TASYA || 29

7.1K 329 2
                                        

Enam orang berbeda generasi itu sedang berkumpul dalam satu lingkar meja. Tiga diantaranya adalah Gibran Ayahnya dan juga Sasi. Dan tiga orang lainnya adalah seorang gadis dengan kedua orang tuanya.

Sejak tadi Gibran hanya diam sibuk bermain ponsel, sementara ayahnya kini sedang asyik bertukar pendapat dengan sepasang suami istri di depannya.

Sasi? Sama dengan dirinya, wanita itu sedari tadi hanya diam di samping kiri Gibran dengan pandangan mata berkeliling menjelajahi privat room yang di pesan oleh suaminya.

"Nak Gibran."

Gibran menonggak menatap wanita seumuran ibunya yang sedang tersenyum di depannya.

"Ya?"

"Ah tidak, kamu sungguh tampan." puji Wanita yang Gibran tau bernama Masayu.

Gibran tidak merespon. Ia hanya menatap dengan wajah datarnya dan pandangan dinginnya.

Sebenarnya ini sinyal untuk Ayahnya. Kalo ia sungguh tidak suka berada di sini, Gibran tau akan ada hal yang tidak menyenangkan akan terjadi pada dirinya.

Keadaan kembali hening, hingga seorang pelayan datang dengan kereta makanan yang membawa berbagai jenis makanan enak yang ada di restoran ini.

Sasi yang melihat itu langsung buru-buru mengeluarkan ponselnya dari tas dan mengetikan pesan untuk Gibran.

Gibran mengerjit kala melihat pesan masuk dari Sasi. Ia sempat menoleh tapi Sasi masih sibuk mengetik sesuatu di layar ponselnya.

Tante Sasi

Kalo kmu ga suka kamu boleh tlak bran.

Adapa sbnrny?

Jwb tdk jka tdk, jwb iya jka mau.

Mksdnya?

Semua ada di tgn kmu Bran.

Gibran tidak membalasnya lagi ketika menyadari Ayahnya tengah memperhatikan layar ponselnya, beruntungnya Kontres ponsel Gibran rendah. Jadi dapat di pastikan Ayahnya tidak dapat melihat apapun di ponselnya.

Dan Gibran semakin yakin akan ada sesuatu yang terjadi disini.

"Ayo di makan."

Endi-Suami dari Masayu bersuara mempersilahkan Gibran dan keluarga menikmati hidangan yang ada di depan mereka.

"Iya, terima kasih." jawab Sasi seramah mungkin.

Mereka semua mulai mengambil makanan mereka dan menyantapnya dengan damai dan nikmat. Lain halnya dengan Gibran dan Sasi yang makan hanya demi menghormati tamu mereka.

Gibran menonggak dan matanya bertemu dengan gadis berambut panjang dengan pandangan menggoda.

Gibran menonggak dan matanya bertemu dengan gadis berambut panjang dengan pandangan menggoda

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TASYA (Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang