tidak tau soal itu.
"Gue kenapa?"lirih Rahel seraya menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk.
"Ternyata cara lo untuk memalukan gue sudah berhasil! Gue salut sama, lo bisa jadi seorang aktris! Hebat juga lo"
"Gue lakuin apa sama lo?"
"Apa lo ga bisa liat jelas ini, wahai pengkhianat!"
Vano melempar banyak kertas ke wajah Rahel, seketika dengan cepat Rahel mengambil salah satu kertas itu lalu membacanya.
Guysss gue mau ngasih tau kalau ternyata Vano yang notobe nya sahabat gue ternyata diam diam suka sama gue? Hahaha dasar cowok banci, pengecut. Masa ungkapin perasaan aja ga berani, dasar cowok banci! Wajah pas pasan aja mau jadi pacar gue iiuhhh! Buat lo semua para cewek hati hati nih sama cowok banci, dia cuma mau mainin kalian doang!
by: Rahel Laveri Faleri
Deg!
Apa ini? Apa maksud dari tulisan itu? Kenapa harus ada namanya disana? Apa ini penyebab Vano menjauhi Rahel ? Bahkan Rahel gak tau apa apa tentang hal ini.
Apa ini masalah baru untuk dirinya? Ya tuhan, Rahel ga bisa kalau harus menghadapinya sendiri. Rahel sudah terlalu lelah untuk menjalani semuanya.
Rahel mendongak, menatap Vano memohon.
"Gue ga tau apa apa Van "
"Lo ga usah muna deh! Apa lo ga liat disana ada nama lo HAH?!"
Rahel masih menggenggam kuat kertas itu, seakan menyalurkan rasa sedih itu pada sebuah kertas.
"Disini emang ada nama gue, tapi gue ga tau apa apa!!"teriak Rahel tepat didepan wajah Vano.
Vano tertawa sinis, menarik pergelangan tangan Rahel secara kasar untuk lebih dekat darinya.
"Mulai saat ini, detik ini, gue akan selalu benci sama lo. Dan mulai saat ini juga persahabatan kita putus"
Tes.
Air mata jatuh membasahi pipi Rahel, gadis itu menangis....
Hatinya sesak, kakinya seakan tak kuat untuk menopang tubuh ini. Perasaannya campur aduk.
Rahel menggeleng pelan.
"Gue tau lo lagi bercanda sama gue? Sumpah Van, ini ga lucu banget"
"Ini nyata, kita bukan sahabat lagi"tekan Vano lalu melepaskan genggamannya pada Rahel. Menatap gadis itu tajam.
"Dan jangan berharap kalau gue masih cinta sama lo, setelah kejadian ini gue jadi paham. Gue paham kalau lo menutupi semua yang orang gatau dengan sikap dingin lo. Lo itu seorang murahan, jalang, dan pengkhianat. Lo orang terburuk yang pernah gue kenal"
Setelah mengatakan itu Vano membalikan badannya untuk meninggalkan Rahel.
"Van, Vano... gue gatau apa apa Van. Gue ga mau kehilangan lo"mohon gadis itu sambil menarik tangan Vano.
Tapi usahanya sia sia, ia malah terjatuh dengan lutut berdarah.
Vano pergi meninggalkannya, Vano pergi meninggalkan banyak kenangan yang tersimpan.
"Vano! VAN, VANO LO HARUS PERCAYA SAMA GUE! HIKS BUKAN GUE VAN, GUE GA MAU KEHILANGAN LO"
♥♥♥♥♥
Lanjut? Vote and coment dulu..
Follow!
KAMU SEDANG MEMBACA
Give Up
RomanceGimana rasanya kalo punya pacar yang sering ngulang kesalahannya itu? Padahal dia bilang "aku ga akan mengulanginya lagi" Haha bahkan kata itu sudah basi guys. Dan pasti ada kalimat *kesempatan kedua. Hadehh udah dikasih kesempatan, eh ngulang kesal...
