Mars kembali ke ruang tamu dan duduk di sebelah Freya. Wanita itu sedang asyik melihat-lihat trend fashion terbaru di ponselnya. Cara duduk Freya masih sama, tidak santai sama sekali. Terkadang Mars bingung apa yang ada di dalam pikiran Freya, bahagiakah wanita ini saat mengabaikan keluarganya?
"Mana minumnya?" tanya Freya. Dia berhenti memainkan ponsel, meletakkannya ke atas meja.
"Aku boleh minta sesuatu, nggak?" tanya Mars dengan wajah memelas.
"Apa?"
"Masakin aku Consomme, please."
Consomme adalah Sup yang terdapat kaldu serta sayuran. Ditambahkan daging cincang dan Putih telur. Bagi Mars, di antara semua masakan Freya yang pernah dia cicipi, Consomme ini yang paling enak.
"Besok aku bikinin."
"Pengennya sekarang, Frey. Please ..." mohon Mars dengan menyatukan kedua telapak tangannya.
"Mars, aku nggak bisa masak di sini," tolak Freya.
"Kenapa nggak bisa? Semua dapur, kan, sama aja buat masak."
"Pokoknya nggak bisa."
"Ya udah aku nggak makan berarti."
Freya menghela nafas dan menatap Mars kesal. "Ada-ada aja deh," keluhnya sembari berdiri malas.
Mars tersenyum, wanitanya akan memasak. Dia mengikuti dari belakang, tak bisa begitu saja membiarkan Freya berada di dapur dengan wajah masam seperti itu.
Melihat Freya datang, memakai celemek bersih dan mengeluarkan isi bahan mentah di dalam kulkas, Starla pun kaget. Putrinya itu tidak bicara sama sekali. Starla menoleh pada Mars, pacar Freya itu meletakkan jari telunjuk di bibir sebagai tanda kalau ini rencananya. Starla pun tersenyum senang.
Freya memakai kompor yang ada di area tengah kitchen set, mengumpulkan semua bahannya di situ sekaligus. Tapi setiap kompor listrik, tentu tidak sama. Freya bingung cara menyalakannya. Di Apartemen-nya, untuk menyalakan kompor tinggal sentuh, sangat praktis.
"Ini sayang," beritahu Starla yang bisa menebak kesulitan Putrinya itu. Mama berencana ganti kompor seperti yang ada di Apartemen kamu, lebih enak ya serba digital."
Freya diam saja, pura-pura tidak mendengarkan. Dia menyiapkan semua bahan, terutama daging yang harus diolah dengan benar.
Diam-diam, Starla memperhatikan cara Freya memasak. Padahal dia sudah selesai, hanya saja pura-pura mengaduk dengan kompor yang sudah tidak menyala.
"Tante, Om mana ya?" tanya Mars.
"Eh ya ampun, iya Tante lupa. Sebentar ya, dipanggil dulu. Ada di kamar," ujar Starla. Dia melepas celemeknya dan bergegas keluar dari dapur.
Mars mendekati Freya, memeluk dari belakang, dagunya bersandar di pundak wanita itu. "Kamu manisan dikit dong, jangan jutek kayak tadi. Aku merasa nggak enak kalau kamu aja cuek gini ke mereka."
"Bakal aku coba," sahut Freya sekenanya.
"Jangan cuma dicoba, tapi dilakukan dengan niat yang sungguh-sungguh. Demi aku, bisa?"
"Iyaaaa." Freya berdecak.
Mars mengecup sekilas leher Freya. "Makasih," bisiknya. Lalu terdengar suara langkah mendekat, dia pun melepas Freya dan berdiri menjauh.
"Nah, Pa, ini Mars," beritahu Freya memperkenalkan.
"Halo Om, apa kabar?" Mars langsung mendekat dan mencium punggung tangan Angkasa.
"Gagah. Pantas kamu berani memukul Gio, ya," sindir Angkasa, bermaksud bercanda.
Mars meringis, itu adalah kenangan paling memalukan di masa lalu. "Maaf, Om, saya bener-bener khilaf saat itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm the Boss
RomanceUpdate setiap Senin Freya Oceana, pemilik Departement Store "Oceana Mode" yang hanya menjual brand-brand ternama Oceana, ciptaannya sendiri. Dia cantik, sukses di usia muda, namun sangat payah dalam kisah cinta. Banyak yang mengejarnya, mulai dari P...
