8. PERHATIAN

4K 243 7
                                        

Setelah dua jam pingsan, akhirnya Syila sadar. Ia mengerjap beberapa kali untuk menyempurnakan penglihatan nya. Ia melihat sekeliling. Putih? Dan bau obat? Apa dia di rumah sakit? Syila ingin duduk, tapi sebuah suara menghentikan nya.

"Udah mendingan lo?" Syila melihat ke arah sumber suara. Ia melihat, Regal sedang berdiri sambil bersedekap tangan. Syila menelan ludah.

Kenapa si singa ada di sini?

Syila ingin duduk, tapi Regal menghentikan nya. "Jangan banyak gerak, jahitan di pundak Lo ntar kebuka." tegur Regal sambil menolong Syila untuk tidur kembali.

"Capek tau tidur mulu." kata Syila  jengkel.

Regal menghela nafas. "Jangan bandel Syila."

Syila berkomat kamit baca doa agar Regal tidak marah pada nya.
"Maaf." ucap Syila sambil menunduk.

Regal tersenyum tipis, ia tak mengira bahwa cewek ini mudah terbawa suasana. Regal mengangkat dagu Syila untuk menatap matanya. Sesaat Regal terlena dengan mata Syila. Cukup lama ia menatap mata hitam pekat milik Syila itu lalu berkata.

"Makanya jangan bandel kalau dibilangin." ucap Regal sambil mencubit pipi Syila yang membuat si empu meringis. Regal yang sadar akan aksinya langsung meminta maaf.

"Maaf gue nggak sengaja." ucap Regal meminta maaf.

"Sakit tau." ujar Syila sambil mengerucutkan bibirnya yang membuat Regal jadi gemas.

"Gue gemes tadi." kata Regal tanpa sadar. Syila sontak menengok ke arah Regal sambil mengerjapkan matanya.

"Lu-lupakan." ucap Regal tergagap.

Mulut sialan

"Lo lapar?" tanya Regal mengalihkan pembicaraan.

"Hehehe tau aja." jawab Syila cengengesan.

Regal berusaha menahan bibirnya agar tidak tersenyum.
"Kalau gitu tunggu disini." ucap Regal lalu pergi keluar mengambil makanan.

Setelah cukup lama, Regal datang dengan nampan berisi makanan dan minuman diatas nya. Syila yang melihat Regal membawa banyak makanan berjingkrak kegirangan.

Yeaaay makan!!

Regal yang melihat ekspresi menggemaskan Syila mengulum senyumnya.

Oh Angga napa bisa lo dapat cewek kayak dia, gemes gemes nanggung

Regal mengambil kursi lalu duduk di samping bankar Syila. Saat Syila ingin mengambil nampan itu, Regal menahannya.

"Biar gue yang suapin." ucap Regal pada Syila. Seberkas rona merah terlintas di pipi Syila. Ia berusaha keras menahan degup jantungnya agar tak bablas keluar.

Regal dengan telaten menyuapi Syila. Sedangkan Syila, rona merah itu bertambah jelas di pipinya akibat tindakan Regal. Dan Regal sendiri juga berusaha mengontrol jantung nya yang seperti sedang lari maraton.

Saat sudah selesai menyuapi Syila, Regal memberi kan baju ganti untuk Syila. Syila pun mengambil nya. Saat ia ingin turun, tapi Regal melarang nya.

"Biar gue gendong." kata Regal yang membuat Syila membulatkan matanya. Tanpa aba aba, Regal menggendong Syila sampai depan pintu kamar mandi. Saat sudah sampai, Syila langsung berlari kedalam kamar mandi tersebut sambil membanting pintu kamar mandi itu.

***

Setelah 15 menit, akhirnya Syila keluar dengan penampilan fresh nya. Baju kaos lengan panjang warna hijau, training hitam dan rambut yang di ikat membuat nya tambah cantik. Regal yang melihat Syila bergumam dalam hati.

REGALDIN [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang