Vio menatap layar ponselnya, mencari-cari nama di kontaknya. 'Felo' itu adalah nama yang ia cari.
Setelah menemukan kontak bertuliskan nama Felo, Vio langsung menekan logo 'panggil'.
"Fel, lo pulang sendiri, gue ada urusan. Kalo lo mau tunggu, tunggu aja." Ucap Vio setelah tak lama Felo mengangkat telepon nya.
"Ehhh, si anj-" belum selesai mendengarkan kalimat Felo, Vio langsung memutuskan panggilannya dengan Vio.
Lagi-lagi Vio mendekati Lexi, namun berbeda dengan tadi. Vio mengikuti Lexi dari belakang dan beberapa kali mengambil foto Lexi secara diam-diam.
"Saya mohon jangan ikuti saya." Mohon Lexi mulai menyadari bahwa sedari tadi ia terus di ikuti.
"Lexi, jangan gini dong." Rengek Vio.
"Saya tidak pernah mengenal anda. Pergilah!" Ketus Lexi.
Vio tersenyum kecut melihat ke angkuhan Lexi.
Tatapan Lexi, cara berbicara Lexi padanya, semuanya berubah. Seakan Lexi benar-benar tak mengenalnya.
Vio menyerah. Ia akhirnya kembali ke bandara untuk mengambil mobilnya yang masih berada di tempat parkir mobil.
"Vio!" Teriak seseorang.
"Fel, lo nunggu?" Tanya Vio dengan polosnya.
"Iya, gue coba cari mobil lo, dan ternyata masi disini, jadi gue tunggu deh." Jelas Felo.
"Oke. Masuk." Ucap Vio.
Felo dan Vio langsung masuk ke dalam mobil. Tak menyapa atau pun berbasa-basi, Vio langsung menjalankan mobil begitu saja.
"Vi, pelan dong!" Teriak Felo.
"Ini darurat." Balas Vio masih fokus pada jalannya.
"Tapi ga usah kenceng-kenceng. Liat tuh 80 km/jam! Lo pengen mati ya?!" Sentak Felo kesal.
"Ga mungkin! Disaat gue udah yakin kalau Lexi masih hidup, gue ga mungkin mau mati!" Jawab Vio dengan senang.
"Apa?!!" Sentak Felo kaget.
"Ga mungkin!" Felo masih tak percaya.
Vio tak menghiraukan ketidak percayaan Felo. Vio mempercepat kecepatan mobilnya membuat Felo merasa seakan ini adalah hari terakhirnya untuk bisa menginjakkan kaki di dunia ini.
"Vio pelannnnnn!!!" Teriak Felo ketakutan.
Ciiittt!
Vio menghentikan mobilnya di depan basecamp nya yang sudah banyak siswi di depannya.
"Permisi." Ujar Vio cepat-cepat.
"Hi girls!" Sapa Felo.
Vio langsung masuk ke dalam ruangan bernada coklat tua dengan beberapa mobil bagian belakang ruangan yang sengaja tak mereka sekat dengan sofa tempat mereka berbincang.
"Felo cepet masuk!" Teriak Vio mengetahui Felo yang tak kunjung masuk.
"Bentar!" Balas Felo sedikit berteriak.
Terlalu lama menunggu Felo yang masih berbincang ria dengan gadis-gadis SMA, Vio pun langsung saja memberikan OTG yang sudah ia isi dengan foto-foto Lexi di dalamnya kepada Dickey.
Tanpa bertanya apapun, Dickey langsung menyambungkan perangkat tersebut ke dalam komputernya dan melihat beberapa foto yang berhasil Vio ambil dengan jelas.
"Lexi." Tutur Sean sangat pelan.
"Gue sempet ketemu Lexi tadi di bandara. Sempet talking bentar, tapi anehnya dia ga kenal sama gue." Jelas Vio dengan perasaan kecewa.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Senior]
Fiksyen Remaja(18+) Season 1 : [Senior] Season 2 : [Retrograde] Dia adalah patah hati terbesarku Dan.. Kau adalah satu-satunya yang dapat aku harapkan untuk memulihkan hatiku yang sudah patah
![[Senior]](https://img.wattpad.com/cover/121964180-64-k970956.jpg)