40 - I REMEMBER YOU

10.7K 874 43
                                        

40 – I REMEMBER YOU

Mencintai seseorang sama halnya dengan belajar.
Belajar menerima ketika perpisahan dan kehilangan datang begitu saja tanpa diminta.

▫️▫️▫️

Kejadian Saat Levi Dinyatakan Meninggal….

“SAMPAI JUMPA lagi, Lev …. I love you with all my heart. Lo akan selalu ada di dalam hati gue. Selamanya….” 

Tubuh Gerald melemas setelah mengatakan kalimat perpisahan itu. Semakin lama dadanya semakin sesak menatap tubuh Levi yang tak bergerak. Ia tidak lagi sanggup terus berada di samping Levi yang tidak lagi memiliki nyawa ini. Gerald mulai melepas genggamannya dari tangan Levi. Namun, belum sepenuhnya tangan itu dilepas, ia merasakan tangannya yang kembali digenggam dengan erat. Keningnya mulai menaut. Gerald melihat tangannya yang dipegang gadis itu lagi.

“Mama….”

Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut. Mendengar suara lirih Levi. Semua orang mulai mendekati gadis itu lagi.

“Vi, Sayang. Ini Mama, Sayang.” Raina berucap di antara tangis rasa haru melihat putrinya yang kembali membuka mata.

Dokter dengan segera memeriksa kondisi Levi. Sementara tangan Gerald masih digenggam erat oleh gadis itu tanpa sadar. Setelah dokter selesai memeriksa kondisi Levi, helaan napas lega keluar dari mulutnya. Dokter menatap semua orang dengan seulas senyum simetris. “Ini keajaiban. Jantungnya kembali berdetak normal.”

Semua orang melepas tangis haru. Levi kembali pada raganya. Dia memilih kembali menghapus air mata sedih semua orang yang mengasihinya dengan tangis kebahagiaan. Raina dan Hideyoshi tak ada henti-hentinya berucap syukur pada Tuhan karena putrinya yang telah kembali ke dunia ini lagi. Mereka semua menitikkan air mata kebahagiaan. Levi telah kembali.

Lain halnya dengan mereka, tangan Gerald merasa gemetar ketika menyentuh wajah Levi. “Lev….” panggilnya terenyuh.

Levi menangkap panggilan itu. Kepalanya menoleh ke arah Gerald. Matanya berkedip sayu. “Siapa? Dia …. siapa, Ma?”

Suasana kembali hening saat Levi bertanya demikian. Semua orang menatap Levi dan Gerald secara bergantian. Jantung Gerald berpacu dua kali lebih cepat. Ia menatap wajah Levi yang masih lemas. Sengatan listrik seperti baru saja menyetrum dirinya ketika mendengar ucapan itu.

“Lo bercanda, kan, Vi? Dia Gerald,” seru Davina dari samping.

“Ini Gerald, Sayang. Masa kamu lupa?” sambung Raina.

Levi melihat ke arah Gerald lagi. “Vi nggak kenal dia, Ma….”

Sementara Gerald mematung dengan bibir terkatup. Apa yang terjadi dengan gadis ini? Kenapa Levi bisa melupakan dirinya?

Raina beralih menatap dokter yang masih ada di ruangan itu. Meminta penjelasan kenapa anaknya bisa melupakan Gerald. “Anak saya kenapa, Dok? Kenapa dia bisa melupakan orang lain?”

Melihat kebingungan itu, sang dokter memutuskan untuk kembali memeriksa Levi. Setelah selesai memeriksa kondisi gadis itu, dokter memberi penjelasan pada semua orang. “Levi mengalami hipoksia karena otaknya yang kekurangan oksigen. Dalam kondisi hipoksia yang dialami oleh Levi, penderita akan mengalami gejala berupa kehilangan ingatan jangka pendek. Otaknya mengalami kebingungan. Jadi, untuk sementara Levi akan kehilangan sebagian memorinya. Tapi tidak perlu khawatir, keadaan ini hanya sementara.”

D E T A K [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang