Di pagi yang cerah matahari tampak bersinar terang menyinari Bumi-nya. Membuat siapa saja akan terbangun saat sinar matahari menerobos masuk lewat jendela anak manusia.
"Aishh... Silau" renggut Kezia sambil menutupi wajahnya saat sinar matahari menerangi wajahnya.
"Dek... Cepet turun! " teriak dari bawah, yang entah tak tau suara milik siapa.
Kezia terperenjat kaget,terbangun dari posisi tidurnya. 'Kenapa sih? Baru bangun jugak' kesal Kezia dalam hati.
"Dek! Udah bangun belum sih lo? " tiba-tiba terdengar suara bariton laki-laki yang semakin mendekat dan diikuti ketukan langkah kaki,seperti menaiki tangga.
"Iya... Gwe mandi dulu! " balas Kezia teriak, sambil menyibakkan selimutnya dan berjalan gontai memasuki kamar mandi.
"Hah?? Lo baru mau mandi?!" teriak dari luar sambil membuka pintu kamar Kezia.
"Berisik deh Kak, keluar sana... Mau mandi gwe" teriak Kezia dari dalam.
"Heh cepet... Ini udah jam berapa?! Kok lo baru bangun? " ujar Zega sambil mengetuk pintu KM (Kamar Mandi) Kezia.
"Berisik! " ketus Kezia diikuti suara gemercik air.
"Cepet! Nanti telat ogeb! " cecar Zega dan berjalan meninggalkan kamar Kezia.
"Bawel! " cetus Kezia dari dalam KM.
Lima menit kemudian, Kezia keluar dari KM dengan baju kimono yang melekat ditubuhnya. Lalu ia berganti memakai seragamnya dan bergegas turun, setelah menyambar handphone,tas dan jam tangannya.
"Lama banget sayank? " tanya Hengky sambil memakan roti selainya.
"Emang jam berapa sih Pah? Perasaan dari tadi Kak Zega bawel terus? " tanya Kezia lalu meminum sedikit susu putihnya.
"Udah jam setengah tujuh lewat dikit tuh" balas Hengky sambil menunjuk jam dinding dengan dagunya.
"Hah? Setengah tujuh lewat? " kaget Kezia dan langsung berjalan mendekati Hengky, mencium punggung tangan Hengky dan berlari keluar rumah sambil berteriak mengucapkan salam.
Sedangkan Zega? Sudah sedari tadi menunggu diluar sembari memanasi mobilnya.
"Kak ayo! Cepet,jam setengah tujuh lewat nih!" ujar Kezia langsung memasuki mobil Zega.
"Tumben lo cerewet" ucap Zega sambil menstater mobilnya.
Kezia memutar bola matanya malas, dan tak menanggapi ucapan Kakaknya. Ia menyumpal telinganya dengan earphone sambil menikmati alunan lagu yang ia putar.
Lima belas menit perjalanan menuju SMA Pertiwi, sesampainya di parkiran setelah Zega mematikan mesin mobilnya. Kezia berjalan keluar meninggalkan Zega yang tengah membenarkan jambulnya, membuat siswa siswi SMA Pertiwi terpekik kagum.
Hal biasa yang Kezia lakukan saat ia baru datang ke sekolah, berjalan melewati koridor dengan earphone yang masih terpasang ditelinganya.
Banyak bisikan-bisikan yang terdengar riuh masuk kedalam telinga Kezia yang terhalangi oleh suara earphone yang lumayan kecil. Kezia hanya acuh mendengar semua bisikan-bisikan enak,tak enak yang ia dengar,ia hanya menampakkan wajah datar dan dinginnya.
"Kak Kezia!"
Kezia tersentak kaget saat mendengar namanya diteriaki. Ia mendapati seorang gadis dengan wajah bayinya tengah menatap Kezia.
"Kak... Emm, ini buat Kakak" ucap seorang gadis sambil menyodorkan sebuah coklat.
Kezia memperlihatkan wajah datarnya dengan satu alisnya terangkat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kezia
Novela Juvenil(Slow Update) [Follow dulu sebelum baca] Anastasya Latevy Kezia Falreand, Seorang gadis cantik yang memiliki sifat cuek akibat masa lalunya, membuat dirinya menjadi sosok yang dingin. •Kekecewaan yang masih membekas dan aku tak tau kapan segera...
