Huek huek huek
Vano terbangun karna mendengar Aresha dari tadi mual mual,ia pikir ia sedang bermimpi ternyata ia melihat Aresha sedang di wastafel memuntahkan isi perutnya.
Huek huek huekk..
Lagi lagi Aresha mual mual seperti ingin memuntahkan seseatu tetapi Vano tidak melihat ada satu pun makanan yang keluar.
Setelah 10 menitan Aresha mual mual dan di bantu oleh Vano untuk memuntahkan isi perut Aresha namun tidak ada yang termuntahkan.
"Van,badan aku lemes banget,kepala aku pusing"ucap Aresha
"Kamu kenapa?"
"Gak tau,tadi pagi tiba tiba mual banget,jadi aku ke wastafel"
Huekkk!
Tiba tiba Aresha kembali mual dan ia berlari ke wastafel lagi,takut ada yang ingin termuntahkan dari perutnya itu.
Vano merasa begitu cemas dengan Aresha,pasalnya baru kali ini ia melihat Aresha lemah sekali.
"Vano!!!"teriak Aresha tiba tiba saat ia merasa kakinya tidak mampu menopang berat badannya lagi,dan untungnya Vano dengan gesit langsung menangkap tubuh Aresha.
Vano menggendong Aresha ke kasur tempat mereka tidur,wajah putih pucat Aresha membuat Vano semakin khawatir,ia memutuskan untung menghubungi Lennie.
"Hallo!apa pagi pagi nelpon hah?"ucap Lennie
"Aduh ma please jangan ngomel dulu okey,ini Aresha lagi gawat"
"Gawat apa?kamu apain menantu mama hah?"
"Astaga ma,Vano gak apa apain,Aresha bangun tadi tiba tiba mual mual trus dia bilang kepalanya pusing"
"Ooo itu,biasa Van!penyakit orang habis nikah!"
"Maksudnya?"
"tanyain ke Aresha deh kapan terakhir ia datang bulan,yaudah bye calon ayah"ucap Lennie
Vano langsung mengerti maksud mamanya itu,dengan wajah yang ceria ia langsung berjalan menuju Aresha
"Sayang!"panggil Vano
"Apa Vano"jawab Aresha lemah
"Kamu kapan terakhir kali datang bulan?"tanya Vano
Aresha sempat berfikir sebentar dan ia langsung ingat bahwa ia sudah telat 1 bulan lebih.
"Astaga Van!aku udah telat 3 bulan lebih!"ucap Aresha
"Yess!"
"Kenapa?"
"Kamu hamil kayanya sayang!"
"Hah!kamu gila!cuma sekali masa langsung hamil"
"Hehe,emang ada yang gitu kok,yaudah biar lebih pasti kita ke dokter kandungan"ucap Vano
Setelah itu Aresha dan Vano pun pergi menuju dokter kandungan kepercayaan keluarga Vano.
"Masih lemes?"tanya Vano
"Lumayan"jawab Aresha
"Yaudah baring aja"ucap Vano
"Gak usah,duduk aja gak apa apa kok"jawab Aresha
Sampailah mereka di sebuah tempat praktek dokter kandungan yang lumayan besar.
Vano dan Aresha langsung masuk ke dalam ruangan,mereka sudah booking antrian jadi mereka bisa langsung masuk.
"Selamat pagi pak Daryan dan Bu Daryan"sapa dokternya
"Pagi juga Dok"jawab Aresha
Dokter kandungan ini seorang laki laki,jujur Vano mengira dokternya perempuan namun dugaannya salah,ia sedikit tidak ikhlas kalau perut istrinya harus di lihat oleh laki laki lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married My Enemy(Completed)
Teen Fiction(REVISI) "Perjodohan?1 kata yang rasanya sudah tidak asing di telinga kita.Namun,inilah yang gue rasain,di jodohin sama musuh sendiri"Aresha Adira Raveena Lecester "Di jodohin?gue kesal tapi gue gak mau buat ortu gue kecewa jadi iyain aja.Gue juga b...
