50. PERSAHABATAN BAGAI KEPOMPONG

1.2K 88 5
                                        

"AKU SUKA BODI JANDA MUDA!! JANDA, JANDA MUDA!! JANDA ANAK TIGAAAA!!!"

Sekelompok manusia purba berkumpul di dalam kamar Syila dengan segala keributan mereka. Gamal sedang asyik menyanyikan sebuah lagu yang dia tau dari Dean dengan semangat. Kalau saja ada Astro, pasti akan lebih ribut.

"PAKAI INGUS CAIR!!! LEBIH LENGKET, LEBIH ASIN!!! SETIAP KALI BERSIN..... DIA KELUAR!!!!"

Sekarang giliran Nathael yang bertingkah gila. Sedangkan kembarannya hanya bisa mengucap istighfar berkali-kali dalam hati.

Mukul diri sendiri sakit nggak ya?

Syila sudah boleh pulang kemarin malam, beberapa jam setelah operasi Regal. Dan cowok itu tetap bersikukuh untuk pulang bersama Syila. Padahal dia baru selesai dioperasi.

"Bisa nggak, kalau nyanyi itu kalem-kalem aja?" tanya Vander pada Nathael dan Gamal.

Nathael mendelik. Cowok itu menyuruh orang-orang untuk menghindar sedikit. Nathael membuat gerakan seperti penari balet dengan wajah super menjengkelkan.

"Iri bilang sayang!"

(Ekspresi Nathael)

Rafael memandang Nathael dengan ekspresi jijik bercampur geli

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Rafael memandang Nathael dengan ekspresi jijik bercampur geli. Cowok itu terus berpikir, kenapa dia punya kembaran sejenis Nathael?

"Jijik gue sama lo El. Sumpah kagak bohong!" kata Regal sambil bergidik.

Syila yang tiduran disamping Regal tertawa geli. "Itu kan juga teman kamu Gal."

"Iya temen aku. Tapi yang versi orang purba nya." Regal tertawa keras setelah mengatakan itu. Dia tertawa sampai membuat perutnya terasa ngilu. Ingat Gal. Baru operasi woi!

"WOI EL! BELIIN GUE MI DI WARUNG BU MARTINI DONG!! YANG ISI DUA YA!!"

Mega memberikan uang 10.000 pada Nathael. Nathael dengan terpaksa menuruti Mega. Ya, karena sekarang si bulet lagi tanggal. Mau nggak mau harus dituruti. Daripada badan gue merah semua, mending turutin aja. Batin Nathael.

"Kalau ada lebihnya, buat gue ya. Sekalian beli ale-ale warna ungu."

"Ambil aja. Yang penting mi gue ada."

"Sip! Pergi dulu mandan!" Nathael pergi dengan cepat menuju warung Bu Martini yang ada di barat daya rumah Regal. Tak jauh, jadi bisa jalan kaki.

"Ekhem, gimana buat refreshing kita nyanyi aja." usul Bima.

Regal manggut-manggut, lalu dia bertanya. "Nyanyi apaan?"

"Nyanyi yang ada kepompong itu tuh."

"Kepompong? Lagu yang mana sih?"

REGALDIN [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang