Ketika sampai di rumah Aresha hanya diam dan sibuk bermain handphonenya,sebenarnya ia tidak benar benar fokus ke ponselnya itu,ia masih memikirkan apakah Vano benar benar menyayanginya atau tidak.
Sedangkan Vano ia baru saja selesai mandi,ia langsung ikutan berbaring di kasur king size milik mereka itu.
"Hey kenapa diam aja dari tadi sayang?"ucap Vano
"Gak kenapa kenapa"ucap Aresha
"Ooo,kamu udah makan belum?"tanya Vano
"Belum"
"Kenapa belum makan?nanti kamu sakit"
"Gak nafsu"
"Harus makan yah sayang,nanti kamu sakit gimana?"
"Gak mau!"
"Aresha!dengerin aku ok,kamu harus makan"ucap Vano
"Aku gak mau Vano,aku gak selera"ucap Aresha
"Makan Res!"ucap Vano meninggikan satu oktaf suaranya
"Kok kamu ngebentak aku?kamu gak sayang lagi sama aku?"ucap Aresha mulai ingin menangis
"Maaf sayang,kamu makan yah"ucap Vano
"Gak mau"
"Makan sayang,dikit aja"
"Mau makan tapi kamu suaping"ucap Aresha
Entah mengapa Vano merasa Aresha dari tadi pagi mereka kesekolah sudah bergitu berbeda,ia ke sekolah moodnya biasa aja,pas di kantin ketemu Lia sama Cresya dia jadi baik dan gak judes,dan beberapa jam yang lalu Aresha tidak ingin berbicara kepadanya sedikit pun sedangkan sekarang Aresha tiba tiba jadi manja sekali terhadap dirinya.
Apa yang terjadi sama Aresha?itulah yang ada dalam benak Vano sekarang.
Dengan segera Vano langsung mengambilkan Aresha makanan yang ada di apartemennya itu.
Selang beberapa menit Vano sudah kembali ke kamar mereka dan ia segera mendekati Aresha.
"Res,ni makan dulu"ucap Vano
"Iya"jawab Aresha masih sibuk memainkan ponselnya
Vano menyuapi Aresha makanan yang ia bawakan itu tadi,Aresha pun menerima makanan itu sambil masih sibuk dengan ponselnya.
"Makan dulu Res"ucap Vano
"Iya iya"jawab Aresha namun ia masih juga memainkan ponselnya
Vano pun mulai kesal dengan Aresha karna ia mencueki dirinya,ditambah Aresha asik membalas chet seseorang dan sambil senyum senyum.
Vano merebut ponsel Aresha dan ia melihat nama yang tertera disana,ia adalah Bimo sang kakak kelasnya dulu.
Tiba tiba ada desiran dalam tubuh Vano yang membuat ia rasanya ingin menumpahkan segala amarahnya ke gadis di depannya sekarang ini.
"Oooo jadi ini yang buat kamu asik sama handphone sampai aku ngomong apa kamu gak dengerin?"ucap Vano dengan nada yang tidak santai
"Apa sih?kak Bimo doang!"
"Doang?"
"Iya,aku cuma ngechet dan gak pelukan sambil mesra mesraan"ucap Aresha
"Kamu ngindir aku sama Lia?"
"Kalau iya emang kenapa?"
"Aku sama Lia cuma kaya adik sama kakak Res"ucap Vano
"Yaudah kalau gitu aku sama kak Bimo juga kaya adik sama kakak"ucap Aresha
"BEDAAAA RESHAAA!bentak Vano begitu keras sampai membuat Aresga menutup matanya
"Kamu gak tau Van gimana perasaan aku pas liat kamu pelukan sama Lia di depan aku,kamu kaya ngangap aku gak ada,aku juga cewe pada umumnya yang bisa sakit hati dan nangis Van,kamu gak bisa liat Lia nangis,tapi aku nangis kamu gak pernah tuh sampai semesra itu,aku juga cewe Van,aku istri kamu,aku butuh kamu"ucap Aresha menunduk
"Kamu juga gak pernah ngertiin aku Res!bahkan aku suruh jangan deketin Bimo kamu masih aja deketin dia"ucap Vano
"Aku gak pernah contactkan lagi sama Kak Bimo,itu semua aku lakuin buat kamu,tapi kamu malah ngeperlakukan aku kaya gak berarti sama sekali buat kamu Van,aku capek"ucap Aresha
"Bukan kamu aja yang capek,aku juga capek"
Vano tidak tahu saja dari awal mereka mulai berdebat,Aresha sudah mulai menangis,dan sampai sekarang air matanya sudah menurun dengan deras.
