BAB 40~Mengenal Roman..

93 8 0
                                        

"Cinta itu mudah, asal kita saling memahami satu sama lain.."

***

Cinta itu ribet, cinta itu membingungkan.

Bisa saja kita bercinta dengan mudah, tapi kita juga harus bisa berkomitmen.

Seperti sekarang, gadis dengan pias cantik sedang termenung meratapi nasibnya.

Perlahan demi perlahan orang yang dicintainya hilang.

Semuanya berubah. Ia hanya ingin bahagia. Tapi kenapa sangat sulit?

Tuhan memberi banyak rintangan untuk menuju kepada sebuah kebahagiaan.

Dan Rahel sudah mengalaminya sekarang. Jika Rahel egois, apa boleh? Ah sudahlah, semuanya tidak akan kembali seperti semula.

"Hai"

Suara bariton yang terdengar di telinga Rahel membuat gadis itu menolehkan kepalanya ke samping.

Dan benar saja, ada seorang lelaki tampan sedang ada disampingnya.

"Yes?"

"What's your name?"

"Rahel. And you?"

"Roman"

Rahel menganggukan kepalanya sebanyak dua kali.

Setelah memutuskan untuk pindah ke London, Rahel sekolah disalah satu sekolah elit disana. Tidak, ia lebih banyak menyendiri dari pada bergaul.

Hanya 1 semester dia bersekolah disana.

Dan Roman adalah orang pertama yang menyapanya.

"Orang Indonesia?"

Sontak Rahel menatap mata Roman dalam.

"Lo bisa-"

"Ya, gue asli Indonesia. Gua di London ikut keluarga gua buat bangun bisnis. Tapi gua lahir di Indonesia "

"Oh"

Roman tertawa kecil.

"Dingin sekali. Itu sifat lo?"

"Ya"

Keduanya langsung diam larut dalam pikirannya masing masing.

Sampai akhirnya suara Roman kembali terdengar.

"Lo cantik"

"Hah?"

"Iya lo cantik "

"Siapa?"

"Yang nanya"

Rahel mendengus mendapat jawaban itu. Padahal ia sudah merasa melayang diatas sana.

"Apaansih. Siapa yang dimaksud cantik ?"

"Ya yang nanya"

Rahel terdiam mencerna ucapan Roman. Ya, dia mengerti sekarang.

"Pipi lo kenapa?"

Gadis itu menutup wajahnya malu, pipinya benar benar seperti kepiting rebus.

"ROMAANN!! "

"HAHAHA "

***

10 tahun kemudian....

Sudah lama rasanya waktu berputar. Tanpa disadari oleh siapapun. Semua takdir memang ada ditangan sang maha kuasa.

Sama seperti sekarang. Dengan bertambahnya usia membuat gadis cantik itu bertambah dewasa.

Ya, sudah lama rasanya Rahel berada di London.

Dan disini ia sudah menempuh cita citanya sebagai seorang dokter spesialis kandungan.

Di London mengajarkan dia semakin mandiri. Sifat dinginnya itu seketika hilang diganti dengan sifat ramahnya.

Wajah itu semakin cantik, bahkan banyak dokter yang suka padanya. Termasuk Roman.

Pria itu sekarang menjadi dokter spesialis jantung.

"Huh, bagaimana dengan operasi nya?"

"Ya ya lancar. Meski tadi ada sedikit kendala"

Rahel terkekeh pelan mendengar ujaran Roman. Pria itu baru saja menyelesaikam operasinya. Dan sekarang mereka berada di ruangan Roman.

"Sudah menjadi resiko seorang dokter"

"Ah iya, apa kamu nanti siang ada pengecekan?"

"Hmm, ga kayanya"

Roman tersenyum senang.

"Aku ingin mengajakmu makan diluar. Mau?"

"Mau"

***

Sudah satu jam kedua insan itu berada di cafe terdekat rumah sakitnya.

Rahel hanya mengaduk ngaduk minumannya gabut. Sedangkan Roman sedari tadi berkutat dengan hp nya. Tolong, Rahel sangat bosan hari ini.

"Roman, gue balik duluan"

"Tunggu, temaniku sebentar lagi"

Lagi dan lagi Rahel hanya bisa menghela nafas panjang.

Matanya menelusuri sekitar cafe dengan tenang tanpa beban. Tapi seketika satu pemandangan membuatnya mematung.

Satu sosok.

Ga, itu ga mungkin dia Raheell!

Tapi tatapan mematikan cowok itu beralih kearahnya. Dengan cepat Rahel mengalihkan pandanganya. Ini tidak mungkin!

"Hey, kenapa?"

Roman tiba tiba mengagetkan Rahel, membuat tubuh gadis itu sedikit tersentak.

"E-eh, tidak apa apa. Ayo, gue udah capek"

Roman mengangguk lalu keduanya pun berjalan menjauhi cafe tersebut.

***

Assalamualaikum..

Gais maaf bgt klo update nya telat. Aku sibuk sama tugas yang semakin menumpuk hadeuhh..

Pokoknya selalu stay disini oke!

Thanks...

Give UpTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang