42% Pengunduran Diri

60 7 5
                                        

"Pikirkan matang-matang Xa, kamu nggak akan nyesel kan?"

Hexa menggeleng kuat. "Tekad Hexa udah bulat. Lagian, sama saja kalau gak begini, kan ma?"

***

Hexa berjalan santai dengan wajah berbinarnya. Suara langkah kaki terdengar semakin dekat ke arah Hexa, dan satu tepukan kecil mendarat di bahu kiri Hexa.

"Xa."

Hexa menoleh dan melihat senyuman hangat dari wajahnya "kak Alex? Kok ngos ngosan? Habis lari?"

Alex menggeleng. "Lo gak mempermasalahin kemarin? Gue takut lo menjauh dari gue, kemarin itu cuma salah paham Achel."

Hexa tersenyum. "Hexa tau kok. Gakpapa juga buat Hexa."

"Beneran? Btw, lo mau ke mana pagi-pagi gini?"

"Mau ke wali kelas."

Alex merasa suasana kali ini terasa aneh. "Lo beneran gak marah kan?" Tanya Alex sekali lagi.

Hexa menghentikan langkahnya dan menengadah, menatap kedua manik mata hitam Alex. Hexa tersenyum lembut, lalu menggeleng pelan

"Hexa enggak marah kok. Kenapa Hexa harus marah."

"Serius, Xa?"

Hexa mengangguk. "Pokoknya kak Alex gak boleh ngerasa terbebani karena Hexa."

"Enggak Xa." Balas Alex cepat.

Hexa masih menatap Alex yang terlihat gusar.

"Ada yang mau di tanyain kak?" Tanya Hexa

"Kemarin lo bilang putus, itu gak jadi kan?"

Hexa mengembuskan napas kecil

Alex menatap mata Hexa, menunggu jawaban yang ingin di dengarnya.

Hexa menggeleng "hari kemarin kita udah putus kak. Jadi, Hexa gak ada alasan untuk marah lagi. Karena kak Alex gak ada hubungannya sama hidup Hexa." Kata Hexa dengan senyum lebar.

Jleb. Bahu Alex bergetar dan lututnya terasa lemas. "Xa.." panggil Alex memelas.

"Pokoknya kak Alex harus tetap semangat."

"Gue gak bisa. Gue gak mau putus, plis." Mohon Alex sambil menangkup kedua pipi Hexa.

Ekhem..

Suara deheman Pak guru mengagetkan mereka, Alex langsung melepaskan tangannya dan salim ke pak Yanto begitu juga Hexa.

"Pagi sekali sudah bucin. Cepat masuk kelas."

Alex dan Hexa hanya teresenyum dan pak Yanto kembali melanjutkan jalannya.

"Hexa buru-buru mau ke wali kelas dulu, dah kak."

Alex tetap mengikuti Hexa di belakangnya. Sampai di depan pintu ruang guru, Alex masih mengikutinya.

"Kak Alex kenapa ikutin Hexa?"

"Kaki gue jalan sendiri."

"Kak Alex tunggu di sini aja ya. Jangan ikut ke dalem."

"Kenapa? Udah kayak mau masuk ruang UGD aja disuruh tunggu di luar."

"Bukan gitu. Ini privasi."

"Oke. Gue tunggu di sini."

"Eh ke kelas aja deh. Takutnya keburu bel masuk."

"Gak masalah."

"Yaudah. Bentaran ya."

Hexa masuk ke dalam. Alex melihat di ambang pintu, ada wali kelas Hexa sedang duduk menulis sesuatu. Hexa datang dan sedikit berbasa basi. Alis Alex berkerut saat melihat mereka berpelukan dan wali kelas mengusap punggung Hexa, setelah itu Hexa memberikan selembar atau mungkin 2 lembar kertas ke wali kelasnya.

Hai, Kak Alex!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang