Gathan tidak akan menyangka setelah pertemuan pertamanya dengan Gladies, akan berdampak besar pada kehidupannya. Memberi warna di setiap hari-harinya.
Namun tidak dengan Gladies. Baginya, Gathan itu adalah dampak buruk. Selain kehidupannya yang perl...
"Aku tidak tahu sekarang. Kenapa kau pergi begitu saja tanpa adanya alasan yang jelas"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dies, bangun, sekolah sayang" Suara lembut Rita terdengar samar di telinga Gladies.
Masih setengah sadar, ia mencoba menyadarkan dan membuat matanya perlahan terbuka. Namun, karena kantuknya masih belum bisa dikalahkan, jadi ia sedikit susah untuk bangun. Apalagi membuka matanya dengan lebar.
Kasur yang ia tiduri seolah seperti magnet yang dapat menarik tubuhnya. Setelah menempel, maka susah untuk dilepaskan.
Sinar matahari sudah mulai menyeruap masuk melalu jendela kamar. Biasan cahayanya membuat kamar Gladies mendapatkan cahaya. Namun walau sinar matahari sudah menyilaukan hingga ke matanya, Gladies masih tetap tidak beranjak dari tempat tidurnya.
"Sayang, ayo bangun. Kan hari ini sekolah" Suara lembut Rita kembali terdengar di telinga Gladies. Sekarang ia bisa merasakan kalau Rita perlahan duduk di samping posisinya tidur.
Gladies bisa merasakan belaian lembut yang menyurai rambutnya. Rita mengelus rambut Gladies pelan "Ayok bangun, sayang"
"Lima menit lagi, Mah" Ujar Gladies. Ia menutupi wajahnya dengan guling. Dipeluknya guling itu dengan erat, menutupi wajahnya agar Mamahnya tidak melihat wajah Gladies. Hanya lima menit, Gladies ingin menikmati sisa rasa kantuknya.
Tapi dengan cara tak terduga yang di lakukan Rita, akhirnya membuat Gladies menyingkirkan guling yang menutupi wajahnya.
"Bangun gak?!" Rita menarik satu telinga Gladies, agar bisa bangun dari kasurnya. Gladies mengaduh, meminta Rita untuk melepaskan jeweran di telinganya.
"Aduh, Mah sakit. Iya, iya Gladies bangun" Ucap Gladies memohon kepada Rita agar melepaskan jewerannya.
Setelah Rita melepas jewerannya, Gladies mengusap daun telinganya yang terasa sakit dan memerah.
"Cepet mandi!" Omel Rita.
Gladies langsung beranjak dari tempat tidurnya, mencari handuk di dalam lemarinya. Setelah dapat, Gladies langsung melesat pergi ke kamar mandi setelah ia mendapat pelototan dari Rita. Mamahnya jika sudah marah, akan membuat seisi rumah hancur. Nanti, telinganya akan menjadi santapan jeweran maut Rita. Membayangkannya saja sudah membuat Gladies ngeri.