47 – I WILL WAIT FOR YOU
Kita menangis karena kita pernah tertawa. Kita bersedih karena kita pernah bahagia.
Lalu …. apakah sekarang kita berpisah karena kita pernah bertemu?
Dan apakah aku bisa menunggu, agar kembali bisa bersama denganmu?
▫️▫️▫️
“KAMU UDAH yakin dengan keputusan kamu ini?” tanya Raina dengan tatapan ragu.
Levi yang sedang memasukkan barang-barang ke dalam tasnya berhenti sejenak, lalu menoleh pada sang ibu sambil mengulas senyum simpul. “Vi udah yakin, Ma.”
Raina membelai rambut anaknya penuh kasih. “Apa pun keputusan kamu—Mama harap itu yang terbaik, dan bisa bikin kamu bahagia.”
Levi tersenyum kecil. “Vi nggak bisa menjamin hal itu. Tapi akan Vi usahakan untuk bahagia.”
Raina masih menatap putrinya lekat-lekat. Seperti tak yakin dengan ucapan sang anak barusan. Raina merasa keputusan Levi terasa sulit bagi Levi sendiri. “Kamu yakin nggak mau nunggu Gerald sadar dulu?”
Levi terdiam sesaat. Berulang kali ia memikirkan hal ini, dan jawabannya tetap sama. Gadis itu lantas menggeleng pelan menjawab pertanyaan sang ibu tanpa menoleh sedikit pun. Perhatiannya masih tertuju pada barang-barang yang akan dibawanya hari ini.
Raina membuang napas berat. “Tapi, Sayang, Mama rasa kamu setidaknya—”
“Menunggu Gerald sadar sama aja dengan merubah keputusan Vi, Ma. Mama tahu, kan, Vi mau nenangin diri dulu. Dan pergi dari sini adalah jalan satu-satunya.” Levi memotong ucapan ibunya dengan pasti.
“Ya, sudah, kalau kamu benar-benar yakin,” kata Raina mengikuti apa kemauan putrinya.
“Papa udah tahu kalau Vi mau pindah ke Jepang hari ini?”
“Iya, Papa kamu udah tahu.”
“Papa nggak marah kalau Vi pindah ke sana mendadak?”
Raina malah tertawa mendengar pertanyaan putrinya, wanita itu menjawil hidung sang anak dengan gemas. “Papa kamu malah senang kamu pindah ke sana,” ujar Raina, membuat Levi tertawa geli mendengarnya. Tentu saja, Hideyoshi akan merasa sangat bahagia jika putri kesayang satu-satunya ini akan pindah ke Jepang bersamanya.
Bunyi decitan pintu kamar Levi membuat mereka mengalihkan pandangan. Itu Davina dan Melinda yang baru saja datang. Mereka berniat mengantar Levi menuju bandara. Karena Raina tidak bisa mengantar Levi. Tapi meskipun Raina bisa mengantar Levi menuju bandara sekalipun, mereka berdua akan tetap ikut mengantar Levi. Jujur saja, mereka masih sangat terkejut mendengar keputusan Levi yang tiba-tiba memilih pindah ke Jepang. Walaupun demikian, mereka juga paham dengan perasaan sang sahabat. Levi butuh menenangkan dirinya dulu. Mungkin dengan pindah ke Jepang bisa membantunya melupakan kejadian-kejadian buruk yang dialaminya ini.
“Mama keluar dulu.” Seraya tersenyum ramah pada Davina dan Melinda, Raina keluar dari kamar Levi.
Dua gadis cantik itu mulai menghela langkah menghampiri Levi. Davina dan Melinda menatap nanar barang-barang Levi yang sudah dikemas dengan rapi. Semakin yakin, kalau sahabat mereka ini benar-benar akan pergi jauh.
“Vi, lo benaran mau pindah?” tanya Davina dengan melas.
“Masih ada waktu buat merubah keputusan lo itu, kok,” tambah Melinda dengan nada sedih. Masih belum rela Levi pindah ke Jepang. Belum lama mereka bertiga bisa berkumpul bersama kembali. Dan sekarang Levi memilih kembali ke Jepang.
KAMU SEDANG MEMBACA
D E T A K [COMPLETE]
Teen FictionShanata Levi Azzura punya segalanya, kasih sayang orangtua, hidup berkecukupan, dan kesempatan kedua dalam hidup setelah menerima donor jantung. Sepuluh tahun ia menunggu, hingga akhirnya bisa merasakan indahnya masa SMA, hal yang selama ini hanya i...
![D E T A K [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/219604903-64-k706686.jpg)