Malam harinya, anggota Galderoz dan Delvaroz sudah berada di rumah Mega. Tidak semuanya, hanya beberapa orang yang ikut.
"Jadi, mau apa kalian semua nyerbu rumah gue malam malam begini?" tanya Mega pada semua sohibnya
Regal berdehem. "Jadi gini, gue mau pinjem rumah lo. Cuman satu malam aja!" jelas Regal.
Mega mengerutkan keningnya. "Minjem? Kayak nggak punya rumah aja lo." celetuk Mega.
"Gue minjem bukan buat dijadiin kosan, gue minjem buat ngerayain ultah nya Syila." ujar Regal sambil menyeruput kopi yang dibuat kan Mega tadi.
Mega menatap Regal dengan tajam. Ulang tahun Syila? Kenapa mereka tak memberi tau nya.
"Kok nggak bilang-bilang!" tanya Mega kesal.
"Maaf aku lupa." jawab Bima pada Mega.
Mega mengangguk, lalu menatap kearah Regal.
"Oke, gue pinjemin. Tapi jangan jadiin rumah gue kayak rumah setan oke!" ancam Mega pada mereka semua.
Regal berdecih. "Salahhin Astro." ucap Regal sambil terkikik melihat ekspresi Astro yang menurut nya berlebihan itu.
"Wah bos, kok gue? Salahhin si Tarzan jangan gue!" ujar Astro sambil menunjuk ke arah Dean.
"Enak aja Lo Astro boy!" jawab Dean sambil melempar bantal sofa kearah Astro.
"Inget janji kalian!" ancam Mega pada mereka semua.
Karena sudah larut, mereka semua memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, Regal bertanya pada Mega.
"Apa yang Syila suka?" tanya Regal.
Mega terkekeh. "Cieee, yang mulai jatuh cinta nih!" ledek Mega pada Regal.
Regal berdecak. "Gue serius sialan!"
Mega menghentikan tawanya. "Boneka."
"Lo kalau ngomong yang jelas lah" Regal menggeram kesal.
"Boneka beruang."
Regal berlalu meninggalkan Mega begitu saja. Saat semua orang itu sudah pulang, Mega diam diam tersenyum melihat sikap Regal pada Syila.
'Ternyata singa juga bisa bersikap manis'
***
Regal dan yang lainnya sedang rapat di sudut kantin. Bersama kopi dan es jeruk minuman wajib mereka kadang kala ada rapat.
"Jadi apa rencana kita?" tanya Regal memulai rapat.
"Gimana kalau cuekin dia aja?" ujar Astro sambil meminum es jeruknya. Seger coyy.
Regal berpikir sejenak, lalu bertanya pada Angga yang masih sibuk dengan bukunya.
"Si Syila gampang ngambek nggak?" tanya Regal.
Angga menoleh. "Sensitif banget malahan." jawab Angga sambil membaca kembali bukunya.
Regal menghela nafas.b"Terus gimana?"
"Gimana kalau diemin?" ujar Astro asal yang mendapat jitakan panas oleh Gamal.
"Sama aja oncom!" jawab Gamal kesal.
"Lo bego atau gimana sih Astro boy?!" tanya Vander dengan geram pada Astro.
Astro menggerutu. "Kagak lah, gue ini cuman telat pintar." jawab Astro.
Saat semua orang masih sibuk berdebat, Gara sibuk dengan lukisannya di meja kantin. Regal yang melihatnya langsung berucap.
"Woi Sagara! Lo jangan ngegambar mulu. Lo nggak ada ide buat di sumbangkan?!!" tanya Regal mulai emosi. Sontak saja Gara menghentikan acara gambar menggambar nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REGALDIN [COMPLETED]
Mistério / SuspenseIni tentang Regaldin Redly Andersson. Dengan semua ke khilafan dan juga umpatan di setiap harinya. Kadang dia bisa menjadi dingin, kadang juga bisa menjadi orang bego. Tampang sangar tapi ganteng itu membuatnya menjadi kembaran Jack the Ripper versi...
![REGALDIN [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/215770180-64-k502758.jpg)