Welcome readers
Alangkah baiknya vote dulu sebelum baca ya
Maafkan jika ada typo:v
Happy reading:)
"Entah apa yang aku rasakan sekarang. Sebenarnya aku ini kenapa? Sampai bayanganmu selalu muncul dipikiranku"

Malam ini Gladies sibuk merawat dirinya. Ia menggunakan berbagai macam cream kecantikan yang ia gunakan. Tidak lupa juga ia memakai masker wajah untuk mempercantik dan melembabkan kulitnya.
Gladies mengaduk masker yang sudah ia siapkan di dalam sebuah mangkok. Ia aduk sampai merata semua bahan, agar tercampur. Barulah setelah dirasa siap, ia oleskan secara perlahan di permukaan kulit wajahnya.
Sensasi dingin begitu terasa di kulit wajahnya, saat masker yang digunakan sudah bersentuhan dengab kulit. Gladies mengoleskan masker secara merata di permukaan kulit. Tidak lupa juga ia memaikai timun yang sudah dipotong tpis. Lalu diletakan di bagian matanya, namun matanya harus terpejam saat timun itu berada di atas matanya.
Gladies membaringkan tubuhnya di kasur. Membiarkan maskernya bekerja dengan maksimal. Untuk mengusir rasa bosan selama maskeran, Gladies mendengarkan musik melalui earphone. Begitu earphone sudah menempel di telinganya, suara alunan nada musik yang merdu langsung menggema di telinganya.
Berbagai lagu ia putar secara random. Memang tujuannya untuk menghilangkan bisan selagi menunggu masker yang digunakannya siap untuk dilepas.
Baru mendapat ketenangan jiwanya karena tidak ada yang mengganggu, tapi itu tidak berlangsung lama. Karena saat ini, pintu kamarnya digedor cukup keras dari luar.
Tanganya mengepal kesal. Keinginannya untuk mendapat ketenangan di dalam kamar, sepertinya tidak bisa ia dapatkan. Buktinya sekarang ada yang mengganggu waktunya.
"Bentar!" Gladies setengah berteriak. Dengan tak rela, ia melepas timun yang belum selesai ia gunakan di mata. Jika tidak dilepas, nanti Gladies tidak akan bisa melihat ketika berjalan. Malah nanti bisa saja ia tersungkur karena kegelapan pandangan matanya.
Gladies perlahan beranjak dari tempat tidurnya dengan malas. Dibukanya pintu knop kamar, lalu ia manariknya pelan.
"Apaan sih?" Tanya Gladies setelah tahu siapa yang menggedor pintu kamarnya. Dia adalah Aksa.
"Kak, bantuin Aksa ngerjain soal ini" Aksa menunjukan sebuah soal yang ada di buku catatannya. Seperti soal matematika.
Gladies menyipit, melihat dengan jelas soal yang Aksa tunjuk. " Coba sini Kakak lihat" Gladies mengambil buku catatan Aksa, untuk memastikan apa benar itu soal matematika atau bukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello, Gath! (Series 1) [COMPLETED]✔
Teen FictionGathan tidak akan menyangka setelah pertemuan pertamanya dengan Gladies, akan berdampak besar pada kehidupannya. Memberi warna di setiap hari-harinya. Namun tidak dengan Gladies. Baginya, Gathan itu adalah dampak buruk. Selain kehidupannya yang perl...
![Hello, Gath! (Series 1) [COMPLETED]✔](https://img.wattpad.com/cover/216544572-64-k581688.jpg)