08 – ASKED THE HEART
Kata orang, cinta bisa membuat kamu menjadi orang lain.
Tapi ketahuilah, cinta terbaik justru cinta yang dapat membuat kamu menjadi lebih baik, tanpa harus mengubahmu menjadi orang lain.
▫️▫️▫️
SAAT KITA memutuskan untuk mencintai seseorang, sering kali kita akan mengalami naik dan turunnya suasana hati. Terkadang kita akan merasa tidak dihargai, dan ada kalanya kita merasa sangat dicintai. Harusnya kita sadar. Dalam menjalin hubungan sendiri bukan hanya soal perasaan, tapi bagaimana caranya agar keduanya bisa saling memahami.
Namun yang sering kali menjadi kendala, adalah setiap orang memiliki egonya masing-masing. Tidak mau saling mengerti dan memilih menjauh tanpa menyelesaikan permasalahan. Rasanya menyakitkan, ketika rasa rindu hanya tercurah pada satu belah pihak. Tidak ada yang bisa dilakukan selain menangis dan menahan sesak di dalam dada. Mengeluh pun sungguh tidak ada gunanya, sebab dia tidak memahami keadaanmu.
Jadi sekarang bagaimana? Sudah mau menyerah saja? Atau, masih mau memperjuangkan sesuatu yang tidak pasti itu?
Sungguh, kita hidup di dunia ini hanya sebentar. Bagaimana bisa, kita menyia-nyiakan waktu kita yang singkat ini hanya untuk seseorang yang katanya adalah tujuan, tapi orang itu menolak untuk dijadikan tujuan.
Ingatlah! Setiap manusia hanya diberi satu hati oleh Sang Pencipta. Jangan berikan satu hati milik kamu hanya untuk dia yang memilih pergi. Untuk dia yang datang hanya untuk menanam luka, dan pada akhirnya pergi tanpa kata apalagi pamit.
***
Gadis itu menutup buku yang baru saja ia baca. Kata-kata terakhir dari buku bersampul merah ini membuat pikirannya berkelana ke mana-mana. Seperti isi buku ini diperuntukkan untuknya.
‘Bagaimana bisa, kita menyia-nyiakan waktu kita yang singkat ini hanya untuk seseorang yang katanya adalah tujuan, tapi orang itu menolak untuk dijadikan tujuan.’
Persis sekali dengan perjuangan Levi kepada Gerald. Laki-laki itu adalah tujuannya, tapi Gerald menolak untuk Levi perjuangkan. Menghela napas berat kemudian menghembuskannya secara perlahan, gadis itu bangkit dari atas tempat tidur. Ia berjalan menuju meja belajarnya.
Levi duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan meja tersebut. Sedikit menunduk ia membuka laci yang ada di samping kiri meja. Di keluarkannya paper bag berwarna biru dari dalam laci. Levi membuka tas itu, isinya adalah buku diary yang ia beli lima hari yang lalu ketika pergi menemani Davina ke toko buku.
Diary berbahan flanel berwarna pink dengan hiasan gantungan berbentuk kunci. Sebenarnya Levi bukan tipikal gadis yang suka menye-menye curhat di dalam buku. Ia lebih suka mengutarakan langsung perasaannya kepada Davina dan Melinda. Mungkin karena buku diary ini bentuknya menarik maka ia membelinya. Levi menatap sejenak buku tersebut, lalu membukanya. Tampilan dalam diary sama seperti isi buku pada umumnya. Hanya kertas bergaris berwarna merah muda.
Beberapa menit hanya menatap buku diary, Levi memutuskan mengambil spidol warna-warni yang ada di atas meja. Gadis itu mulai membuka lembaran pertama. Entah mendapatkan keinginan dari mana, Levi mulai menulis sesuatu di lembar pertama diary menggunakan spidol warna-warni tadi. Sekitar lima belas menit gadis itu menulis, lembaran pertama menghasilkan tulisan ‘Welcome to My World.’
KAMU SEDANG MEMBACA
D E T A K [COMPLETE]
Roman pour AdolescentsShanata Levi Azzura punya segalanya, kasih sayang orangtua, hidup berkecukupan, dan kesempatan kedua dalam hidup setelah menerima donor jantung. Sepuluh tahun ia menunggu, hingga akhirnya bisa merasakan indahnya masa SMA, hal yang selama ini hanya i...
![D E T A K [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/219604903-64-k706686.jpg)