31. VANDER DAN JULIO

1.2K 91 4
                                        

"Bisa lo jelasin kenapa muka lo bisa bonyok kayak gini?"

Vander saat ini sedang di Nusantara. Ya, setelah Julio mengirim email kepadanya tadi ia langsung tancap gas. Dan pada akhirnya dia juga harus mengelus dada melihat keadaan Haris saat ini.

"Hm"

Vander berdecak. Kenapa lagi dengan cowok ini sekarang? Sampai-sampai ia tak mau menjawab dengan kalimat panjang sedikit pun.

"Ck, jawab gue." ucap Vander menaikkan volume suaranya.

"Lo tanya sendiri noh sama si Jul." jawab Haris menunjuk Julio.

Tak mau ambil pusing, Vander langsung menghampiri Julio yang sedang duduk merenung itu.

"Si Haris kenapa lagi?" tanya Vander.

"Biasa, habis adu jotos." jawab Julio.

"Sama?"

"Frans."

Vander menaikkan salah satu alisnya. "Bocah sialan itu ngapain lagi?"

Julio menatap Vander tajam. Menyuruh cowok itu untuk menutup rapat persoalan ini sampai mereka berdua mendapatkan bukti yang kuat. Vander mengangguk. Cowok itu mendudukkan dirinya di hadapan Julio.

"Jadi?" tanya Vander lagi.

"Ratu hampir diculik si Frans." jawab Julio sambil menghela nafasnya.

Vander yang tadinya kesal bertambah kesal lagi saat ini. Si bocah sialan itu ternyata nekat juga.

"Bisa lo ceritain lebih jelas?"

"Hm."

Flashback

Ratu sedang berjalan-jalan di belakang sekolah. Saat ini ia sedang bosan. Haris sedang sibuk, Anton sedang ada latihan karate, dan Bisma sedang sibuk makan di warteg samping sekolah.

Saat ia ingin duduk di bawah sebuah pohon, ada seseorang yang membekap mulutnya dari belakang. Seketika pandangannya kabur. Dan pada akhirnya ia pingsan.

Julio yang saat itu juga sedang mengambil angin itu langsung membelalak. Tanpa basa-basi ia langsung memberi bogem mentah orang itu. Alangkah kagetnya dia saat tau orang itu adalah Frans.

Dan pada saat yang tepat Haris pun datang. Cowok itu menyuruh Julio untuk membawa Ratu ke UKS. Sesampainya di UKS Julio langsung memberikan email kepada Vander bahwa saat ini pasti Haris sedang tak bisa dikendalikan.

Setelah memberikan email itu, Julio menyuruh Bisma untuk ke UKS. Setelah Bisma datang, Julio langsung berlari menuju belakang sekolah. Dan benar dugaannya. Frans Hampir saja mati ditangan Haris.

Julio langsung menghentikan aksi brutal Haris. Dan apesnya, ia juga mendapat sebuah bogem dari sahabatnya itu.

Setelah Frans pergi dengan terseok-seok, Julio langsung menyuruh Haris untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu.

Flashback (End)

Vander langsung mengeram mendengar cerita Julio tadi. Lihat saja, dia dan Julio pasti akan memberi si kampret itu pelajaran nantinya.

"Sekarang kita yang ambil alih." ujar Vander serius.

"Hm, ini tugas kita."

Vander menyeringai. Ia sudah tak sabar lagi ingin memberi orang itu pelajaran yang tak bisa ia lupakan sampai mati.

"Jam 5 stand by di gudang tua tempat biasa." kata Vander sambil melirik jam tangannya.

"Hm, Lo bolos?" tanya Julio.

REGALDIN [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang