Gathan tidak akan menyangka setelah pertemuan pertamanya dengan Gladies, akan berdampak besar pada kehidupannya. Memberi warna di setiap hari-harinya.
Namun tidak dengan Gladies. Baginya, Gathan itu adalah dampak buruk. Selain kehidupannya yang perl...
Yeyyy Happy 5k readers🎉🎉 Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan memberi votenya. Sekali lagi terimakasih❤❤.
Sesuai janji, aku up extra chapternya. Walau udah 5k lebih dikit. Tapi gak papa, kan masih zona 5k wkwk.
Jadi sebelum itu
Alangkah baiknya vote dulu sebelum membacacerita ya😊
Happy reading semuanya:v
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Menurut kamu yang mana. Ini atau ini?" Gadis itu menunjukan dua benda yang ada di genggaman tangannya.
"Yang ini" Cowok di hadapannya menunjuk benda yang berada di genggaman tangan kiri.
"Beneran?" Tanya si gadis mengulangi.
"Bener, Dies. Udah berulang kali kamu tanyain mana yang bagus." Cowok di hadapannya, Gathan mulai kesal.
Gladies sejak tadi terus memutar pertanyaan yang sama. Mana yang lebih baik dipilih. Botol Tumbler yang berada di tangan kanan atau kirinya. Ia menanyakannya terus kepada Gathan. Sampai Gathan mulai jengah. Padahal gambarnya sama saja, sama-sama Panda.
Memasukan kedua benda tersebut ke dalam troli belajaan. Gathan hanya bisa menghela napas sabar saat gadisnya itu sudah melangkah di depannya.
Gathan mengekor di belakang Gladies. Mereka berdua berkeliling kembali di area supermarket.
Gathan memang sengaja pergi kemari. Karena permintaan Gladies yang meminta untuk ditemani. Lagipula ia juga sekalian untuk berbelanja bulanan.
Arya, Papahnya menyuruhnya untuk berbelanja keperluan bulanan. Seperti bumbu masak dan juga yang lainnya. Karena pembantu di rumah sedang cuti untuk beberapa hari jadi Gathan yang harus membelinya.
Tapi tidak apa. Karena Gladies ada bersamanya. Jadi ia tidak terlalu kesulitan saat memilih bahan masakan yang tidak ia ketahui.
Mereka berdua terus mengelilingi area supermarket. Melihat-lihat semua isi di dalamnya. Mulai dari makanan hingga perabotan.
Gladies memilih bahan masakan keperluan dapur beserta sayuran juga. Gathan, pacarnya meminta Gladies untuk memilih bahan keperlua di dapur. Karena Gathan tidak jago dalam memilih.
Saat keduanya sedang berkeliling, Gladies terfokus pada lorong yang di sampingnya berisi berbagai macam boneka. Seolah ada magnet kuat yang menariknya. Gladies berjalan mendekat ke arah tempat yang terdapat banyak boneka.