15 - TRIPLE DATE

10.4K 915 20
                                        

15 – TRIPLE DATE

Aku sepenuhnya tidak salah karena terus menyimpan rasa untukmu. Karena kamu selalu datang dan membawa sejuta kenyamanan untukku.

▫️▫️▫️

SESUAI RENCANA, hari ini Levi dan Gerald akan melakukan list memorable mereka yang kelima, yaitu piknik. Berbeda dengan list-list sebelumnya, memorable kali ini mereka akan mengajak kedua sahabatnya masing-masing. Kesannya mereka seperti akan melakukan triple date, meskipun tahu bagaimana hubungan Melinda dan Daffin saat ini. 

Pukul 09.00 Levi telah siap. Gadis itu menggunakan kaos polos berwarna hitam dipadukan dengan celana jeans berwarna senada. Menggunakan sepatu sneakers berwarna putih garis-garis biru. Agar memudahkannya untuk beraktifitas. Mereka berenam berencana melakukan piknik di pantai. Rencananya mereka akan menghabiskan waktu di pantai hingga senja nanti.

Levi bersiap-siap turun setelah mendapat pesan dari Gerald. Cowok itu sudah berada di lantai bawah. Mata Levi menatap meja belajarnya. Kotak berukuran sedang mengundang perhatian Levi sebentar. Ia membuka kotak berwarna biru tersebut. Lima tangkai bunga krisan kuning ada di dalam kotak biru itu. Selama lima hari berturut-turut ini ia sering mendapat bunga krisan kuning ada di dalam lokernya. Bunga kelima ia dapat kemarin.

Menghela napas pelan, Levi menutup kembali kotak tersebut. Membuang rasa penasaran terhadap orang yang sengaja memberi teka-teki kepadanya. Menuju ke lantai bawah. Gerald sudah menunggu dirinya.

“Ini kotak makanannya, ya, Gerald. Di dalam udah ada beberapa jenis makanan. Ada makanan kesukaan kamu juga. Kemarin Levi udah kasih tahu,” kata Raina, memberikan beberapa kotak makanan pada Gerald.

“Iya, Tante. Makasih,” balas Gerald sambil tersenyum ramah.

“Mama,” panggil Levi dengan wajah berseri-seri setelah sampai di bawah.

“Kamu udah siap, Sayang?” Raina mengelus lembut rambut Levi yang saat ini dikepang satu, kemudian mencium puncak kepala putrinya.

Levi melenggut sambil tersenyum binar. “Udah, Ma. Kalau gitu Vi berangkat dulu,” pamit Levi diikuti dengan mengecup ringan pipi sang ibu.

“Pamit jalan dulu, ya, Tante.” Tangan sebelah Gerald memegang kotak makanan yang sudah diisi ke dalam tas berukuran sedang. Sementara tangan kanan menyalimi Raina seperti yang dilakukan oleh Levi.

“Bawa mobilnya hati-hati, ya, Gerald,” pesan Raina. Gerald berlagak kepala sambil tersenyum ramah. “Vi, kamu jangan kecapean.”

“Iya, Ma,” balas Levi malas-malasan. Ke mana pun ia pergi pasti kata-kata itu yang akan selalu sang ibu sampaikan. Kadang Levi merasa bosan. Ia sudah cukup sehat untuk melakukan berbagai macam aktifitas. Tetapi sikap posesif orangtuanya masih sangat terlihat jelas.

Gerald menangkap adanya perubahan gestur gadis itu. Sekarang ia mengerti, kenapa waktu itu Levi melarangnya untuk memberitahu Raina soal dia yang pernah masuk UGD.

Gerald memasukkan lebih dulu kotak makanan mereka ke dalam mobil. Setelah itu masuk ke dalam mobilnya. Mobil Gerald pun mulai melintas keluar dari pekarangan rumah bernuansa abu-abu modern milik Levi. Membelah jalanan. Menuju pantai.

***

Pantai, salah satu ciptaan Tuhan yang paling indah. Salah satu ciptaan-Nya yang bisa membuat siapa saja yang melihat akan terkagum-kagum olehnya. Suatu ciptaan yang seringkali menjadi tempat pelarian bagi manusia untuk meluapkan segala perasaan. Entah itu bahagia ataupun pada saat sedih. Pantai memiliki keindahannya tersendiri. Hamparan pasir yang halus dan luas untuk berlari, mampu membuat tempat ini menjadi penghilang dari segala rasa penat yang ada. 

D E T A K [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang