Gathan tidak akan menyangka setelah pertemuan pertamanya dengan Gladies, akan berdampak besar pada kehidupannya. Memberi warna di setiap hari-harinya.
Namun tidak dengan Gladies. Baginya, Gathan itu adalah dampak buruk. Selain kehidupannya yang perl...
"Suatu saat kamu akan tahu, setelah meninggalkan sesuatu yang baik dan sadar jika itu kesalahan terbesar dalam hidupmu"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gladies tidak akan menyangka di tempat ini dan di waktu sekarang dirinya bisa bertemu dengan seseorang yang membuatnya naik darah. Orang itu justru dengan santainya tidak peduli dengan keadaan yang telah ditimbulnya. Kekacauan yang telah dibuat menimbulkan berbagai macam kekacauan dalam hidup Gladies. Mulai dari banyaknya murid yang mengatainya, menjadikannya bahan pembicaraan sampai menjauhnya Revan.
Gladies manatap ke luar jendela Bus. Memandangi suasana luar untuk menenangkan atmosfer dalam dirinya. Jangan sampai ia menjadi tua hanya karena terus kesal kepada Gathan.
Kini mereka berdua tengah berada di tempat yang sama. Duduk bersebelahan di dalam Bus yang mengantar mereka ke sekolah.
"Males banget ketemu dia" Batinya kesal merutuki nasibnya bertemu Gathan pagi ini.
Tapi Gathan justru nampak tenang. Tidak ada sedikitpun kerisihan saat bersama Gladies walau kadang cewek itu memarahi dan kesal kepadanya. Gathan terlalu santai menanggapinya.
Setelah beberapa menit mereka di dalam perjalanan, Bus pun tiba di halte dekat sekolah. Gladies ingin beranjak terlebih dulu. Namun Gathan menghalangi jalannya.
"Minggir! Gue duluan yang lewat" Kata Gladies tidak terima Gathan mendahului langkahnya.
Gladies menyingkirkan Gathan dan berjalan mendahului cowok itu. Gathan hanya menatap Gladies lurus. Kemudian ia berjalan di belakang Gladies.
Gladies berjalan di depan Gathan, memperlambat langkahnya. Perlahan ia berbalik ke belakang menatap Gathan dengan tajam dan berjalan mundur dengan pelan.
"Jaga jarak! Dua meter lo jalan di belakang gue!" Katanya sambil menunjuk Gathan.
Gathan mengedikkan bahu acuh mendengar perkataan Gladies. Gathan hanya diam sambil melihat Gladies yang berjalan mundur perlahan. Tapi dia tetap berjalan di belakang Gladies dengan jarak dua meter.
Disaat Gladies berbalik ke depan, matanya tidak sengaja menatap seseorang yang belum lama ini menjauhi dirinya. Tidak lain adalah Revan. Pandangan keduanya saling bertemu beberapa detik. Gladies menatap Revan, begitupun dengan Revan yang menatap balik Gladies. Tapi dari tatapannya, dapat diartikan berbeda dari biasanya. Tatapannya lebih terkesan cuek dan dingin.
Dari matanya, Gladies bisa menangkap kalau Revan melihat ke seseorang yang ada di belakangnya. Ya, dia melihat Gathan yang berjalan di samping Gladies, walau jarak keduanya cukup jauh. Namun tetap sama, pasti Revan sekarang mengira kalau Gladies ada sesuatu dengan Gathan. Padahal kenyataanya tidak.