part 44

19.7K 960 37
                                        

Aresha baru saja tiba di kamarnya,ia melihat Vano sedang tiduran di kasur mereka,ia mengira Vano belum kembali dari kamar Arekha dan lainnya.

"Udah balik?"tanya Aresha basa basi

"Udah,kamu baru balik?lama banget"jawab Vano masih dengan keadaan berbaring sambil memainkan ponselnya.

"Iya,cerita cerita tadi biasalah cewe"jawab Aresha sambil mengambil baju gantinya.

"Ooo"jawab Vano

Aresha berjalan memasuki toilet untung berganti baju,setelah beberapa menit ia keluar dengan pakaian santainya.

Aresha berjalan ke meja rias yang berada di kamar,ia memakaikan berbagai macam skincare miliknya yang ia bawa.
Setelah selesai,ia bergabung berbaring ke kasur bersama Vano.

"Besok bangunin yah"ucap Vano

"Pastilah orang kamu kebo"jawab Aresha di ingiri tawanya

"Istri durhaka"balas Vano

"Fakta loh yah"jawab Aresha tidak mau kalah.

"Iyain aja biar seneng"ucap Vano

"Harus"jawab Aresha

Tiba tiba notifikasi Wa masuk ke ponsel Aresha dan ia langsung memeriksanya takut penting.

Aqira:
Areshaaaa!!!!!

Aresha langsung menjawab pesan Aqira.

Aresha:
Apaan?

Aqira:
Gabut gue

Aresha:
Ngapain ngasih tau gue?

Aqira:
Jahat ih lo!kesel gue masak gue ngechet Septihan gak di bales😶

Aresha:
Derita lo🤣

Aqira:
Jahat😢

Read

"Kenapa senyum senyum sendiri kaya ornag gila?"tanya Vano yang heran melihat Aresha senyum senyum sendiri

"Sih Aqira di cuekin Septihan"jawab Aresha sambil tertawa

"Molor dia"jawab Vano

"Dari mana kamu tau?"tanya Aresha

"Tadi aku mau pergi dia udah setengah sadar antara dunia mimpi dan dunia bumi"jawab Vano

"Luar biasa itu anak"jawab Aresha

"Ahahha,kasi tau Aqira gih ntar tuh anak galau"jawab Vano

"Biarin aja,paling juga tidur dia bentar lagi"jawab Aresha

"Sungguh pasangan yang cocok"jawab Vano

"Ayo tidur udah malem besok mau ke museum"ucap Aresha

Vano pun mengangguk dan akhirnya kedua insan itu masuk dalam dunia terindah yang tercipta oleh imajinasi selain halu yaitu mimpi.

---

Aresha dan Vani baru saja tiba di tempat perkumpulan yang sudah di janjikan,mereka hampir saja telat karna Vano yang susah di bangunkan.

"Untung gak telat"ucap Aresha

"Kan udah di bilangin gak bakal telat karna selagi Vano belum dateng gak bakal jalan"ucap Vano

"Idih,ditinggal aja baru puyeng ntar"ucap Aresha

"Gaklah,tinggal ke tempat lain aja"jawab Vano

Married My Enemy(Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang