Gathan tidak akan menyangka setelah pertemuan pertamanya dengan Gladies, akan berdampak besar pada kehidupannya. Memberi warna di setiap hari-harinya.
Namun tidak dengan Gladies. Baginya, Gathan itu adalah dampak buruk. Selain kehidupannya yang perl...
"Aku disini merasa sendiri di tengah keramaian orang. Aku merasa hampa sendiri tanpa ada indahnya hari disaat ku menanti"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kakinya menyundul keluar setelah Bus berhenti di halte dekat rumahnya. Gathan berjalan kembali ke rumah yang tidak terlalu jauh jaraknya dari halte.
Ia menoleh ke arah kanan dan kiri untuk memastikan jalanan sudah sepi. Setelah jalanan dirasa sudah tidak ada kendaraan yang lewat, Gathan melangkah untuk menyebrangi jalan.
Rumahnya yang terletak di tepi jalan sudah terlihat oleh matanya. Gathan perlahan membuka gembok pagar dengan kuncinya. Ia memutarkan kunci ke arah kanan, barulah gembok bisa terbuka.
Setelah masuk, tidak lupa Gathan menutup kembali pagar rumahnya. Supaya tidak ada orang asing yang dengan seenaknya masuk ke dalam rumah.
Dibukanya pintu rumah dengan menggunakan kunci kembali. Setelah berhasil, ia putar knopnya dan mendorongnya perlahan membuka pintu. Pintu perlahan terbuka menunjukan isi di dalam rumah. Kosong. Tidak ada siapapun di rumah ini sekarang selain dirinya seorang.
Gathan melepas sepatu sekolah miliknya dan menaruhnya di rak yang berada di luar rumah. Pandangan ini sudah biasa ia lihat dan rasakan setiap hari. Tidak ada suara seseorang yang menyapanya ketika pulang sekolah ataupun ketika ia membuka pintu. Semuanya kosong, hampa dengan hanya semilir angin yang menyapanya.
Gathan beranjak naik ke atas menuju kamarnya. Ia membuka knop pintu kamar lalu mendorongnya pelan, melangkah masuk setelah pintu terbuka. Gathan menekan saklar lampu guna menerangi ruang kamarnya.
Dilemparnya tas miliknya ke atas kasur lalu ia hempaskan tubuhnya begitu saja di ranjang kasur. Menatap langit kamarnya yang berwarna putih, membawanya untuk sedikit melihat beberapa klip gambaran tentang masa lalunya. Disaat dirinya masih merasa kehangatan di rumah ini, disaat dirinya tidak merasa kesepian dalam kesunyian ini.
Andai itu semua masih bertahan sampai sekarang, mungkin Gathan tidak akan merasakan ini selama tiga tahun dalam hidupnya.
Gathan merasa kesepian. Tidak ada seseorang yang memanggil namanya lagi untuk sekedar membangunkannya ketika dia tidur. Tidak ada teriakkan kemarahan, tidak ada tawa lepas, tidak ada kehangatan yang Gathan rasakan lagi sekarang. Semuanya berubah setelah kejadian tiga tahun lalu.
Perlahan ia menoleh ke samping kanan. Melihat foto yang terletak di atas meja kamarnya. Gathan perlahan bangkit dari tidurnya, mengambil foto itu dari atas meja. Gathan mengusap pelan bingkai foto, ia membersihkan sedikit debu yang menempel pada bingkai. Foto saat ia kecil terlihat di sana. Foto dimana usianya baru menginjak 6 tahun itu. Gathan tersenyum memandangi foto yang ia pegang dengan erat.