"Kamu bertindak seolah olah kamu yang peling tersakiti,kamu gak pernah mikir kalau aku juga sakit di sini Van,aku tau dulu aku pernah buat kamu sakit hati,tapi aku gak pernah sampai ninggalin kamu dan aku masih nganggap kamu di samping aku,tapi apa?tadi aja Lia nangis pura pura kamu udah langsung meleleh"
"Jaga ucapan kamu Res,Lia nangis gara gara denger berita kita nikah,dan dia bukan nangis pura pura,Aku gak tahan liat dia sedih"ucap Vano
"Cukup Van,Cukup!hati aku sakit denger kamu belain dia terus!cukup!bukan dia yang tersakiti tapi aku!aku yang seolah jadi penghalang antara kalian berdua,aku aku juga sedih Van bukan dia aja"ucap Aresha mengangkat wajahnya menatap Vano dengan tatapan yang begitu terluka dengan air mata yang telur mengalir
Entah mengapa melihat tatapan dan Aresha menangis membuat hati Vano lebih sakit lagi,bahkan ia lebih tidak tega melihat Aresha seperti ini dibanting Lia tadi.
Aresha masih setia menatap Vano dengan kondisi yang begitu kacau.
"Maaf!sayang maafkan aku!"ucap Vano memeluk Aresha secara tiba tiba
"Hiks hiks!kamu terlalu bersikap Lia segalanya"ucap Aresha
"Maaf!maaf!maaf!aku mohon jangan pernah menangis lagi,hati aku jauh lebih sakit dan tidak tahan melihat kamu menangis bahkan itu sakit air mata saja"ucap Vano
"Hiks hiks hiks hiks"
"Sayang maaf!"
Aresha masih saja menangis dengan begitu pilu,ia benar benar menumpah segela sakit hatinya malam ini.
"Aku akan coba buat lebih memperdulikan kamu dari pada Lia"ucap Vano
"Hmmm"jawab Aresha hanya deheman sambil menganggukan kepalanya di dalam pelukan Vano
"Tidur yah"ucap Vano
"Tapi peluk"jawab Aresha manja
"Iya,sejak kapan istri seorang Vano menjadi manja seperti ini hm?"ucap Vano menggoda Aresha
"Gak tau,padahal aku gak suka manja tapi kaya ada yang nyuruh aja gitu"jawab Aresha
"Yaudah"
Seperti keinginan Aresha,Vano pun harus rela tanganya pegal pegal gara gara harus memeluk Aresha semalam,karna entah mengapa mood Aresha beberapa hari ini benar benar tidak teratur.
Vano mengagumi wajah istrinya yang bak bidadari itu,kulit putih bersihnya,mata indah miliknya serta bibir munyil berwarna pink itu semua milik Vano sekarang,tidak ada yang boleh menyentuhnya selain dirinya.
Hy guysss!double up untuk minggu ini wkwkwk,author gabut jadinya double up dong,guys author mau curhat nih,author ada Doi nih,author sama dia beda daerah kira kira dari rumah author ke daerah dia mau 20 menitan deh gak jauh sih wkwkwk,anaknya baik tapi kdg cuek ges,jadi males aja ngechetnya kadang di read doang tapi habis itu dia jawab pas udah beberapa menit kaya 30 menit atau 1 jam gitu,alasannya sih sibuk,gimana tuh?🤣 share juga dong gimana kalian sama Doi kalian,pokoknya hari ini kita sharing juga wkwkw
KAMU SEDANG MEMBACA
Married My Enemy(Completed)
Teen Fiction(REVISI) "Perjodohan?1 kata yang rasanya sudah tidak asing di telinga kita.Namun,inilah yang gue rasain,di jodohin sama musuh sendiri"Aresha Adira Raveena Lecester "Di jodohin?gue kesal tapi gue gak mau buat ortu gue kecewa jadi iyain aja.Gue juga b...
