Ini tentang Regaldin Redly Andersson. Dengan semua ke khilafan dan juga umpatan di setiap harinya. Kadang dia bisa menjadi dingin, kadang juga bisa menjadi orang bego. Tampang sangar tapi ganteng itu membuatnya menjadi kembaran Jack the Ripper versi...
Kegiatan mereka seperti biasa, ngumpul sambil bercanda, makan-makan, dan nyanyi-nyanyi dirumah Regal. Tak semeriah saat Astro ada. Kini hanya ada Gamal, Aldi, Nathael, dan Daniel yang menghibur.
"Ekhem, gue ada pertanyaan nih." kata Nathael.
"Apaan?" sahut Arthur.
"Sayur, sayur apa yang dingin?"
Rafael menggaruk kepalanya. Rancangan otak Nathael itu memang sedikit melenceng dari orang normal, pastinya pertanyaan yang dilontarkan cowok itu memancing emosi.
Arthur berdecak kesal. " Ikan hiu, makan permen. PAKYU MEN!!"
(Ekspresi Arthur be like)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nathael makin terbahak karena berhasil membuat Arthur jengkel. Si makhluk tatoan itu sangat aneh saat merajuk.
"Lagi satu nih!" Nathael berdehem sebentar, "Gajah, gajah apa yang baik hati?"
"Lo jawab aja dah sendiri." suruh Regal.
Nathael mendelik sambil mencibir. "Sewot lu?!"
"Kalau iya kenapa?! Masalah buat bapak lo?!"
"Masalah buat si gentong iya Bagong!!"
Wush!
"NAUJUBILLAH MIN JALIK!!! ANJAY GURINJAY SI SETAN NONGOL LAGI BANGS*T!!!" Nathael berteriak kaget sambil membaca zikir berkali-kali agar Ayanna pergi.
Gal!
Regal menyeringit, "Kenapa?"
Syila nggak ada di kamar!
Ambyar! Regal dan yang lain langsung pontang-panting menuju kamar Syila. Vander, Julio, dan Rico menuju pagar belakang. Mana tau orang itu lewat belakang.
Regal mendobrak pintu kuat-kuat. Jantung nya berdetak lebih kencang saat retina nya tak menemukan sosok Syila di kasur.
"PENCAR!! CARI SYILA SAMPAI DAPAT!!"
"SIAP!"
Mereka berpencar keseluruh penjuru rumah untuk mencari Syila. Ponsel Regal berdering, disana mencantumkan nama Rengga yang menelponnya.
"Halo Reng, ada apa??"
Syila, Linda, sama Irenne ada di diculik sama Sora. Saya lagi ngikutin mereka. Cepat kesini. Sepertinya benar apa yang dikatakan Vander. Mereka menuju kantor lama itu!
"Oke Reng! Lo tunggu disitu. Gue kesana secepatnya!"
Telpon itu berakhir. Regal mengambil jaket dan kunci motornya lalu pergi keluar untuk menemui Vander. Vander sedang mengamati pagar belakang rumah Regal dengan sebuah alat yang Regal sendiri tak tau alat apa itu.