"Anak anak kita akan kembali,silakan naik ke bis kalian masing masing"ucap guru yang di ketahui guru kesiswaan itu.
Semua siswa dan siswi melangkah dengan wajah senang karna sudah akan kembali ke hotel,kecewa karna meninggalkan tempat sebagus ini.
"Yah!masa udah balik kan masih seru di sini"ucap Aresha
"Lain kali kita ke sini lagi yah,sekarang balik dulu"ucap Vano sambil mengelus kepala Aresha
"Yaudah ayo"jawab Aresha sambil menggandeng tangan Vano
Mereka berjalan beriringan memasuki bis,pasangan terromontis sepanjang sejarah SMA Antariksa mungkin jatuh kepada mereka berdua,jauh dari masalah dan adem adem saja.
Mereka duduk dengan tenang di kursi yang berada di bis,begitu juga dengan yang lainnya.
"Udah lengkapkan?ibu males absen lagi,lagian kalian gak bodo juga mau di tinggalin di sini"ucap guru yang mendampingi.
Guru itu langsung saja menyuruh supir menjalankan bisnya,ia dan yang lainnya duduk diam menikmati pemandangan sampailah tiba tiba
"Bu!Rasis gak ada!"ucap seorang murid
Guru itu yang awalnya tenang langsung membelakan matanya dan memandang ke arah siswa itu.
"Hah?beneran??"tanya guru itu
"Iya bu!"
"Pak SUPIR STOP!"teriak guru itu
Ia mengabsen satu persatu murid itu,dan ketika nama Rasis di ucapkan memang tidak ada yang menjawab,ia memeriksa satu persatu bangku dan menemukan Rasis duduk bersama cowo tadi yang melaporkan Rasis tidak ada.
"Jony!Rasis di sini kenapa kamu bilang tidak ada?"tanya guru itu
"Rasis gak ada akhlak bu,masa saya ngomong dari tadi dia gak jawab"ujar sang siswa yang bernama Jony itu
Semua yang berada di bis menepuk jidatnya mendengar penuturan Jony,bisa bisanya bocah itu mengerjai guru galak satu ini.
"Jony kamu ibu tendang dari sini mau?"tanya guru itu dengan wajah memerah menahan marah
"Gak maulah bu pakai nanya!ibu jadi guru udah sarjana lagi masa gitu doang nanya!saya murid lebih pintar lo dari ibu"jawab Jony
"Ingatin ibu buat sabar anak anak"ucap guru itu sambil melirik murid yang lainnya
"SABAR BU!"jawab yang lainnya
"Okey makasih yang udah ingetin,dan kamu Jony!pertama gimana nih Rasis mau jawab kalau dia aja tidur?dan kedua ibu tidak bodo!ya tuhan kenapa otak anak ini engkau hilangkan 1/4 kasihan dia ya tuhan kembalikan otaknya utuh biar pintar kembali"ucap guru itu sambil menatap ke atas
Semua yang berada di dalam bis itu tertawa berbahak bahak menertawai Jony yang di ladeni oleh bu Sina yang galak itu,ternyata guru itu bisa bercanda juga.Mereka juga heran kenapa Rasis kebo sekali,sudah di ajak ngobrol sama Jony dan perkelahian bu Sina dan Jony terjadi di depannya tetapi cowo itu tidak bergeming sedikit pun,mereka bertanya tanya Itu mati sesaat atau tidur?
"Pak jalan!"teriak guru itu pergi dari tempat duduk Rasis dan Jony menujuh temoat duduknya.
"Din,ingetin sabar din"ucap bu Sina kepada rekan kerjanya yang bernama Dina
"Sabar bu Sina"ucap guru itu membalas bu Sina
Semua murid di sana tertawa melihat ulah guru satu itu,ada ada saja masa sabar harus di ingetin dulu bisa.
"Seru deh kalau sekelas sama mereka"ucap Aresha
"Iya bisa puyeng juga entar"jawab Vano
"Hahaha,sayang banget kita gak perna di ajar bu Sina yah,seru kayaknya"ucap Aresha
KAMU SEDANG MEMBACA
Married My Enemy(Completed)
Fiksyen Remaja(REVISI) "Perjodohan?1 kata yang rasanya sudah tidak asing di telinga kita.Namun,inilah yang gue rasain,di jodohin sama musuh sendiri"Aresha Adira Raveena Lecester "Di jodohin?gue kesal tapi gue gak mau buat ortu gue kecewa jadi iyain aja.Gue juga b...
