23% Makan Bareng

42 8 0
                                        

Hexa memelankan langkahnya. "Eh mending nanti deh istirahat aja ketemunya, sekalian kasih bekal makan," gumamnya sambil senyum-senyum sendiri. Ia kemudian berbelok, mengurungkan niatnya untuk menemui Alex sepagi ini,

Sekarang adalah hari jum'at di mana semua murid bisa pulang lebih awal di banding hari-hari biasanya. 10 menit berlalu, mulai berdatangan siswa siswi kelas 10, 11, 12. Rendi pun termasuk kerumunan yang masuk setelah sepuluh menit itu.

"Hei brother and sister. Sambutlah ini teman kesayangan kalean hahaha," teriak Rendi, membuat seisi kelas geram melihatnya.

"Wah Za, Lex. Lama kita gak ketemu yak,"

"Lama ndasmu kutu! Lo kemarin pulang di rumah Alex jam berapa?" Tanya Reza

Rendi terlihat so berpikir "gue sama Alex kan tidur barengan. Lo gak tau?"

Reza terbelalak "beneran Lex?" Tanyanya dengan nada shock. "Lo mau percaya telur conda atau gue?" Tanya Alex kalem.

"Ya elu lah, masa gue percaya kaki monyet,"

"Teroos aja teroooss katain gue. Teroooss..." kesal Rendi. "... Lama-lama gue pindah sekolah kalean baru tau rasa," lanjutnya

"Bersyukur gue kalau lo jadi pindah," puas Reza

"Wah lo ya, bukannya cegah temenya. Mana solidaritas seorang teman MANAAAA?!" Teriak Rendi dramatis. Reza dan Alex saling berpandangan, kok mereka berdua bisa ya temenan sama orang kayak dia. Rendi dan Reza masuk ke posisi 3 besar, nah si kucrut Rendi? Tapi, lumayan lah masuk 20 besar. Reza dan Rendi giat belajar. Nah si Rendi? Hanya pas ujian saja buka buku, itu pun hanya di buka.

"Terosss aja thor, terooosss keluarin uneg-uneg lo sama gue. Gue ikhlas kok," ucap Rendi kembali berdrama

"Maaf mbah," ucap author ketje

***

Hexa melihat jam tangan yang melingkar cantik di pergelangan tangannya. Ia lupa, kalau sekarang mau ke kelasnya Alex. Hexa berpamitan terlebih dahulu pada Tiara sebelum pergi ke luar kelas.

Tok...tok...tok...

Tak lama setelah pintu di ketuk, munculah sosok kakak kelas yang tinggi dan cantik "cari siapa?"

Hexa melamun, ia tak secantik kakak kelas di depannya. Kalau di bandingin sama kakak ini, kak Alex pasti lebih pilih kakak cantik ini. Batin Hexa.

"Hey,"

"Eh iya kak. Hexa mau tanya, kak Alexnya ada,"

"Alex ya? Bentar,"

Hexa melihat gagang pintu yang di tarik kebawah, menadakan akan ada orang yang membuka pintu. Hexa menghela nafas pelan, jantungnya hampir saja copot. Ia kira itu Alex yang menemui dirinya, ternyata hanya siswa dengan tahi lalat di alis yang membuang sampah pada tong dan kembali masuk ke kelas.

Hexa menghentakan kakinya menahan pegal karena terus berdiri. Klek. Pintu terbuka, "Ngapain lo di situ? Minta sumbangan?"

"Kak Rendi?" Bingung Hexa

"Si Alex lagi sibuk. Mending sono dah ke kelas lagi."

"Gak mau!"

"Demi nurlela yang sakit giginya..."

"... Lo pergi sono," lanjutnya

Hexa menggembungkan kesal, ia menerobos masuk secara paksa, melewati Rendi yang masih berdiri sambil memeluk pintu, kurang kerjaan.

"Pagi menuju siang kak Alex!" Ucapnya sambil duduk di bangku depan Alex yang kosong.

Alex mendongakkan kepalanya. Ia melihat gadis berpostur pendek yang menatapnya dengan tatapan gummpy. Alex menghiraukannya, ia kembali menulis.

Hai, Kak Alex!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang