"Kok nanya sekolah, gak nanya aku ma?" Canda Hexa.
Mama Hexa tertawa kecil "iya maksud mama, bagaimana kamu di sekolah?"
"Umm baik. Oh ya ma, tahu gak? Di sekolah itu banyak kakak kelas ganteng dan keren-keren. Lalu ada satu cowok yang Hexa suka hehe," Ucap Hexa antusias sambil mencium tangan mamanya.
"Kamu ini. Selalu saja begini, waktu SMP berapa banyak cowok yang kamu suka hmm?"
"Cuman 3 kok ma, kak Radit, kak Epul sama Tohir," pikir Hexa mengingat-ingat.
Mama Hexa langsung menggeleng dengan kelakuan anaknya ini. Tapi ia merasa bangga, meskipun anaknya pecicilan dan cerewet. Hexa anak yang pandai dan baik hati.
"Tapi kakak kelas ini beda dari mereka ma, dia itu ganteng, kulitnya bersih gak kaya si Tohir yang banyak jerawatnya. Terus rambutnya itu ma, keren gak kaya kak Epul yang keribo,"
"Huss.. jangan banding-bandingkan gitu. Gak baik," Tegur mama Hexa. Hexa langsung nyengir kuda, memperlihatkan deretan gigi putih dan rapinya. Mama Hexa pergi ke dapur dan di belakangnya ada Hexa yang mengekori.
"Hexa. Mama dengar, Reza juga sekolah di sana,"
"Reza siapa ma?" Tanya Hexa sambil menyomot kue yang baru dibuat mamanya.
"Masa kamu lupa. Dia, anaknya tante Zara,"
"Bentar. Reza... Reza... oh iya aku ingat. Kak Reza ma? Bukannya dia ada di Bali?"
"Dia sudah balik lagi ke Bandung 1 bulan yang lalu dan pindah ke sekolah yang sama denganmu"
"Kok mama gak ngasih tahu aku si?"
"Mama lupa."
***
Di tempat lain...
"Sorry gue telat." Ucapnya
Alex hanya melihat sekilas ke arah Reza yang melepas helm dan jaket kulitnya.
"Dari mana aja lo?" Tanya Rendi yang keluar dari arah dapur.
"Gue nganter pulang sepupu tadi,"
"Lo punya sepupu? Gue kira lo sebatang ranting," ngawur Rendi.
"Sudah. dari pada lo ngoceh gak jelas. Mending bantuin gue move on yuk," lerai Doni.
"Heh Don, lo masih belum bisa move dari Winda?" Tanya Reza.
"Ya gitulah,"
"Oke. Kalian buka buku paket halaman 23," ucap Alex datar, memotong obrolan Rendi dan Doni.
Sekarang mereka sedang berada di rumah Alex, karena sebuah paksaan.
Flashback on
"Minggu depan akan ada ulangan dari bab pertama sampai bab 3, saya harap nilai kalian bisa tuntas semua. Terima kasih," ucap Bu Susi sebelum pergi meninggalkan kelas.
Semua murid seketika memelas.
"Ulangan lagi?!" Pasrah Rendi. Di antara semuanya. Hanya Alex, Yari dan Reza yang terlihat santai.
"Lex gue ke rumah lo ya sekarang," pinta Rendi.
"Gue sibuk,"
"Ayolah, masa lo tega sama temen sebangku," bujuk Rendi, Alex tetap saja mengacuhkannya.
"Lex lo mau kuburan sempit gara-gara pelit share ilmu sama gue?" paksa Rendi. Alex menatap Rendi dengan tatapan horor khasnya dan Rendi langsung bungkam seribu kata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hai, Kak Alex!
Fiksi Remaja15+ ONGOING Hexa Aprilia, cewek cantik yang sangat ceria. Dengan tingkahnya yang konyol, membuat cowok bernama Alex yang dingin, jarang senyum dan cuek menjadi hangat dan perhatian. "Lo mau jadi pacar gue?" Potong Alex, sontak membuat Hexa terpaku...
