Gathan tidak akan menyangka setelah pertemuan pertamanya dengan Gladies, akan berdampak besar pada kehidupannya. Memberi warna di setiap hari-harinya.
Namun tidak dengan Gladies. Baginya, Gathan itu adalah dampak buruk. Selain kehidupannya yang perl...
"Kita mungkin butuh proses untuk menyesuaikan keadaan, biar nanti waktu yang akan menjawab tentang kepastiannya"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi ini Gladies sudah bersiap dengan seragam sekolah yang dikenakannya. Sekarang jam menunjukkan pukul 6 namun Gladies sudah siap untuk berangkat. Berbeda dengan adiknya Aksa, yang justru masih bolak-balik seperti setrikaan.
Gladies menjadi pusing melihat Aksa yang mondar-mandir entah mencari apa.
"Nyari apa si dek?" Tanya Gladies yang sedang mengikat tali sepatunya.
Aksa justru tidak menjawab. Ia masih tetap sibuk dengan mondar-mandir tak jelas. Gladies mengedikkan bahu, lebih baik ia berangkat saja lebih dulu dari pada menunggu adiknya yang sejak tadi pusing sendiri.
Gladies mengikat akhir tali sepatunya dengan kencang suapaya tidak terlepas. Kemudian beranjak bangun, menepuk-nepuk roknya pelan.
Saat baru beberapa langkah kakinya berjalan, Aksa bersuara selama tadi dia sibuk mencari apa yang entah Gladies tahu.
"Kak mau kemana?"
"Ya sekolah lah! Masa mau ke pasar" Balas Gladies dengan galak. Ia menggendong tas di pundaknya.
"Kok gak bareng?" Tanya Aksa.
"Gak ah, yang ada entar gue telat lagi karena nungguin lo kelamaan. Udah lo berangkat bareng Papah aja, gue berangkat duluan. Bye"
Sebelum Aksa kembali bersuara Gladies sudah buru-buru keluar dari rumahnya. Aksa yang menatap kepergian Kakaknya yang terlebih dulu hanya bisa menahan kesal.
Sebelum Gladies keluar dari gerbang rumahnya, ia mengecek ponselnya terlebih dulu. Siapa tahu Revan mengabarinya sekarang.
Gladies menekan beberapa angka sebagai kata sandi HP nya. Ia membuka chat nya dengan Revan. Masih kosong. Tidak ada notif masuk dari papan chat nya bersama Revan.
"Apa mungkin Kak Revan masih siap-siap kali ya?" Batin Gladies
Gladies mengetikkan beberapa huruf dari pesan chatnya. Mencoba mengabari Revan apakah ia jadi menjemputnya atau tidak.
Baru saja ia akan mengirimkan pesan kepada Revan, terdengar nada dering dari Teleponnya. Teleponnya bergetar, setelah Gladies melihat siapa yang menelfonnya sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman. Revan mengabarinya lewat Telfon.