49 - KAMU DI ANTARA SAKURA

11.4K 856 80
                                        

49 – KAMU DI ANTARA SAKURA

Aku bertanya kepada waktu; kapan dia akan mengajak kita bertemu, dan kembali mengulang cerita yang dulu? 
Sempat aku menyalahkan, kenapa sulit untuk mewujudkan itu?
Setelah aku pikir, bukan waktu yang salah. Tapi, aku yang terlalu berharap. Mengulang kisah yang begitu bermasalah.

Satu pertanyaanku, maukah kamu mengulangnya kembali?
Dan jika jawabannya tidak, mungkin benar apa kata mereka.
Menyembuhkan luka yang lalu hanya bisa diobati dengan mencoba lagi. Menghapus kisah yang dulu, dengan hati yang baru.
Karena luka hati hanya bisa diobati dengan berani jatuh sekali lagi.

▫️▫️▫️

SETELAH MEMBAYAR buku yang ditawarkan oleh pegawai toko, Gerald segera menuju ke lantai tiga. Di mana tempat jumpa penulis buku berjudul ‘Heart Rate’ yang baru dibelinya berlangsung. 

Ketika Gerald menaiki lantai dua, Diva yang baru saja membayar buku yang dibelinya melihat laki-laki itu. “Gerald!” panggil Diva saat melihat Gerald yang hendak menaiki tangga. Namun Gerald tidak mendengar panggilannya. Sedikit heran, Diva melihat Gerald yang berjalan ke arah lantai tiga. Perempuan itu memutuskan mengikuti Gerald.

Gerald sampai di lantai tiga. Tepat di ujung lantai tiga ada satu ruangan, yang mana dindingnya terbuat dari serba kaca. Di depan pintu ruangan terdapat beberapa banner berbentuk potraik atau vertikal. Banner tersebut bertuliskan judul buku beserta gambar sampul bukunya, juga nama dari penulis buku tersebut—Shana LV. Dari luar Gerald sudah dapat melihat, tempat itu telah dipenuhi oleh orang-orang yang ingin bertemu langsung dengan sang penulis.

Irasshaimase.”

Seorang pria berbalut kemeja putih serta rompi hitam membungkuk dengan senyum ramah kepada Gerald. Gerald mengerti itu adalah ucapan selamat datang. Ia balik tersenyum ramah kepada sang pegawai, lalu menghela langkah menuju ke ruangan. Di dalam sudah banyak orang. Bahkan ada banyak manusia yang sampai tidak mendapat tempat duduk dan harus berdiri. Banyaknya orang membuat Gerald tidak dapat melihat dengan jelas wajah dari penulis buku yang ada di tangannya.

Pembawa acara mulai berbicara menggunakan mic. Membuat semua orang mulai berdiri dan berbaris dengan rapi. Gerald mengerti ini sudah waktunya untuk mengantre mendapat tanda tangan dari Shana LV. Laki-laki itu mulai ikut mengantre. Dominan orang yang ada di barisan Gerald berdiri adalah laki-laki. Kebanyakan berusia remaja dan anak kuliahan sepertinya. Pemikiran yang membuat ia yakin bahwa Shana LV terkenal dikalangan pria.

“Dia sangat cantik.”

Mulai terdengar bisik-bisik dari orang-orang di sekitar Gerald. Ia sangat tahu kalau mereka sedang membicarakan Shana LV. Terlihat dari tatapan mereka yang terus mengarah ke depan.

“Aku sudah membaca bagian tengah bukunya, dan itu sangat menyentuh hati,” ucap salah seorang pria yang berdiri tepat di depan Gerald. Orang itu berbicara dengan temannya yang ada di samping. Komposisi barisan, terdapat lima baris yang saling berjejer horizontal. Jika diperkirakan ada puluhan orang yang mengikuti jumpa penulis itu.

“Dia menulis seperti kisah ini nyata, dan benar-benar terjadi dengannya.”

“Aku rasa seperti itu. Karena di bagian akhir cerita, Shana tidak memberikan ending yang pasti.”

“Benarkah? Aku belum membacanya sampai akhir.”

“Endingnya, Sakura hanya mengatakan ‘kita pasti akan bertemu kembali.’ Tapi Shana LV mengatakan buku ini adalah novel trilogy.”

D E T A K [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang