45 – REVEALED AND FRAGILE
Dia bukan manusia yang bisa setegar batu karang.
Dia hanya manusia biasa yang sering menangis, meratap, mengiba, dan mengadu dalam kesunyian.
Penghujung malam adalah hal favoritnya. Meskipun terkadang dia tertidur hingga mentari datang lalu menertawakannya.
Dia adalah orang yang sering dinilai hanya dari apa yang mereka lihat. Bukan dari apa yang mereka tahu.
Karena dia …. hanyalah seseorang yang rapuh.
▫️▫️▫️
“SUDAH LAMA kayaknya Nona tidak datang ke sini lagi.”
Wanita setengah baya dengan perawakan rambut pendek hitam pekat menyambutnya dengan ramah. Pakaian pelayan khas berupa terusan hitam dan celemek putih—menandakan bahwa dia adalah kepala pelayan di rumah besar bergaya semi modern tersebut.
“Aku sibuk, Bu Na. Soalnya bentar lagi ikut lomba.”
Pelayan itu mengajak masuk perempuan tersebut masih dengan senyum ramahnya. “Nyonya Kinan pasti sangat senang melihat Nona datang.”
“Tante Kinan di mana, Bu Na?”
“Nyonya sedang keluar bersama anak angkatnya.”
“Anak angkat?” tanyanya dengan nada bingung.
“Iya, Nona. Sebentar lagi mungkin pulang.”
“Sejak kapan Tante Kinan angkat anak? Kenapa aku nggak tahu?”
“Makanya sering-sering datang ke sini. Tante pindah rumah mungkin kamu nggak akan tahu nanti.”
Sahutan dari arah belakang mengambil perhatian. Vannesya Morris memutar badan dan langsung berlari kecil memeluk sang tante dengan rona bahagia.
“Tanteee!”
Wanita dengan pakaian hijau toska tersebut menyambut pelukannya dengan hangat. “Udah lama kamu nggak main ke sini lagi. Setahun mungkin ada, ya?”
“Hah, nggak usah lebay, deh, Tan. Aku baru sebulan nggak datang ke sini masa udah dibilang setahun?” Vannesya tertawa ringan. “Oh, ya, Tan. Katanya Tante angkat anak, ya? Siapa? Kenapa aku baru tahu? Terus sekarang anaknya mana?”
“Iya, Tante angkat anak. Dia seumuran sama kamu. Satu sekolah sama kamu juga, lho.”
“Oh, ya?” Vannesya mulai menampilkan mimik penasaran. Matanya mulai mengerling jenaka menatap wanita yang dipanggil Tante Kinan tersebut. “Anaknya cewek apa cowok, Tan? Kalau cowok, mau dong dijodohiiin….” ujarnya cekikikan.
Kinan mencebik. “Anaknya cewek, lah. Biar bisa temenin Tante belanja,” jawab Kinan, menaik turunkan kedua alisnya. Menggoda sang keponakan yang sangat dekat dengannya.
“Yaaah, berarti aku udah ke geser dong?” ucap Vannesya dengan wajah yang dibuat-buat sedih.
Kinan tertawa melihatnya. Selama ini Vannesya yang selalu menemani Kinan ke mana-mana. Karena Kinan yang tidak memiliki anak, makanya dia sangat menyayangi Vannesya, dan menganggap Vannesya seperti putrinya sendiri.
“Terus sekarang anaknya mana, Tan?”
“Dia lagi keluar. Katanya mau ketemu sama temannya dulu.”
KAMU SEDANG MEMBACA
D E T A K [COMPLETE]
Fiksyen RemajaShanata Levi Azzura punya segalanya, kasih sayang orangtua, hidup berkecukupan, dan kesempatan kedua dalam hidup setelah menerima donor jantung. Sepuluh tahun ia menunggu, hingga akhirnya bisa merasakan indahnya masa SMA, hal yang selama ini hanya i...
![D E T A K [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/219604903-64-k706686.jpg)