"Akhirnya sampai juga ke rumah"ucap Aresha ketika menginjakan kaki ke apartemennya
"Bahagia bener?"ucap Vano
"Ehhehe,capek banget hari ini"ucap Aresha
"Yaudah,masuk dulu jangan di depan pintu gini"ucap Vano sambil merangkul Aresha masuk
Aresha dan Vano langsung memasuki kamar.
"Mandi duluan gih"ucap Vano
"Iya"jawab Aresha dan langsung berjalan menuju kamar mandi.
Sambil menunggu Aresha mandi Vano mangmbil ponsel Aresha dan ia mengotak atik ponsel Aresha itu.
Tiba tiba saja Aresha keluar dari kanar mandi dan Vano langsung cepat cepat mengembalikan ponsel Aresha.
"Kenapa?kok kaya tegang?"tanya Aresha
"Gak kok,yaudah aku mandi dulu"ucap Vano langsung cepat fepat masuk ke kamar mandi.
Aresha merasa heran dengan sikap Vano tapi ia pun memutuskan untuk bodo amat saja.
Aresha mengerikan rambut dan ia mendengar notivikasi masuk terus menerus ke ponselnya,ia pun mengecek siapa yang mengirim pesan.
Dia melihat banyak sekali yang mengirimkan pesan sejenis seperti 'Cieee,yang lagi mesraan sama suami' sontak Aresha yang membaca itu pun terheran,ia mengechek statusnya dan boom,Vano mengupload foto selfi dia dnegan captnya 'menikmati hari dengan my lovely husband'
"VANOOOO!"teriak Aresha menggelegar,Vano yang mendengar Aresha teriak dari kamar mandi pun terkekeh karna ia sudah tau apa penyebabnya.
Vano pun keluar dari kamar mandi,dan ia melihat Aresha menatapnya dengan tatapan mematikan.
"Peace sayang"ucap Vano
"Sini kamu"ucap Aresha
Vano berjalan mendekat ke Aresha,ketika sudah dekat dengan Aresha dan ia melihat tangan Aresha sudah ingin melayang untuk menjambak rambut Vano.
Sebelum tangan Aresha mendarat sempurna ke kepala Vano ia sudah duluan kabur dari depan Aresha.
"Hey sini kamu"ucap Aresha
"Kejar aja kalau bisa"ucap Vano keluar dari kamar
Aresha langsung menyusul keluar untuk mengejar Vano,apartemen mereka memang luas serasa rumah,jadi berakhirlah dengan acara kejar kejaran antara Vano dan Aresha.
Mereka sudah mengelilingin seluruh rumah,dan sekarang Vano masuk kembali ke kamar mereka.
"Ayo sini"ucap Vano
"Stop di sana yah!"ucap Aresha
Aresha langsung berjalan mendekati Vano,ia sudah bersiap untuk mencakar cakar Vano,kini Aresha sudah berada di depan Vano.
"Ahhhh"teriak Aresha saat merasakan tubuhnya melayang dan ia terbaring di kasur,siapa lagi kalau bukan Vano ulahnya.
Baru saja Aresha ingin bangun tetapi,Vano langsung menindih Aresha di kasur.
Deg deg deg
Jantung Aresha sudah maraton dari tadi.
"Capek sayang?"tanya Vano
"..."
"Heheh,sama aku juga capek"ucap Vano dan ia langsung berbaring di samping Aresha
Barulah Aresha dapat bernafas dnegan lega setelah melihat Vano tidak lagi berada di atasnya.
"Ngapain coba main kejar kejaran"ucap Vano
"Yang kabur siapa?"tanya Aresha
"Hehehe,damai okey"ucap Vano
KAMU SEDANG MEMBACA
Married My Enemy(Completed)
Teen Fiction(REVISI) "Perjodohan?1 kata yang rasanya sudah tidak asing di telinga kita.Namun,inilah yang gue rasain,di jodohin sama musuh sendiri"Aresha Adira Raveena Lecester "Di jodohin?gue kesal tapi gue gak mau buat ortu gue kecewa jadi iyain aja.Gue juga b...
