~END~

242 16 0
                                        

Happy reading!📚

1 Minggu sudah terlewat kan,kini Rifqi pun sudah berada di rumah nya 3 hari yang lalu. Semua sudah di rencanakan, mereka akan menikah Mulai besok!.

Kini sudah malam hari. Agatha dan Rifqi sedang berada di rumah Agatha. Rifqi hanya bermain sebentar sambil melihat bagaimana persiapan pernikahannya.

Agatha sedang berada di balkon kamar nya. Di London kini sedang musim dingin. Salju mulai turun sedikit demi sedikit. Tiba tiba terdengar suara pintu balkon Agatha terbuka dan menampakkan Rifqi di sana.

"Agatha, kamu kok ga pake jaket sih? Ini udah mulai musim dingin." Rifqi.

Agatha hanya menoleh dan tersenyum. Rifqi yang melihat itu pun menghampiri Agatha. Tiba tiba Rifqi memeluk Agatha dari dalam jaket nya. Rifqi memasukan Agatha ke dalam jaketnya.

"Kamu ga kedinginan?" Rifqi.

"Ga kerasa ya, kita udah mau nikah aja besok." Agatha.

"Kenapa hm? Kamu belum siap? Kalo belum, kita undur aja sampai kamu siap." Rifqi.

"Bukan begitu sayang. Aku siap asalkan sama kamu.." Agatha.

"Semoga besok ga ada halangan lagi ya." Rifqi.

"Ehm, Ki. Aku boleh ga dapet julukan aku yang dulu?" Agatha.

"Maksudnya?" Rifqi.

"Trouble maker." Agatha.

"Mau di tampol hm? Aku udah cape cape ngubah sifat kamu juga." Rifqi mengerucut kan bibirnya.

"Haha.. aku bercanda sayang." Agatha.

Tiba tiba ponsel Rifqi berdering, tertara nama Thanisa di sana.

"Halo than?"

"Woi, kapan balik njer?"

"Ngapa sih lu?"

"Ye lu kan nikah besok.. lu mau nginep di rumah Agatha? Bar-bar banget lu."

"Ya engga lah gila. Yaudah iya gue balik sekarang."

"Oke gue tunggu."

"Ga usah di tunggu! Ganggu aja lu kambing!"

Thanisa langsung mematikan telponnya.

"Tha, aku pulang sekarang ya?" Rifqi.

"Hmm?" Agatha menoleh ke atas dan menatap Rifqi sambil cemberut.

"Sayang, besok kan hari spesial.. kamu istirahat ya, jangan capek capek. Besok dan seterusnya kita ketemu lagi." Rifqi sambil memegang pipi Agatha.

"Yaudah deh." Agatha yang masih mengerucutkan bibirnya.

"Itu bibir jangan di majuin mulu,mau di cium? Jangan terlalu lama di luar. Aku pulang sekarang ya cantik." Rifqi langsung meninggalkan kamar Agatha.

Agatha yang mendengar perkataan Rifqi kini pipinya mulai memerah. Ia melihat ke bawah dan terlihat Rifqi sedang melambaikan tangannya ke arah nya, Agatha pun membalasnya.

Rifqi pov~

Rifqi kini sudah sampai di hotel nya. Ia langsung ke kamar nya dan bersiap siap untuk tidur. Aneh, ia ga bisa tidur karena terlalu memikirkan untuk besok. Ia pergi menatap jendela kamar nya dan melihat malam kesukaan nya dan Agatha.

"Lu liat bintang nya. yang paling terang cuma ada dua, dan yang lainnya redup. Dua bintang itu cuma gue sama elu."

"Tapi, bintang yang di sana banyak kok yang terang."

About Me [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang