8% Jenguk Alex

73 10 6
                                        

Hexa sudah membeli beberapa buah segar. Setelah melakukan transaksi di kasir, Hexa kembali menaiki motornya Reza.

Untuk pertama kalinya, Hexa melihat rumah besar Alex. Ah tidak, ini lebih mirip istana. "Rumah kak Alex gede juga ya," ucap Hexa pada Reza.

"Begitulah. Ayo!"

Ting... tong....

Reza menekan belnya. Tak lama kemudian, seorang mbok membukakan pintu. "Nak Reza? Mau jenguk den Alex ya?" Tanyanya. Mbok tersebut sudah kenal dengan Reza, karena dirinya sering berkunjung ke sini dengan Rendi dan kawan-kawan.

Reza mengangguk dan masuk ke dalam bersama Hexa setelah dipersilakan. "Wow." Kagum Hexa. Reza mulai menaiki anak tangga dan diikuti Hexa dibelakangnya.

Tok...tok..tok...

Reza mengetuk pintu kamar Alex.

Klek. Pintu di buka, menampakkan Alex yang mengenakan kaos putih dan celana se lutut dengan wajah pucat. Namun tetap tampan.

"KAK ALEX," refleks Hexa langsung memeluk Alex saat melihatnya.

"Eh," kaget Alex tiba-tiba. Bukan hanya Alex yang kaget. Reza pun yang melihatnya kaget.

"Xa?" Gumam Reza langsung menahan tawa melihat wajah Alex yang pucat dan kepucatannya bertambah lagi saat Hexa memeluknya.

"Kak Alex panas banget." Ucap Hexa di dada Alex. Tak lupa juga, Hexa menyempatkan untuk mendengar detak jantung Alex. Wah, kak Alex dek dekkannya cepet banget. Sama kaya aku. Batin Hexa.

Hexa melepaskan pelukannya dan tersenyum ceria ke arah Alex.

"Lo sakit Lex? Gue kira yang namanya Alex gak bakalan sakit," Tanya Reza.

"Gue juga manusia," ucapnya datar.

"Hehe sorry euy."

"Besok gue sekolah." Kata Alex sambil berjalan menuju tempat tidur

"Kak Alex jangan dulu sekolah ya. Kan masih sakit, kalau dipaksain bakal tambah sakit. Nanti kalau sakit kak Alex lebih parah dari ini gimana? Trus kalau sakit kak Alex parah, kak Alex bakalan lama lagi masuk sekolahnya. Trus aku gak bakalan lihat kak Alex lagi di sekolah," cerocos Hexa tanpa henti.

"Gak kepanjangan itu? Tapi bener apa kata Hexa, Lex. Lo bisa tambah parah" ucap Reza.

Alex menghela napas pelan. "Gue udah mendingan."

Hexa melihat Alex dengan perasaan campur aduk. Ia melihat lekat wajahnya yang pucat. Seketika, air matanya merembes keluar. Alex dan Reza tak sadar Hexa menangis sampai terdengar suara segukan.

"Lah Xa, kenapa lo nangis?" Tanya Reza.

"Kak Alex sakit hiks. Hexa ga tega liatnya, padahal kemarin kak Alex baik-baik aja. Tapi sekarang kok bisa sakit. Badannya panas banget hiks." Kata Hexa sedikit terbata karena isakannya.

"Udah gue bilang, si Alex cuman capek." Kata Reza sambil menatap Alex.

"Ya tapi kan tetep aja Hexa khawatir hiks."

Tok...Tok...Tok...

Klek.. "Den ini minunnya," kata si Mbok sambil menaruh 3 jus mangga di meja.

"Kak Alex kecapean ya? Mangkanya jadi sakit begini." tanya Hexa lagi yang belum tenang. Alex hanya menatap lekat ke arah Hexa dan mengangguk.

Brak... Hexa langsung terkaget bukan main. Suara gebrakan itu bersal dari pintu yang dibanting keras.

"Yaampun-yaampun maaf gue telat. Tadi gue di suruh pel teras di rumah. Lo gak marah nungguin gue kan?" Tanya Rendi.

"Kak Rendi. Kaget tahu. Tapi kok kak Reza sama kak Alex gak kaget ya?"

"Kita udah biasa. Sampe pintu kamar Alex jebol juga, kitamah biasa." Seru Reza.

"Ren, gue aduin lo sama bokapnya si Alex. Bisa modar," ucap Reza menakuti.

