Gathan tidak akan menyangka setelah pertemuan pertamanya dengan Gladies, akan berdampak besar pada kehidupannya. Memberi warna di setiap hari-harinya.
Namun tidak dengan Gladies. Baginya, Gathan itu adalah dampak buruk. Selain kehidupannya yang perl...
"Kamu hanya perlu tahu. Jika memang dia yang terbaik, pastilah dia akan mengakuimu"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suara bel sekolah terdengar nyaring di telinga. Seketika atmosfer yang ada di kelas berubah, yang tadinya hening karena proses pembelajaran, sekarang justru lebih terlihat riuh dengan kehebohan murid.
Bu Rani selaku guru yang mengajar jam pelajaran terakhir, mengambil bukunya di meja. Membereskannya dan bersiap keluar kelas.
"Baiklah anak-anak, kita sudahi sampai disini. Sampai ketemu lagi besok" Ujar Bu Rani.
"Baik Bu" Jawab semua murid kelas serentak.
Setelah Bu Rani keluar kelas, barulah giliran murid-murid di kelas perlahan keluar dari kelas. Gladies masih sibuk berkutat dengan pulpen dan buku catatannya, membereskan sebagian catatan yang sebentar lagi ia selesaikan.
"Fyuhhh... Akhirnya selesai" Gladies menghembuskan napasnya lega saat catatannya sudah selesai.
Getaran dari sakunya menyadarkan Gladies. Ia mengambil benda pipih berwarna hitam tersebut. Dilihatnya sebuah pesan masuk dari layar HP nya. Gladies tersenyum melihat chat dari seseorang.
Kak Revan
Tungguin bentar ya, gue lagi beresin ruang osis dulu. Entar kita pulang bareng, oke?
Oke kak:)
Gladies menaruh benda pipih tersebut dalam saku roknya setelah selesai membalas chat dari Revan. Ia memasukkan buku catatannya ke dalam tas. Menggantungkan tas pada bahunya kemudian berjalan keluar kelas.
Baru kakinya menyundul satu langkah keluar kelas, dirinya dikagetkan oleh tepukan dari bahunya.
"Gladies!" Gladies menoleh ke belakang.
Ternyata Sasha ada di belakangnya juga bersama pacarnya si Adrean.
"Balik bareng kuy!" Ajak Sasha pada Gladies.
"Ogah! Yang ada entar gue jadi nyamuk lagi" Tolak Gladies langsung.
Ia tak mau jadi nyamuk di antara keduannya. Cukup sekali saja ia merasakannya saat waktu Sasha meminta untuk pulang bersama. Gladies pikir hanya ada Sasha dan dirinya saja. Namun saat tiba di mobil Sasha, rupanya sudah ada Adrean yang duduk santai di kursi Supir.
Lagian kan dia ada janji untuk pulang bersama Revan. Jadi ia tak perlu pulang bersama Sasha dan Adrean. Nanti ujung-ujungnya, Gladies akan menjadi nyamuk yang hampa diantara keduannya.