26 – LOVEABLE AND PAIN
Jika cinta kamu hanyalah ilusi, maka izinkan aku untuk selalu berimajinasi.
▫️▫️▫️
SELESAI MENGERJAKAN tugas yang diberikan oleh Pak Raffi, Levi dan Izi keluar dari lab sains. Saat ini, kedua murid cerdas perwakilan DES mengikuti lomba olimpiade itu berjalan berdampingan menuju kelasnya masing-masing. Karena kelas sebelas IPA 1 dan IPA 2 searah dan berdekatan jadi mereka berdua memutuskan untuk berjalan bersama. Siswa-siswa terlihat santai. Karena sebentar lagi mereka akan mengadakan festival tahunan, jadi seluruh murid sedang latihan untuk acara festival.
Tidak ada yang membuka pembicaraan selama Levi dan Izi berjalan. Hanya ada suara yang berasal dari langkah kaki, juga bisingan yang berasal dari siswa yang lalu lalang di sekitar mereka yang terdengar. Banyak siswi yang berbisik-bisik melihat Levi jalan bersama Izi. Izi memang merupakan salah satu cowok populer di sekolah ini. Selain mendapat gelar juara satu umum, laki-laki itu juga merupakan atlet tenis. Sehingga tidak sedikit juga para siswi di DES yang mengidolakan Izi. Mereka jadi iri dengan Levi yang bisa dekat dengan cowok populer DES. Setelah berhasil memacari kapten tim basket DES, sekarang gadis itu juga berkesempatan dekat dengan siswa ter-cerdas di DES—Alsava Frizi.
“Gue berasa lagi jalan sama tembok,” kata Levi pelan, lebih seperti gumaman.
Tapi sepertinya Izi masih bisa mendengarnya, terbukti dengan cowok itu yang menoleh ke arah Levi sekilas. “Gue dengar,” seru Izi.
Kedua kaki Levi berhenti melangkah. “Bagus kalau lo dengar.” Gadis itu mulai melipat kedua tangannya di depan dada. “Lo kalau udah bosan jadi manusia—mending jadi tembok aja sekalian. Tapi tembok masih jauh lebih mending daripada lo, sih. Tembok kalau diketuk masih keluar bunyi. Sementara lo? Sunyi,” ujar Levi dengan tatapan sinis. Entah kenapa ia selalu merasa emosi kalau berdekatan dengan cowok ini.
Izi hanya menatapnya datar. Bahkan Izi pun tidak mengerti kenapa gadis cantik—yang kini berdiri di depannya ini suka sekali menyindirnya dengan kata-kata sinis. “Gue juga heran. Sebenarnya lo ada masalah apa dengan gue?” Ucapan Izi terdengar begitu tenang. Tidak ada emosi di dalamnya, bahkan untuk sekadar menarik napas saja tidak terdengar. Dan Levi sangat salut dengan ketenangan dari cowok bernama lengkap, Alsava Frizi ini.
Levi mengedipkan mata beberapa kali. Kedua tangannya mulai turun dari depan dada. Ia menatap Izi kelesah. Cowok itu mengangkat sebelah alis, menunggu apa yang akan dikatakan Levi selanjutnya. Levi berpikir sebentar. Ia pun merasa bingung. Kalau boleh jujur, ada banyak hal yang membuatnya tidak menyukai Izi. Namun ia tidak bisa menjabarkan perasaan kesal seperti apa itu.
“Nggak tahu….” Dari semua pemikiran yang ada di otak Levi kata-kata itu yang berhasil ia keluarkan setelah beberapa detik diam.
Izi mengambil napas pelan lalu membuangnya halus. Izi hanya bisa menatap Levi dengan tatapan ganar. Otaknya terasa berat. Levi pun balas menatap Izi dengan tatapan berbeda. Kini kedua orang itu hanya saling tatap-tatapan.
“Levi.”
Suara salipan dari arah depan mengundang atensi. Levi dan Izi memutus aksi tatap-tatapan mereka.
“Miu?”
Gadis yang baru saja memanggil namanya barusan adalah Miu. Miu memandang ke arah Izi. Menatap Izi malu-malu, sementara laki-laki itu hanya diam. Tersadar melihat ekspresi Izi yang cuek membuat Miu kembali melihat ke arah Levi.
KAMU SEDANG MEMBACA
D E T A K [COMPLETE]
Novela JuvenilShanata Levi Azzura punya segalanya, kasih sayang orangtua, hidup berkecukupan, dan kesempatan kedua dalam hidup setelah menerima donor jantung. Sepuluh tahun ia menunggu, sampai akhirnya ia bisa merasakan indahnya masa SMA. Hal yang selama ini hany...
![D E T A K [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/219604903-64-k706686.jpg)