52 – OUR HEART
Satu-satunya hal sempurna yang pernah aku dapatkan di dunia ini dan dapat aku banggakan, adalah menerima cinta yang tulus dari kamu. Tolong jangan pernah untuk berhenti mencintaiku, My Wife.
▫️▫️▫️
GERALD POINT OFF VIEW.
Shanata Levi Azzura, gadis yang tiba-tiba namanya menjadi populer. Semua orang membicarakan dirinya. Dari mulai teman-teman, seluruh anak-anak ekskul, bahkan sampai semua yang memiliki status murid DES, semuanya membicarakan dia.
Pertama kali bertemu dengan Levi, saat saya dan kedua sahabat saya melakukan rutinitas biasa sebagai seorang siswa ketika waktu istirahat dimulai. Pertama kali menatap wajah Levi, saat Daffin yang tiba-tiba menanyakan, siapa gadis yang datang bersama Carrel dan pacarnya itu. Hanya sekadar melihat beberapa detik, tanpa saling memandang. Jujur ketika itu, saya sempat terpana saat menatapnya. Wajah Levi begitu familiar di mata saya.
Benar. Itu karena dengan sekali menatap Levi, saya langsung merasa wajahnya begitu mirip dengan gadis kecil berwajah pucat yang pernah saya temui di rumah sakit ketika berusia enam tahun. Dan untuk pertama kalinya …. saya merasakan jantung saya berdebar dengan tidak normal. Namun semuanya mulai hilang, ketika Levi dengan tiba-tiba menyatakan cinta pada saya di depan banyak orang. Jelas yang saya lakukan saat itu adalah menolaknya dengan tegas. Saat itu saya tidak mengenal Levi. Lalu dengan tiba-tibanya Levi menyatakan cinta seperti itu. Jujur, hal ini membuat saya sangat malu.
Shanata Levi Azzura mulai gencar mengejar saya tanpa adanya rasa malu sedikit pun. Bahkan setiap kali berjumpa dengan saya, Levi selalu berteriak, ‘HAY CALON PACAR.’
Saya tahu Levi selalu menulikan telinga ketika mendengar semua cibiran siswi DES yang juga mengidolakan saya. Tapi hal itu membuat saya tidak pernah peduli dengannya. Merasa risih itu benar. Namun membencinya …. saya tidak pernah merasakan hal ini. Entah karena apa, membenci Levi adalah hal yang sulit bagi saya. Meskipun saya sempat mencobanya. Tapi membenci Levi tidak pernah ada dalam daftar rasa saya.
Levi mendapatkan kesempatan untuk bisa dekat, kencan, bahkan berpacaran dengan saya setelah saya memberi tantangan padanya menjadi flyer pada pertandingan basket. Bukan tanpa alasan kenapa saya memilih flyer sebagai tantangan untuknya. Di hari yang sama saat memberi tantangan itu pada Levi, saya sempat melihat adanya gelagat aneh Levi ketika dia mengikuti saya ke lantai dua ruangan seni. Berkali-kali saya melihat Levi yang seperti takut memandang arah bawah tangga. Karena dinding yang membatasi menuju lantai dua terbuat dari kaca. Dan saat itu juga saya sadar, perempuan tidak punya malu seperti Levi ternyata takut ketinggian. Akhirnya saya memutuskan memberi tantangan itu untuknya. Berharap Levi akan gagal, dan berhenti mengejar-ngejar saya lagi.
Beralih dari dukungan kedua sahabatnya, Shanata Levi Azzura bukanlah orang yang pantang menyerah. Karena Levi berhasil menjalankan tantangan yang saya berikan untuknya menjadi seorang flyer dalam waktu satu minggu. Jika bertanya bagaimana perasaan saya ketika itu, saya tidak bisa menjelaskannya secara pasti. Tapi satu hal yang jelas, saya merasa tidak terbebani mendapat fakta bahwa Levi akan menjadi pacar saya. Secara halusnya, hati saya berkata lain. Hati saya ingin mengenal Levi lebih jauh lagi. Merasa penasaran dengan perempuan keturunan Jepang itu mungkin lebih singkatnya. Perempuan seperti apa Shanata Levi Azzura. Padahal saya sudah berkali-kali memberi respon terang-terangan, bahwa saya tidak menyukainya. Apa yang membuat Levi sampai bisa menyatakan cinta pada saya dalam pertemuan pertama kami.
Levi melakukan berbagai macam cara agar saya bisa tertarik dengannya. Mencoba menghilangkan sosok Melati dari hati saya. Entah doa apa yang selalu Levi ucapkan, keadaan berputar begitu cepat. Levi memutar dunia saya. Membuat perasaan saya benar-benar jatuh kepadanya. Apalagi setelah mengetahui, kalau Levi adalah gadis kecil yang telah menjadi cinta pertama saya. Semakin membuat saya takut untuk kehilangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
D E T A K [COMPLETE]
JugendliteraturShanata Levi Azzura punya segalanya, kasih sayang orangtua, hidup berkecukupan, dan kesempatan kedua dalam hidup setelah menerima donor jantung. Sepuluh tahun ia menunggu, hingga akhirnya bisa merasakan indahnya masa SMA, hal yang selama ini hanya i...
![D E T A K [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/219604903-64-k706686.jpg)