25. Sama-sama Jadi Korban

3.7K 416 127
                                        

Allah subahhanahu wata'alla, menyimpan takdir indah di balik peristiwa kelam yang kamu alami. Jadi, tak usah khawatir tentang masa sekarang dan masa depanmu, karena ada Dia yang telah menjaminnya.

• Dear Jodoh •

Karya Nadia Pratama










• Happy Reading •




Ali mengikuti langkah Alisha yang keluar dari acara resepsi, gadis itu tampak murung. Entah atas dorongan apa, Ali ingin sekali mengikutinya.

Ternyata Alisha pulang ke rumahnya sendiri, namun gadis itu tiba-tiba berjongkok di depan gerbang rumahnya, dia merunduk terlihat Alisha juga memegangi dada sebelah kirinya.

Ali tahu bahwa Alisha pasti terluka atas pernikahan Jojo dan Manda, bagaimana pun juga, dia pernah ada di posisi itu.

Dulu saat Asma dan Rafi menikah, Ali tak datang. Dia memilih berdiam diri di rumah dengan luka yang menganga lebar.

Namun, Alisha kuat untuk menghadiri acara itu, meski pada akhirnya gadis itu tetap menangis atas luka yang dia rasakan.

"Mas Ali?" Ali menoleh ketika seseorang memanggilnya. Dia Syabil.

Syabil tersenyum lalu mendekat ke arah Ali. Syabil sudah merasa lebih baik sekarang jika bertemu dengan Ali, ya meski sisa-sisa perasaannya belum hilang.

"Lihat apa sih? Kok serius banget?" tanya Syabil sambil mengikuti arah pandang Ali.

"Loh? Alisha?" Syabil langsung meninggalkan Ali dan berjalan dengan cepat menuju rumahnya. Ali masih tetap menatap Alisha dari kejauhan.

"Alisha?! Sha?" Syabil ikut berjongkok di depan Alisha saat dia sudah sampai di depan gerbang rumahnya.

"Ka? Hiks...hiks..."

"Ya Allah..." Syabil langsung menarik kepalanya Alisha ke dalam dekapannya.

"Ka hati gue sakit banget! Sesek banget rasanya hiks...hiks..."

"Sttt.... Iya iya, kakak tahu." Syabil menarik kepala Alisha dan menatap wajah sang adik. "Kita masuk ya, tenangin diri kamu." Alisha mengangguk.

Kemudian Syabil membawa sang adik untuk masuk ke dalam rumah. Ali yang melihat Alisha sudah bersama Syabil pun merasa sedikit lebih tenang, yang terpenting gadis itu tidak sendirian.

Syabil membawa masuk Alisha ke dalam kamarnya, dia tahu hati sang adik sedang begitu terluka. Dia tak pernah melihat Alisha menangis seperti ini, biasanya Alisha yang membuat anak orang menangis, kini dia yang di buat menangis.

"Istitahat, kamu gak perlu cerita panjang lebar tentang ini, kakak sudah tahu dan kakak gak mau ungkit hal itu lagi." Syabil mengelus kepala Alisha. Alisha mengangguk pelan.

Alisha lelah menangis, dia lelah dengan keadaan ini. Namun mata dan hatinya benar-benar kompak.

"Gue harap, setelah gue tidur nanti gue bakal hilang ingatan tentang semua ini, aamiin." setelah berbicara dan berdoa sebelum tidur. Alisha memjamkan matanya.


Dear Jodoh Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang