37 – OPEN YOUR EYES
Apa itu cinta?
Dia yang tidak pergi, tidak menjauh, dan tidak mengabaikan.
Juga dia yang selalu ada apa pun keadaanmu.
▫️▫️▫️
“ANGGOTA PEMADAM menemukan ini di dekat tabung gas.”
Kepala sekolah mengambil benda berbentuk persegi yang sudah dibungkus menggunakan plastik. Benda itu baru diberikan oleh salah seorang guru yang ditugaskan untuk mengurus laboratorium usai dipadamkan. Guru itu adalah Pak Kenni—guru olahraga kelas sebelas IPA. Setelah laboratorium dipadamkan, beberapa guru DES melakukan pertemuan, membahas jumlah kerugian yang ditaksir dalam insiden itu. Kerugian yang dialami oleh pihak sekolah tidak main-main. Ratusan juta kerugian yang didapat dari insiden kebakaran laboratorium utama. Semua alat praktik yang terdapat di lab rusak, yang tentu harganya tidak main-main.
Selain itu, semua bahan kimia yang harganya mahal pun ikut lenyap tak bersisa. Setelah membahas berbagai macam kerugian, Pak Kenni memberikan korek api gas yang ditemukan oleh pemadam tidak jauh dari arah tabung gas beracun yang ikut bocor dalam kebakaran.
“Tapi kenapa benda ini bisa ada di laboratorium?” tanya kepala sekolah heran, masih mengamati korek api gas berukuran sedang tersebut.
“Ada yang sengaja membawanya,” balas Pak Kenni. “Siswa yang terakhir kali berada di laboratorium adalah Levi dan Izi.”
“Tapi tidak mungkin mereka berdua yang membawa korek api itu. Levi dan Izi adalah murid yang cerdas, mereka tidak bodoh untuk membawa korek api gas ke laboratorium. Apalagi sampai menyalakannya di dekat tabung,” sela Pak Raffi yang ikut dalam pertemuan.
“Itu benar. Kalau begitu, siapa yang membawa ini?” tanya kepala sekolah lagi.
“Sepertinya memang ada orang yang sengaja membawa ini di lab. Karena tidak mungkin, Levi dan Izi membahayakan diri mereka sendiri. Apalagi Levi menjadi korban dalam kebakaran ini.”
Kepala sekolah mengiyakan apa kata Pak Kenni dan Pak Raffi. Karena tidak mungkin Levi ataupun Izi sampai berani membawa korek api ke laboratorium. Mereka adalah dua siswa yang cerdas. Kepala sekolah sangat tahu hal itu, karena dia sendiri yang menunjuk langsung Levi dan Izi untuk ikut olimpiade sains.
“Segera cari tahu tentang hal ini,” titah kepala sekolah, yang dibalas anggukan oleh semua guru yang mengikuti pertemuan tersebut.
Sementara di luar ruangan, seorang gadis tidak sengaja mendengar pembicaraan para guru yang sedang membahas insiden kebakaran laboratorium utama. Gadis itu adalah Miu. Jantung Miu berdetak takut ketika mengetahui insiden ini memang sengaja dilakukan oleh seseorang. Matanya mulai menerawang, hanya ada satu nama yang saat ini ada di dalam pikirannya. Orang yang dia yakini sampai berani melakukan hal sekejam itu. Bahkan sampai membuat Levi hampir kehilangan nyawa.
“Dia benar-benar melakukannya. Sama kejamnya dengan apa yang pernah dia lakukan dulu….” gumam Miu, memilih pergi dari tempat itu.
***
Sudah lebih dari 24 jam Levi menutup mata. Gadis itu belum juga menunjukan tanda-tanda kapan ia akan bangun dari mimpi indahnya. Matanya masih angkuh untuk kembali dibuka. Dokter baru saja memeriksa kondisi Levi. Penjelasan dari dokter tadi mampu membuat tubuh semua orang terdekat gadis itu melemas seketika. Levi dinyatakan koma oleh dokter.
KAMU SEDANG MEMBACA
D E T A K [COMPLETE]
Novela JuvenilShanata Levi Azzura punya segalanya, kasih sayang orangtua, hidup berkecukupan, dan kesempatan kedua dalam hidup setelah menerima donor jantung. Sepuluh tahun ia menunggu, hingga akhirnya bisa merasakan indahnya masa SMA, hal yang selama ini hanya i...
![D E T A K [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/219604903-64-k706686.jpg)