"By."
Mata gua terbuka dan yang pertama gua liat itu adalah Jaehyun. Gua terkejut kenapa gua sama Jaehyun bisa ada di rumah lama gua.
"Lu ngapain?!" Tanya gua.
"Lu yang ngapain di sini?" Tanya Jaehyun balik.
Gua melihat sebungkus rokok, dompet, dan handphone di atas meja gua. Gua menengok ke kiri dan ngeliat pintu kaca yang mengarah ke halaman belakang gua yang tebuka lebar.
"Ke mana lagi semalem?" Tanya Jaehyun.
"Jam berapa ini?" Tanya gua balik. Gua ngambil hp gua dan ngeliat jam di hp gua. Sekarang udah jam sebelas.
"By, kemana?" Tanya Jaehyun.
Yang terakhir gua inget cuma gua ada di tempat Donghyuk dan gua minum di sana. Gua nggak tau kapan gua pulang.
"Lu nggak mungkin ke bar atau ke club, kan? Lu minum di mana?" Tanya Jaehyun.
Gua mengambil rokok, hp, dan dompet gua, lalu gua berdiri. Tangan gua ditahan sama Jaehyun sampe gua terduduk di atas sofa.
"Anak-anak pada nyariin lu gara-gara lu nggak pulang semaleman." Kata Jaehyun.
"Jae, lu balik ke rumah Drew aja deh. Gua udah mau balik juga. Gua pengen mandi, Jae." Kata gua.
"By, lu kesana lagi?" Tanya Jaehyun dengan lembut.
Gua mengerutkan alis gua karna kebingungan sama dia yang sama sekali nggak marah. Bahkan dia ngeliat rokok gua, tapi dia nggak marah.
"Lu kesel, kan? Bentak gua aja. Nggak apa-apa. Nggak usah ditahan emosi lu kayak begitu." Kata gua.
"Sorry, By. Sorry kalo gua ngebentak-bentak lu waktu itu. Sorry juga gua udah kasar narik lu di tempat balap." Kata Jaehyun.
"Jae, balik, Jae. Lu nggak mau kan Drew ngeliat lu sama gua di sini? Jangan macem-macem deh, Jae. Drew udah tau soalnya." Kata gua.
"Drew udah ke cafenya dari tadi." Kata Jaehyun.
Jaehyun memegang kedua tangan gua dan menatap gua dalam. Jujur, gua terbuai sama tatapannya Jaehyun.
"Jae, gua udah mau pulang. Gua mau mandi." Kata gua yang berusaha mengalihkan pandangan gua dari dia. Jaehyun memegang pipi gua dan mengarahkan mata gua untuk menatap matanya.
"I can't help it. I love you. But I love her too." Kata Jaehyun.
"I'm in love with two person at the same time." Lanjut Jaehyun.
Gua nggak tau kenapa kepala gua semakin pening setelah mendengar pernyataan konyol yang keluar dari mulut Jaehyun.
"By, it's true." Kata Jaehyun.
"Then choose the second one." Kata gua.
Tiba-tiba gua merasakan sesuatu yang lembut mendarat di bibir gua. Gua menutup mata gua dan menikmati ciuman yang Jaehyun kasih.
"No, stop!" Kata gua sambil mendorong Jaehyun.
Gua menangis setelah sadar kalo gua bisa jadi perusak hubungan Jaehyun sama Drew. Gua nggak mau dibilang sebagai cewek yang ngehancurin hubungan orang.
"J-Jae, berhenti buat b-berkomunikasi atau berinteraksi lagi s-sama gua. G-gua mohon banget sama lu." Kata gua.
"Lu tau gua udah coba berulang-ulang kali. Tapi nyatanya gua sama sekali nggak bisa, Darby." Kata Jaehyun.
Gua memengang kedua tangan Jaehyun dengan erat dan menangis sejadi-jadinya. Nafas gua semakin nggak beraturan.
"Lu mau apa? G-gua bakalan kasih apapun itu, asalkan lu s-sama gua berhenti b-berkomunikasi lagi." Kata gua sambil memohon.
KAMU SEDANG MEMBACA
✔️Unspoken ; Jung Jaehyun
Fanfiction𝒖𝒏·𝒔𝒑𝒐·𝒌𝒆𝒏 /ˌə𝒏ˈ𝒔𝒑ō𝒌ə𝒏/ (𝘢𝘥𝘫.) 𝘯𝘰𝘵 𝘦𝘹𝘱𝘳𝘦𝘴𝘴𝘦𝘥 𝘪𝘯 𝘴𝘱𝘦𝘦𝘤𝘩; 𝘵𝘢𝘤𝘪𝘵. • • • Warn! - kata kasar! - typo bertebaran.