"Kak Rendi sini deh. Ada yang nanyain," ucap Hexa

"Beneran? Siapa? Wah akhirnya ada yang nyariin gue. Siapa Xa?"

"Malaikat maut hahaha," jawab Hexa tertawa lepas,

"Xa. Lo belum pernah di timpukkin bata ya?" Tanya Rendi geram.

"Belum. Emang kak Rendi udah pernah ya? Sakit gak sih? Trus kak Rendi geger otak gak? Mmm berapa jaitan? Berdarah? Kak Re..." ucapan panjang lebar Hexa terpotong.

Rendi menepuk jidatnya. "Nyesel gue nanya!"

"Oh setelah itu kak Rendi menyesal? Lah kenapa bukan yang nimpukinnya yang menyesal?" Tanya Hexa antusias.

Dibalik obrolan kocak Rendi dan Hexa. Reza melihat senyuman kecil di bibir Alex yang memerhatikan tingkah laku Hexa. Anjirr.. si Alex senyum liat cewek, Batin Reza heboh.

"BTW Yari sama si Doni kemane?" Tanya Reza

"Kayaknya nyimpang dulu bentar." Ucap Reza dengan lagak santuynya

"Kak Rendi bawa apa buat kak Alex?" Tanya Hexa tiba-tiba.

"Gue bawa do'a,"

"Gak bawa makanan atau minuman gitu?"

"Buat apa? Do'a lebih mujarab bung!" bangga Rendi.

"Wow." kagum Hexa sambil bertepuk tangan ria.

"Wah Lex, ada buah-buahan noh," ucap Rendi semangat, saat melihat sekeranjang buah-buahan segar.

"Itu dari Hexa," ucap Alex

Hexa langsung menoleh ke arah Alex "Kak Alex, tadi nyebut nama Hexa?" Tanya Hexa antusias. Alex yang melihat itu hanya menaikkan satu alisnya.

"Oh iya kak Alex kenapa gak Wa Hexa? Padahal Hexa nungguin loh. Gak punya kuota ya?"

"Hahaha. Wah Lex, bener kata Hexa. Lo gak WA dia, di sangka lo itu kere," Rendi terbahak dengan pertanyaan menohok Hexa

"Xa. Gue ingetin ya. Seumur-umur, Alex kagak pernah chat cewek di sekolah, kecuali adeknya si Tiara." ucap Reza jelas.

"Ekhem," Alex berdehem.

"Kak Alex kenapa? Butuh minum? Hexa ambilin ya? Dapurnya di mana? Air biasa atau air hangat?" Tanya Hexa.

"Lo sih Lex pake acara ekhem ekheman. Pertanyaan si Hexa kan kea jalan tol, PANJAAAANNGGG LEBAARRRR," ledek Rendi.

Berjam-jam mereka habiskan untuk berceloteh yang tak berfaedah. Hexa terus saja bertanya ini itu, dan ini itu lagi. Muter-muter sampai waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB.

"Xa. Mama lo gak bakalan nanyain? Ini udah jam 9 loh," was-was Reza

"Apa?! Jam 9? Aduh kak, cepetan kita pulang. Kalau aku pulang malem nanti rumah bakalan di kunci," heboh Hexa sambil teriak-teriak di kamar Alex.

"Aduh berisik onta!" geram Rendi.

"Lex. Mama sama papa lo ada?" Tanya Reza.

"Mereka di Canada,"

"Oh yaudah, gue pulang duluan sama Hexa. Ren, lo kagak mau pulang?" Reza mulai mengenakan helm hitamnya.

"Gak. Gue mau nginep di sini," ucap Rendi kalem.

"Gak. Lo pulang!" dingin Alex.

"Yaelah... gue bobo sama kamu yaa," bujuk Rendi lebay.

"KAK RENDI JANGAN TIDUR SAMA KAK ALEXXXX. KALIAN BELUM HALAL, NANTI KALIAN BAKALL... UMMM," teriak Hexa cempreng. Membuat Alex, Rendi dan Reza harus menutup kedua gendang telinganya kalau masih ingin berfungsi

"Gila sepupu lo ya Za. Dia kira, gua ma Alex mau grepe-grepean," malas Rendi

Tak lupa Hexa melambaikan tangan pada Alex sebelum berpamitan. "Jaga kesehatan ya kak Alex." ucap Hexa dengan senyum merekahnya di ambang pintu.

Hai, Kak Alex!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang