51 – BUNGA YANG LAYU
HANYA ADA keheningan di ruangan itu. Tidak ada cahaya yang masuk secara pasti, kecuali cahaya matahari yang menembus tirai putih yang dibiarkan tetap menutupi jendela. Perempuan itu duduk di depan jendela. Tatapannya kosong melihat cahaya remang-remang yang menerpa sedikit kulit wajahnya yang pucat.
Senyap, adalah hal utama yang melingkupi ruangan minimalis tersebut. Kejadian mengenaskan yang terjadi lima tahun lalu membuat mentalnya kembali jatuh. Tidak ada orang lain lagi yang dibiarkan masuk ke dalam hidupannya. Sendiri, seolah menjadi takdir yang harus dia terima di sisa hidupnya ini.
“Ayo masuk.”
Wanita setengah baya mengajak masuk sepasang kekasih. Dari arah pintu, mereka masih bergeming—menatap kasihan pada sosok perempuan rapuh yang sekarang duduk sambil menghadap jendela. Membuang semua rasa kesal terhadap apa yang pernah perempuan itu lakukan dulu, mereka tidak pernah menyimpan dendam sama sekali terhadap dia. Justru perasaan yang saat ini hadir adalah rasa kasihan. Melihat kondisinya yang semakin hari semakin rapuh. Nyawa perempuan itu mungkin masih ada di raganya. Namun seperti halnya boneka, dia tidak lagi merespon apa-apa. Di saat makan hanya mulutnyalah yang terbuka, tidak dengan suaranya yang ingin mengatakan hal lain. Lebih dari itu, dia terlihat seperti bunga yang layu.
“Sejak kapan .… kondisi Mawar seperti ini, Tante?”
Benar, perempuan itu adalah Mawar, kembaran Melati yang ikut menjadi sosok dari perjalanan kisah cinta mereka—Levi dan Gerald.
Kinan yang merupakan orangtua angkat Mawar tidak pernah sekalipun membenci perempuan itu. Dan sampai sekarang pun, Kinan adalah orang yang telah merawat Mawar selama di rumah sakit jiwa ini. Kasih sayang wanita itu begitu tulus terhadap Mawar. Setiap hari dia selalu menemani Mawar dan mengajaknya berbicara, meskipun tahu Mawar tidak akan pernah membalas ucapannya.
Kinan mengambil napas sesaat sebelum menjawab pertanyaan Levi. “Keadaan Mawar kembali buruk tepat saat dia masuk penjara setelah menculik kamu, Levi. Mawar beberapa kali mencoba untuk mengakhiri hidupnya selama di penjara. Dia selalu berteriak memanggil-manggil nama Gerald. Karena merasa bersalah telah mencelakai kamu, Gerald. Akhirnya pihak tahanan memutuskan untuk membawa Mawar ke rumah sakit jiwa. Tapi setelah beberapa bulan Mawar masuk ke rumah sakit ini, dia tidak lagi mau bicara. Setiap Tante ajak dia ngobrol, Mawar selalu diam dan tidak mau membalas ucapan Tante.” Kinan menatap Mawar dengan sendu. “Semakin hari kondisi Mawar semakin lemah. Dan sekarang, Mawar bahkan tidak bisa berjalan dengan normal. Tante sangat kasihan melihat kondisinya. Selama lima tahun ini, belum pernah sekalipun Mawar bicara.”
Levi menyentuh pundak Kinan dan mengusapnya dengan pelan. Air mata wanita itu mulai keluar. Mawar memang bukan anak kandungnya, namun wanita itu sangat menyayangi Mawar sepenuh hati.
“Kita samperin Mawar dulu, ya, Tante.” Gerald meminta izin untuk mendekati Mawar.
Mereka mulai berjalan ke arah Mawar setelah Kinan menganggukkan kepalanya. Sementara Kinan hanya memperhatikan sepasang kekasih itu yang mulai mendekati Mawar dari posisinya berdiri saat ini.
Levi dan Gerald mulai bersimpuh di samping kursi roda Mawar. Levi menatap sendu perempuan yang ada di hadapannya. Wajahnya sangat pucat, dan badannya terlihat sangat kurus. Benar-benar seperti patung yang diberi nyawa, Mawar hanya diam dengan tatapan kosong. Levi mengambil satu tangan Mawar untuk digenggam. Tangannya bahkan terasa sangat dingin saat Levi menyentuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
D E T A K [COMPLETE]
JugendliteraturShanata Levi Azzura punya segalanya, kasih sayang orangtua, hidup berkecukupan, dan kesempatan kedua dalam hidup setelah menerima donor jantung. Sepuluh tahun ia menunggu, hingga akhirnya bisa merasakan indahnya masa SMA, hal yang selama ini hanya i...
![D E T A K [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/219604903-64-k706686.jpg)