3.

2K 187 6
                                        


"Nah gitu dong di pake kacamatanya."

Gua senyum ngeliat Jaehyun yang make kacamatanya. Dia sama Mark baru aja ganti frame kacamata. Gua barusan nyindir dia supaya dia make kacamatanya dan abis itu dia langsung masang kacamatanya.

"Gua udah kayak Harry Potter nggak sih?" Tanya Mark sambil ngeliat pantulan wajahnya di layar hpnya.

"Mirip Thomas Riddle." Ejek gua.

"Gua tampol, ya!" Kata Mark.

"Ekhm, coba aja tampol dia kalo berani. Gua mau liat lu nampol dia di depan muka gua. Hmm." Kata Jaehyun. Mark langsung cengengesan ke arah Jaehyun.

Mark naroh hpnya di atas meja dan ngelepas kacamatanya. Karna Mark ngelepas kacamatanya, Jaehyun jadi ikutan lepas kacamatanya.

"Eh, Eh, denger-denger minggu depan ada party." Kata Mark.

"Kata siapa?" Tanya Jaehyun.

"Kata anak-anak kampus. Gua cuma denger dari mereka doang. Minggu depan bonyoknya Lisa ada business trip gitu. So, dia mau adain party." Kata Mark.

"Lisa?" Tanya Jaehyun, Mark ngangguk.

"Pesanannya."

Mark sama Jaehyun masih ngelanjutin perbincangannya soal party minggu depan. Sedangkan gua yang nggak tertarik cuma bisa ngeliatin pelayan yang ngebawain makanan gua sama mereka berdua.

"Makasih." Ucap gua ke pelayan restorannya.

"Makan dulu." Kata gua.

Mereka ngambil makanan mereka masing-masing. Mereka masih ngelanjutin masalah party minggu depan.

"Lu ikut dong." Kata Mark.

Gua senyum, "Yang diundang itu cuma anak-anak kampus lu. Gua itu bukan anak kampus lu, Mark." Kata gua.

"Ya, nggak gitu, By. Kita kan bebas bawa temen juga. Lu nggak pernah ikutan party tau. Sekalipun kita yang ngadain party." Kata Mark.

Gua cuma senyum dan geleng-geleng buat nolak ajakannya Mark. Sampe detik ini gua masih belom tertarik ikutan party.

Kalo ada party kecil-kecilan di flat gua aja, pasti gua pergi ke hotel. Gua cuma nggak nyaman ngeliat mereka yang sedikit liar kalo party.

"Nggak apa-apa. Bagus kalo dia nggak suka party. Biar dia nggak bisa macem-macem. Gua yakin kalo dia ikut party, banyak yang ngelirik." Kata Jaehyun setelah neguk minumannya.

"Udah ah, makan." Kata gua.

Gua pengen banget punya jiwa yang suka party kayak mereka. Gua pengen mudah bergaul kayak mereka. Tapi kenapa rasanya susah banget?

Gua lebih nyaman kayak sekarang. Temen-temen gua yang sekarang udah cukup buat gua. Gua takut kenal sama orang baru.

"Permisi. Gabung, ya."

Gua ngejeda makan gua sejenak dan nengok ke perempuan yang dengan lancangnya duduk di bangku kosong di depan gua.

"Gue nggak izinin." Kata gua.

"Kenapa? Kenapa gua nggak boleh gabung sama lo? Gua kan kenal sama lu. Apa nggak jahat nolak seseorang buat ikutan makan bareng?" Tanyanya.

Gua neguk air mineral yang gua pesen. Gua ketawa dan naroh sendok beserta garpu gua dengan kasar. Gua natap cewek di depan gua dengan tatapan sengit.

"Kasian ya nggak pernah diajarin sama mamanya. Pasti mamanya ngajarin ngerusak hubungan rumah tangga orang doang, ya?" Kata gua santai.

Tanpa harus nengok lagi, gua bisa tau kalo Mark sama Jaehyun kaget. Mereka berdua mulai keliatan gelisah.

✔️Unspoken ; Jung JaehyunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang