~Rifqi!~

93 13 0
                                        

Agatha agak ga percaya sama ni orang, tapi karena rasa penasarannya yang ga bisa di tebak lagi, dia ngeliat hp orang itu. Jarak orang itu dengan Agatha kini benar benar dekat. Hingga tak sadar orang itu mengarahkan pisau di pinggang Agatha.

Saat pisau itu ingin masuk ke dalam tubuh Agatha, Rifqi menghadangnya. Karena orang itu terkejut dengan kedatangan Rifqi, orang itu melayangkan pisaunya ke perut Rifqi dan alhasil Rifqi yang kena pisau itu.

"Rifqi!" Teriak Agatha.

Agatha menatap tajam ke orang itu, sangat menyeramkan. Agatha langsung menghampiri orang itu dan mencengkram kerah lehernya.

Orang itu menerima satu pukulan sangat keras dari Agatha hingga tangan Agatha sendiri pun berdarah.

"Siapa yang nyuruh lo?!" Tanya Agatha kesal.

Orang itu malah melawan dan menghantam tangan Agatha hingga terlepas dari kerahnya dan orang itu langsung lari.

"Jangan kabur lo pengecut! Kejar!" Ucap Agatha ke anak clash yang lainnya. Agatha mulai meneteskan air matanya.

Setengah dari bagian anak clash mengejar orang itu dan setengahnya lagi membantu Agatha untuk membawa Rifqi ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Rifqi segera di tangani oleh dokter. Rifqi di masukkan ke ruangan operasi.

Agatha dan beberapa anak clash menunggu di depan ruangan operasi.

"Bos gue ama anak anak turun duluan ya. Kita tau lu perlu waktu buat sendiri dulu. Tenangin diri lu aja dulu, kalo mau nitip apa apa telp aja ya gue ada di bawah. Udah ah jangan nangis." Ucap Alan memberi semangat.

"Iya, thanks ya bro. Lo semua ngebantu banget." Ucap Agatha dan semua ber–tosan sebagai tanda berpamitan mereka.

Agatha kini hanya sendiri. Agatha bener bener ga tau lagi harus ngapain. Agatha bener bener ngerasa bersalah banget untuk kedua kalinya.

"Pertama Rendy, kedua Rifqi. Ketiga siapa lagi tha! Yaampun gimana caranya berhenti jadi pembuat masalah!" Ucap Agatha kesal pada diri nya sendiri.

Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruangan operasi.

"Dok, gimana keadaan dia dok?" Tanya Agatha.

"Keadaannya masih melemah, lukanya cukup dalam dan sempat infeksi." Ucap dokter memberi jeda.

"Di mohon jangan membuat pasien kebingungan terlebih dahulu. Biarkan pasien istirahat sejenak. Lebih baik pasien di pindahkan ke ruangan vip, boleh?" Tanya dokter nya.

"Oh boleh dok, pindahin aja." Agatha.

"Kamu siapa nya pasien?" Dokter.

"Oh saya adik nya dok." Agatha.

"Orang tuanya kemana?" Dokter.

"Kami belum menghubungi orang tua kami dok, nanti akan saya hubungi." Agatha.

"Baiklah, kalau begitu kamu bisa urus semua biaya nya?" Dokter.

"Bisa dok." Agatha.

"Baik kamu ikut saya. Ehm suster, tolong pindahkan pasien ini ke ruangan vip." Ucap dokter kepada suster dan suster langsung mengerjakan tugasnya.

Skip selesai urus biaya~

Agatha sudah mengurus semua biaya rumah sakit. Rifqi kira kira akan di rawat inap selama 1 Minggu.

Agatha kini sedang berada di dalam ruangan Rifqi dengan mamahnya Rifqi.

Agatha masih menangis di pelukan mama Rifqi dan mama Rifqi ga marah sama sekali, mama Rifqi sedang berusaha menenangkan Agatha yang terus menangis.

"Udah ya tha. Kamu jangan nangis. Mamah ga marah kok. Mamah yakin Rifqi kuat. Bentar lagi Rifqi juga bangun kok." Ucap mama Rifqi sambil memegang pundak Agatha.

Agatha hanya mengangguk dan menghapus air matanya.

"Yaudah, mamah masih ada urusan nih di kantor. Kamu bisa ga temenin Rifqi dulu?" Tanya mama Rifqi.

Sebenarnya mama Rifqi ga ada urusan sama sekali di kantor. Hanya saja mama Rifqi mau meninggalkan mereka berdua.

"Bisa mah." Ucap Agatha sambil sesegukan.

"Udah kamu ga usah nangis. Makasih ya biaya nya udah kamu bayar semua. Mamah pamit yah. Assalamualaikum." Ucap mamah Rifqi sambil mengecup pipi Agatha.

Agatha hanya mengangguk dan Agatha salim dengan mama Rifqi.

Agatha kini hanya berdua dengan Rifqi. Agatha sedang duduk di bangku yang tersedia di samping tempat tidur Rifqi. Agatha terus memegangi tangan Rifqi dan sudah ga nangis lagi.

"Ki, lo marah ya sama gue gara gara gue ga dengerin ucapan lo?" Agatha.

"Rifqi! Kalo lo ga marah sama gue, lo buka mata lo sekarang!" Ucap Agatha agak kesal.

Rifqi ga kunjung membuka matanya. Agatha hanya menghembuskan napas pasrah. Dia akhirnya menyerah dan dia tertidur di tangan Rifqi.

Ada yang baper?kalo ga ada berarti kita sama😂

Thx udah baca ya bor!

Stay suport me please!🖤

@sfynalia_

Papai👋

*Vote*

About Me [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang